
Di kesunyian malam, Sagara menatap langit dengan hembusan angin yang menyejukkan hatinya yang sedang panas, Keputusan yang ia ambil sudah menjadi duri dalam hidupnya sendiri, Ia bahkan tidak tahu seperti apa Hanny dalam nyata, yang ia lihat hanyalah gambarnya beberapa tahun yang lalu, Karena seorang Hanny tidak aktif dalam sosial media nya. Meskipun orang tuanya mengatakan bahwa Hanny adalah wanita yang paling cantik, tapi apakah cantik sudah cukup untuk sebuah cinta, Bukankah Cinta butuh kenyamanan? Apakah orang tuanya tidak pernah jatuh cinta, sehingga mereka kekeh dengan perjodohan yang mereka lakukan, Meskipun Sagara tidak bisa memungkiri, Ayahnya juga tak bisa mengingkari janji pada Almarhum Ayahnya Hanny. Sagara menghembuskan nafas beratnya, Ia akan bertemu saat pernikahan itu tiba dengan Hanny. Tapi ... apakah ia mampu menghadapi hari esok, lusa dan nanti dengan Zahra di hadapan nya. Menjauhkan Zahra dalam pekerjaan nya adalah hal yang tak mungkin Saga lakukan, Karena Zahra adalah tulang punggung bagi adiknya, Ini adalah satu-satunya pekerjaan, tempat ia mencari Rizki. dan juga ... kenapa harus Zahra yang di jauhkan, bukan salah Zahra, tapi ini salah takdir yang membuat Tiga Hati itu harus merasakan sakit yang tak mereka inginkan.
*****
"Nak, Apakah kau tahu kalau tadi pagi Nak Saga pergi ketempat mu bekerja ?" tanya Ibunya Hanny
"Iya, Bu. tadi suster juga mengatakan hal itu, Tapi maaf, Hanny tidak ada dirumah sakit seharian ini,Bu" ucap Hanny seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa
"Pernikahan kalian, akan di lakukan secara sederhana, karena ini kan dadakan, itu juga permintaan dari Nak Saga, cukup beberapa orang penting saja yang datang " ucap Ibunya Hanny
"Ya, bagus juga,Bu. lagian Hanny juga tidak banyak teman yang mau Hanny undang," ucap Hanny tak semangat. Ia tak tahu harus bagaimana menghadapi hari itu. Hanny dan Sagara tak pernah bertemu, tak saling mengenal, dan saat ini mereka di tuntut untuk menikah, Karena wasiat dari sang Ayah Hanny.
*****
Pagi menyambut semua orang, Tuan Tara kini akan mengadakan rapat besar dan disana lah akan ia umumkan pernikahan Putra nya. Sagara memiliki kakak, Hanya saja dia sudah bertunangan, Kakaknya adalah pengusaha dalam majalah, Dan kini ia ada di luar Negeri bersama sang tunangan yang berprofesi sebagai Model majalah di perusahaan nya.
"Ayah, tidak bisakah kita merahasiakan pernikahan itu?" ucap Sagara
"Kenapa? Apakah biar kau dan sekretaris itu bisa bebas berjalan berduaan? Begitu maumu? Sagara, semakin kau membantah Papa, kemungkinan Papa akan mengundang beberapa Wartawan dan juga media untuk pernikahanmu itu," ucap santai Tuan Tara tapi penuh dengan penekanan.
Sagara terlihat marah tapi apa yang bisa ia lakukan? Dia pun keluar dari ruangan Ayahnya yang mana tempat itu akan diserahkan pada Saga setelah Saga menikah nanti.
"Jika kau bisa konsisten, Setelah kau menggantikan posisi Ayah, kau juga bisa membawa wanita itu menjadi sekertaris mu lagi, Tapi jika tidak_"
__ADS_1
"Saga faham " Sagara langsung berlalu setelah mengatakan dua kata itu. Sagara langsung berlalu dan menuju ke ruangan, Baru saja dia masuk kedalam ruangan nya ,Ia sudah di sambut uluran tangan dari Wanita yang sudah setahun ini bertahta di hati nya.
