
Tak ada wanita yang tak sakit hati, saat melihat suaminya memeluk wanita lain, Apalagi saat kita tahu ... Jika wanita itu adalah kekasih yang begitu ia cintai.
Tak ada hati yang tak sakit, Saat pernikahan yang ia impikan tak sejalan dengan yang ia harapkan. Suami yang sudah berjanji akan membuka hati dan akan membina rumah tangga dengannya, terlihat begitu terluka saat memeluk mantan kekasih.
'Aku egois ya, Mas ... aku sangat egois, Karena mengharapkan mu seutuhnya, padahal aku tahu .. di hati itu hanya ada Zahra dan Zahra, Aku egois, Karena sudah membuat kalian menghadapi semua ini berdua, Padahal aku juga pemain dalam skenario ini, Zahra tidak salah, ia sudah banyak berkorban, Aku yang harus sadar diri dan mengubah segala yang ada padaku,' bathin Hanny
Sedangkan di sisi lain, Zahra dan Arsel sudah berada di luar rumah sakit.
"Tuan, Terimakasih banyak atas semua bantuan anda," ucap Zahra seraya menatap Arsel.
"Berterima kasih lah pada adikmu, Jika bukan karena dia yang menghubungi ku, aku tidak akan tahu akan berita viral hari ini, Dia Yogi apa Nando ?" tanya Arsel yang bingung akan panggilan adiknya Zahra.
"Anda bisa memanggil dia sesuka Anda Tuan," ucap Zahra.
"Ikutlah denganku, " ajak Arsel seraya menarik tangan Zahra dan membawa nya masuk kedalam mobil. Nando alias Yogi hanya diam sedari tadi, Ia tak tahu harus minta tolong dengan siapa, Saat semua orang lengah, Yogi menghubungi Arsel dan menceritakan semuanya, Sehingga Arsel datang dan membuat skenario.
"Tuan, Anda benar-benar tahu keberadaan Noja Hanny?" tanya Zahra
"Sekarang kita berada di luar perusahaan, jadi ... Jangan panggil aku Tuan tapi panggillah, Arsel," ucap Arsel seraya menghidupkan mesin mobilnya.
"Yogi, Kau istirahat lah, ini sudah malam, Aavra liburan nya harus di tunda dulu ya," ucap Arsel pada Yogi adiknya Zahra.
Suasana malam kini menjadi Hening si hening suasana dalam mobil Arsel.
"Hani berada di tempat dimana ia akan berbulan madu dengan Biru, anak buahku sudah memastikan hal itu, Jadi ... kau Jangan cemas, dia saat ini baik-baik saja, hanya saja ia butuh ketenangan dan pikiran yang jernih untuk mengatasi masalah ini," ucap Arsel
__ADS_1
"Katakan padaku, Apakah kau masih mencintai Biru,?" tanya Arsel
"Jika aku harus jujur aku masih mencintai mas Biru, hanya saja ... sumpah aku tidak ada niatan untuk kembali padanya, aku benar-benar ikhlas melepaskan dia untuk Nona Hanny, Tuan Arsel, mungkin ini konyol, tapi ... aku benar-benar tidak ingin kembali pada mas Biru, hubungan kami benar-benar sudah berakhir saat mas Biru mengucapkan janji dan sumpahnya di hadapan semua orang bahwa Nona Hanny lah yang menjadi istrinya saat ini," ucap Zahra dengan sangat yakin, namun dengan mata berkaca.
Arsel sangat faham, Arsel juga tahu ... hubungan mereka seperti apa, Pasti sangat sakit bagi keduanya, Tapi disini Hanny juga tak salah, dari informasi yang Arsel dapatkan, Hanny sudah meminta Biru untuk menceraikan nya saat Hanny tahu, akan hubungan nya dengan Zahra, Hanya saja ... Biru meyakinkan Hanny, Bahwa saat ini dia dan Zahra sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan Biru sudah berjanji akan membuka hatinya untuk Hanny.
Namun ucapan hanyalah ucapan, janji hanyalah janji, yang mana hal itu telah membuat hati Hanny hancur untuk kedua kalinya.
