
Sedangkan Zahra kini berdiri di dekat jendela ruangannya, Ia menyaksikan kepergian Jigar, sosok lelaki yang sudah menyakiti nya berulang kali, bahkan menampar nya dua kali.
'Maafkan aku tuan Jigar, aku terpaksa meminta menikah dengan mu karena aku tidak ingin seseorang terlibat lagi dalam kehidupan kita, Seperti tuan Arsel, aku bisa saja menerima lamarannya untuk kepentingan pribadiku, Tapi tuan Arsel bukanlah sosok yang bisa ku gunakan untuk hal itu, kita sama-sama mencintai dia orang yang kini sudah menikah, Mari kita berkorban bersama, tepatnya... aku lagi yang harus berkorban, sejak awal, hanya aku yang di salahkan, Aku juga tak ingin jatuh cinta dengan sosok tuan Biru, jika ku tahu endingnya akan begini, tapi bisakah... kalian tidak menyalahkan ku terus,'' gumam Zahra yang tanpa terasa air matanya terjatuh.
''Apakah kau puas menambah luka di hatimu, aku sudah mengajak mu menikah taok kah malah mengajak pria yang mebencimu menikah, apakah kah nasib waras Zahra, bukankah itu akan membuktikan jika kau masih ingin bersama di Biru brengs*k itu, '' ucap Arsel yang tiba-tiba berada di belakang tubuh Zahra.
Sejenak Zahra tak menjawab apa yang di katakan Arsel, ia menghapus air matanya lalu membalikkan tubuh nya, menghadap kearah Arsel.
''Jangan tersenyum, aku tahu .... kau tak sekuat itu untuk pura-pura bahagia di hadapan ku, '' ucap Arsel
''Aku baru tahu, jika di balik sang Casanova ternyata kau adalah sosok yang sangat baik, terima kasih untuk itu, Tapi Tuan... saya tidak ingin melibatkan anda dalam hal ini, Anda bertanya, Mengapa aku malah mengajak Tuan Jigar untuk menikah denganku, Mengapa aku menolak menikah dengan anda, Aku punya pilihan sendiri Tuan, dan aku yakin dengan pemikiranku, dia membenciku dan satu-satunya orang yang paling membenciku, karena dalam kisah ini yang dia tahu hanya Nona Hany lah yang tersakiti, tanpa dia cari tahu bagaimana perasaanku, Aku ingin dia tahu bagaimana kenyataan yang sebenarnya, ya... memang Tuan Birulah yang bersalah dalam hal ini, dia mengajakku untuk menikahi sirri, tapi aku menolak, karena bagiku Nona Hanny adalah wanita yang baik dan tidak bisa disakiti seperti ini, tapi di sini... aku lah yang tetap bersalah, '' ucap Zahra.
''Aku lelah tuan, aku sangat lelah. Perusahaan tuan Biru adalah perusahaan impian ku dan menjadi kebanggaan bagiku masuk kedalam perusahaan itu, dulu... aku mengalami banyak masalah saat baru di Terima, aku berusaha keras dan maksimal, hingga aku menduduki posisi ku di sana, hingga tanpa sadar, karena seiring nya waktu kebersamaan aku dan Tuan Biru jatuh cinta, dua tahu... dua tahun aku dengannya saling berbagi kasih, merencanakan banyak hal, tapi.... Tuhan berkata lain, aku menerimanya tuan, aku menerima perjodohan antara tuan Biru dan Nona Hanny, hingga aku keluar dari perusahaan impianku demi mereka, tapi apa.... ? lagi dan lagi aku salah, aku selalu salah di depan mereka tuan, aku lelah, aku pergi juga salah, bertahan pun salah, jika aku tidak ingat adikku, mungkin aku sudah mengakhiri hidupku tuan, aku gak kuat tuan, aku sudah gak sanggup, aku hanya manusia biasa, tidakkah mereka memikirkan perasaan ku juga, ?'' pecah akhirnya tangis Zahra, Arsel yang tertegun dengan banyaknya cerita Zahra merasa sangat terluka, ia langsung memeluk Zahra.
