Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 36 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Hanny mengusap air matanya, lalu menatap Zahra yang sama-sama menangis.


" Kau dan Mas Biru saling mencintai, aku akan mundur dari pernikahan ini, Za_"


"Tidak Nona, jangan lakukan itu, ku mohon!" Pinta Zahra pada Hanny


"Aku mencintai Tuan Biru, ya ... Aku akui itu, tapi ingin hidup bersama itu tidak lah mungkin, Nona," ucap Zahra


"Kenapa tidak mungkin, Zahra ... Aku tidak akan menyalahkan ku atau mas Biru, aku benar-benar tidak tahu akan hubungan kalian, Zahra ... Aku_"


"Nona, ini bukanlah salah Nona, ini sudah takdir, dan pernikahan bukanlah hal yang bisa kita buat mainan," ucap Zahra


"Karena aku tahu, pernikahan bukanlah mainan, Pernikahan aku dan Mas Biru adalah kesalahan, aku tidak mungkin bertahan dengan seseorang yang mana di hatinya ada orang lain, Zahra!" Ucap Hanny


Sejenak mereka sama-sama diam, Zahra tahu ... Bahwa sekarang, Biru sudah membuka hatinya untuk Hanny.


"Nona Hanny, Jangan mundur, Aku yang mundur, ku mohon ... Tuan Biru sudah membuka hati untuk Nona dan menutup hati untukku, Jangan patahkan harapannya untuk membina rumah tangga dengan wanita hebat seperti Nona Hanny, Tuan sudah banyak berkorban dan_"


"Aku yang tidak berkorban sama sekali, Kau malah meninggikan Egoku, Terimakasih waktunya Nona Zahra," ucap Hanny

__ADS_1


"Nona, rahasiakan pertemuan ini dari siapapun, aku tidak_"


"Tidak mau ada yang tahu, termasuk aku," ucap seseorang yang mana membuat kedua wanita itu terkejut bukan main.


"Hanny, kau tidak salah, dan kau juga tidak meninggikan egomu, seandainya aku berterus terang padamu saat itu, mungkin saja ... semua ini tidak akan pernah terjadi, tapi ... apa yang Zahra katakan benar, Hubungan kami sudah putus saat aku dan kamu mengikrarkan sumpah di hadapan sang pencipta, Hanny ... aku minta maaf, Mari kita mulai semua dari awal," ucap tiba - tiba Biru


Menyadari hal itu Zahra bangkit dari duduknya dan berdiri lalu mundur untuk meninggalkan dua pasangan yang seharusnya selalu terlihat bersama.


Dengan diam Zahra meninggalkan biru dan Hani di tempat itu ia tersenyum meski air matanya terjatuh, hatinya lega melihat biru mengungkapkan keinginannya pada Hanny, Namun ... langkah nya terhenti saat ia susah ada di luar dan tubuh nya ada yang menahan nya.


Zahra terkejut, lalu ia melihat pada orang itu dengan air mata yang masih terus menetes, orang itu tersenyum seraya mengangguk kan kepalanya. Melihat itu, Zahra tersenyum, Lalu memeluk nya.


"Kau sudah mengambil keputusan yang benar, ingatlah! kau wanita yang baik, pasti akan ada pria yang jauh lebih baik dari pada Biru, aku bangga padamu," ucap orang itu yang tak lain lagi adalah Bima


"Aku minta maaf, aku hanya terpancing emosi saja, aku tahu ... Sahabatku ini tidak akan melakukan hal seperti itu," ucap Bima menyentuh pucuk kepala Zahra


"Sekarang, biar ku antar kau ke kantor, kau yakin akan tetap bekerja di tempat itu,?" tanya Bima


"Apakah ada pekerjaan lain untukku? kau tahu kan, adikku butuh uang, dan aku tidak tahu harus mencari pekerjaan dimana,"ucap Zahra

__ADS_1


"Pindah ruangan saja, jika satu ruangan, mana mungkin kau bisa melupakan pria sekeren dia," goda Bima


"Bima, aku bisa kok, dua hari ini, Tuan Biru dan aku sudah bisa berinteraksi kayaknya karyawan dan atasan, Kau tak percaya pada kami, aku tahu Biru, begitu juga dengan kau, sekali ia bersumpah dengan satu wanita, maka ia tidak akan melihat wanita lain, makanya tadi aku menolak saat Nona Hanny ingin mundur dari pernikahannya, Nona Hanny ingin aku dan Tuan Biru kembali bersatu, Nona Hanny belum tahu, jika Tuan Biru susah berusaha membuka hati untuknya," ucap Zahra


"Dia bukan tidak tahu, Zahra. Tapi dia tidak enak denganmu dan juga Biru, aku mengenal Hanny dengan sangat baik, bahkan pamanku begitu menyukai nya, Jigar juga, kau masih ingat Jigar kan? sepupunya Biru,?" ucap Bima


"Ingat, Ya .... siapa yang tidak menyukai wanita seperti Nona Hanny, jangankan pria, aku saja yang wanita suka," ucap Zahra seraya tersenyum kearah Bima.


*****


"Duduklah !" ucap Saga seraya duduk di hadapan Hanny, mengganti kan tempat Zahra


Hanny pun duduk, ia juga tidak enak menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya.


"Kau masih marah padaku?" tanya Biru


"Aku tidak pernah marah sama kamu, Mas," ucap Hanny


"Benarkah?lalu kenapa kau berubah,?" tanya Biru seraya menatap intens pada Hanny.

__ADS_1


"Bukan, bukan begitu ... aku, aku hanya ... "


"Kau cemburu pada Zahra,Kan!"


__ADS_2