Hanny kini sudah menutup jendela kamarnya, Ia sudah janji dengan Juan, bahwa merrka akan makan malam bersama. Hanny ingin menolak, Tapi ... ia juga tak enak pada Juan.
"Sangat pantas di jadikan, dokter tercantik tahun ini," puji jual saat melihat Hani duduk di hadapannya
"Kak Senior bisa saja, Sudah pesan makanan?" tanya Hanny
"Belum, aku takut ... Jika makanan kesukaan mu sudah berubah, pesanlah yang banyak," ucap Juan.
...****************...
Di tengah-tengah Juan yang berusaha membuat hati tersenyum kini perasaan biru mulai tak tenang. dia melihat ponselnya tidak ada balasan apapun dari hati bahkan ponsel honey pun terlihat aktif saat terakhir mereka berada di bandara.
Kini Biru terlihat duduk di dekat Bundanya yang masih terbaring lemah, serangan jantung yang tiba-tiba itu telah membuat Bundanya belum disadarkan diri hingga menjelang malam
"Maafkan Biru, Bunda. Biru sudah membuat Bunda sangat kecewa pada Biru, Biru ... Biru minta maaf Bunda," ucak Biru seraya menggenggam tangan Bundanya.
"Bunda aku harap Bunda mengerti dengan perasaan Biru, memang benar Biru sudah membuka hati untuk Hanny, tapi Bunda m kerinduan kepada Zahra juga masih ada dalam perasaan Biru, Biru harus bagaimana Bunda,? ucap Biru seraya mencium punggung tangan bundanya.
__ADS_1
Biru menundukkan kepalanya l, ia menyesal telah melakukan semua itu, seharusnya ia bisa menahan diri, kini karena kesalahannya ... ia harus menerima kepergian Hanny dan juga harus menerima perbincangan orang-orang tentang Zahra yang kini telah menyandang status pelakor.
Padahal Zahra tak salah apapun, Tapi Vidio yang sudah berhasil di rekam, pasti akan membuat semua orang berprasangka buruk tentang Zahra.
"Biru, Bagaimana keadaan Bunda,?" tanya Bima saat baru masuk ke ruangan Bundanya Biru
"Bunda belum sadar Bim, Iya ... masih marah padaku," ucap biru Seraya mengabaikan keberadaan Bima yang kini sudah berdiri di sampingnya
"Dua kali kau telah membuat Hanny pergi, Biru. Kenapa kau bodoh gak sih,?" ucap Bima
"Bukankah kau sudah mengatakan kalau kau telah melepaskan Zahraapakah ucapan itu hanya pura-pura tanya Bima,?" tanya Bima
"Bukan begitu, Bim. Entahlah ... aku masih berharap akan hubungan ku dengan Zahra, tapi sekarang ... aku seperti nya akan kehilangan kedua wanita sekaligus," ucap Biru
Melihat wajah sedih Biru, Bima pun tidak tega untuk mengintrogasi apa yang sebenarnya terjadi di bandara tersebut, hanya saja Bima tahu bahwa, berita itu sudah ada yang mengatur nya.
Apa pun masalah nya, kita harus bisa berpikir jernih, Tak ada cobaan jika tidak ada hikmah.
Bima berusaha untuk menguatkan diri dengan segala apa yang sudah terjadi dan juga Bima sudah mengatakan pada Biiru bahwa ini adalah konsekuensinya karena Biru sudah dua kali menyakiti hati Hanny.
Padahal Bima tidak tahu, bukan hanya dua kali biru menyakiti hati Hanny, tapi sudah berulang kali, mulai pertama pernikahan itu terjadi, Biru sudah mengatakan hal yang sangat menyakitkan bagi Hanny, Namun ia masih bertahan dengan segala sikap Biru.
Sedangkan Hanny sudah selesai makan malam bersama Juan, Ia juga langsung kembali ke kamarnya hotelnya. Berharap bisa istirahat denga tenang malam ini.
...****************...
__ADS_1
"Iya pak, Saya sudah berfikir dengan jelas, Kirimkan ke Mas Biru, jangan sampai Bunda yang membaca surat itu," ucap Hanny pada pengacara nya.