__ADS_1
''Kau wanita yang kuat Zahra, kau wanita yang hebat, sabarlah! Ini jalan untukmu menuju ke jenjang yang lebih sukses, aku yakin itu, kuatlah da sabarlah!" ucap Arsel. memeluk Zahra yang masih menangis histeris.
"Apakah tuan lihat tadi, bahkan mereka mendatangi ku ke tampat kerjaku, mereka tidak ingin melihatku bernafas tuan, aku lelahbakh susah gak sanggup," Ucap Zahra dalam pelukan Arsel.
"Apakah mereka pernah bertanya tentang perasaan ku, tidak tuan, mereka hanya sibuk menyalahkan aku, Nona Hany yang tersakiti, aku juga, Tuan Biru juga, tapi bisakah mereka melihat di sisi kami bertiga, tidak... ! bagi mereka hanya aku yang salah, mau berkata apapun aku, itu akan tetap salah di mata mereka, "oceh Zahra dalam pelukan Arsel.
"Tidak Zahra, Kau wanita yang baik, mereka hanya tersulut emosi, Sabarlah dan jangan gegabah mengambil keputusan, Zahra... ! kau adalah karyawan idola setiap perusahaan, kau akan sukses suatu saat nanti, aku percaya itu, ini hanyalah salah satu jalan untuk Tuhan memberikan kau cobaan, Tuhan ingin melihat kau bisa lolos apa tidak dengan ujian ini, dan aku sangat yakin jika kau bisa keluar dari masalah ini, mulai saat ini kau jangan merasa sendiri, karena aku akan selalu ada di dekatmu, Zahra aku tahu kau tidak mungkin percaya denganku begitu saja, Tapi percayalah aku akan selalu ada untukmu, kapanpun kau mau, kapanpun kau membutuhkan bantuanku, aku akan siap membantumu,'' ucap Arsel Seraya mengusap air mata Zahra.
''Zahra, Zahra'' ucap Arsel seraya menepuk pipi Zahra berulang kali, Arsel langsung mengangkat tubuh Zahra dan membaringkan nya di Sofa. lalu Arsel langsung menghubungi Asistennya agar ia memanggil dokter ke ruangan Zahra .
...----------------...
''Aku berkata jujur, Han. aku salah ... iya aku akui itu, tapi berilah aku kesempatan lagi, plis Han ... '' mohon Biru seraya menjatuhkan diri di hadapan Hanny
__ADS_1
''Kau minta maaf bukan karena kau mencintai ku, Mas. tapi karena Zahra, iya kan... aku tidak menyalahkan dirinya atau dirimu, aku hanya menyalahkan takdir yang sudah membuat hati kita hancur seperti ini, tapi untuk kembali bersama, rasanya itu sudah tidak mungkin Mas... kembalilah pada Zahra, dia sangat membutuhkan mu, '' ucap Hanny seraya melepas kan tangan Biru yang memegang kakinya.
''Tidak Han, jangan begini... aku mohon!" pinta Biru
"Bangunlah, Nak! tidak bagus untuk Hany, jika suaminya duduk dibawah kakinya, Lihatlah! banyak mata yang memperhatikan kalian, " ucap tiba-tiba seseorang yang begitu Hanny rindukan. Sosok yang menjadi kekuatannya saat ini, Ya... dia adalah ibunya, Ibunya Hanny datang karena mendapat kan kabar bahwa Hanny mampir ke rumah sakit terlebih dahulu.
"Ibu," ucap Hanny dengan mata berkaca
"Bangunlan, nak! jangan rendahkan dirimu, kau bersalah tapi bukan begini cara minta maaf pada istri, Istrimu terlihat begitu hina jika kau melakukan ini, " ucap ibunya Hanny seraya membantu Biru untuk bangun..
"Ibu, saya benar-benar minta maaf pada Ibu dan Hanny juga pada Hanna, aku benar-benar minta maaf, maafkan aku, Bu, "ucap Biru pada Ibu mertua nya.
"Ibu sudah memaafkan mu, Nak. Tapi kau bersalah pada Hanny, bukan pada Ibu,".ucap Ibunya Hany
__ADS_1