"Selamat,Tuan Saga, semoga anda bahagia dan menjadi suami yang baik" Zahra berkata dengan bibir tersenyum, Tapi Saga terdiam lalu memeluk dan menarik tangan Zahra yang terulur.
"Maafkan aku" hanya kata itu yang keluar dari bibir Saga, Zahra melepaskan pelukan itu membuat Saga heran
"Di sini kantor dan masih dalam jam bekerja, Saya masih bawahan Anda, bukan kekasih anda tepat nya akan menjadi mantan kekasih" Zahra tersenyum menampilkan deretan giginya yang indah.
"Tuan, percintaan sama halnya dengan bisnis, kadang kita kalah dalam bersaing kadang menang, Nona Hanny wanita yang baik, sangat cantik, Tuan pasti akan bahagia bisa menjadi suaminya" ucap Zahra
"Kau tidak merasa sakit hati dengan kenyataan ini?" Saga menatap lekat mata gadis yang terlihat begitu kuat itu.
"Sebagai kekasih, tentu aku sakit hati dan terluka, tapi sekarang ... aku hanya bawahan yang tak memiliki hak untuk merasakan itu pada anda, Tuan ... jangan berdebat lagi dengan orang tua Tuan, hanya karena cinta yang tak pasti, biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya, seperti air, yang akan mengalir entah dimana ujungnya" Zahra tersenyum lagi
Rapat itu akan segera di mulai, Zahra sudah menyiapkan semua berkas yang di butuhkan Sagara, meski ia tahu ... nanti akan ada pengumuman tentang pernikahan Saga, Tapi ia harus kuat, ia harus tunjukkan senyum seperti biasanya, jangan sampai orang lain tahu akan hancurnya hatinya saat ini.
*****
"Apakah kau yakin dengan pernikahan itu?" Tanya tiba-tiba Dokter Jigar, yang mana membuat Hanny terkejut, pasalnya ia belum menceritakan apapun pada Dokternya Jigar
"Jangan terkejut, Saga adalah sepupu ku, Aku tahu itu dari orang tuaku," ucap Jigar saat mengetahui keterkejutan Hanny
"Menurut mu Bagaimana, Dokter ? itu adalah Wasiat ayahku yang sudah tiada," ucap Hanny seraya tersenyum paksa pada Dokter Jigar
__ADS_1
Dokter Jigar terdiam mendengar kata itu, mendengar kata Wasiat ... Dokter Jigar tak bisa melakukan apapun.
"Saga baik, hanya saja dia lebih irit bicara" ucap Dokter Jigar berusaha menetralkan perasaannya yang hancur.
"Benarkah ? kalau begitu ... aku tidak perlu cemas lagi, kita sama-sama pelit bicara bukan?" ucap Hanny terkekeh.
"Selamat ya, dan semoga kau dengannya bahagia" ucap Dokter Jigar dengan senyum terpaksa nya.
"Masih kurang tiga hari,Dok" ucap Hanny terkekeh
"Tidak apa-apa, aku ingin menjadi yang pertama untuk mengucapkan kata itu untukmu'" ucap Dokter Jigar
"Terimakasih,Tuan" Hanny menerima uluran tangan Jigar dan saling pandang satu sama lain.
'Saga ... aku harap kau tidak akan menyakitinya, Karena ... aku akan membuat perhitungan jika itu kau lakukan pada wanita sebaik Hanny' bathin Dokter Jigar
****
"Jadi semua yang ada di kantor ini, bisa hadir, untuk merayakan pernikahan Tuan Sagara" ucap Tuan Tara seraya di iringi tepuk tangan oleh Zahra dan di ikuti oleh yang lainnya, Zahra tersenyum pada semua orang termasuk pada Tuan Tara, beda jauh dengan Saga.
'*Aku kira, Nona Zahra dan Tuan Saga punya hubungan spesial, eh ternyata enggak ya? kalian lihat sendiri kan wajah Nona Zahra sangat bahagia sekali ' ucap karyawan tadi yang ikut rapat.
'Iya, padahal mereka sangat serasi sekali ya, eh namanya juga jodoh iya, Kan" ucap lainnya
__ADS_1
"By the way, Dokter Hanny itu gak kalah cantik loh*"