Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 14 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Acara demi acara sudah selesai, jam susah menunjukkan pukul 10 malam, semua.para tamu undangan sudah banyak yang pamitan untuk pulang pada Tuan Tara dan juga Sagara. Terlihat juga wajah lelah Hanny, karena siang tadi dia tidak istirahat sama sekali, Saat semuanya masih sibuk pamitan, Sagara malah berlalu keluar meninggalkan anggota keluarga nya.


"Zahra, tunggu" panggil Saga saat melihat sosok yang begitu ia cintai hendak keluar dari gerbang rumahnya.


"Tuan Saga" ucap Zahra tak percaya bahwa Saga akan berani mengejar nya hingga keluar


"Tunggu, biar aku antar kau pulang, ini susah larut malam, dan kasihan juga adikmu" ucap Saga mencari alasan.


"Tidak perlu Tuan, saya sudah memesan taksi online, sebentar lagi akan sampai " telah Zahra yang mana ia bisa minat ada sepasang mata yang mengawasinya.Tentu Zahra tahu, kalau itu adalah Tuan Tara yang kini berdiri di depan pintu dengan mata yang menyorot kesal.


"Kau batalkan saja, Aku yang akan mengantarkan mu" paksa Saga


"Aku mohon, jangan lakukan ini, masuklah demi aku, Mas" akhirnya luluh juga air mata Zahra yang ia tahan.


"Ini bukanlah perasaan kita, perasan mbak Hanny atau takdir, tapi lihat lah, akan ada banyak hati yang terluka jika Mas meninggalkan Mbak Hanny saat ini " ucap Zahra memberi isyarat agar Saga melihat kearah matanya melirik. Tentu Saga faham, karena ia sudah lama bersama Zahra. Kekesalan Saga makin terasa.


"Baiklah, aku akan disini menemani mu sampai taksi itu datang, ku mohon jangan paksa aku kembali kesana" ucap Saga memelas pada Zahra.


Zahra terdiam lalu tersenyum, Namun ... siapa yang menyangka bahwa Tuan Tara memanggil Hanny agar menemani Saga untuk menemani Zahra.


"Tidak baik, jika seorang laki-laki dan perempuan berdua, apalagi sang lelaki sudah beristri, Hanny ... temanilah Saga disini untuk menemani Zahra, dia Assisten Saga di perusahaan " ucap Tuan Tara pada Hanny


"Baik, Ayah" hanya kata itu yang Hanny keluar kan, Namun ... ia tak tahu, tatapan dua orang yang ada di hadapannya.


Terlihat Saga membuang pandangannya kearah yang berlawanan dengan Hanny.


"Tuan, sebaiknya anda bawa Nona Hanny masuk, udara malam tidak baik untuk kesehatan " ucap Zahra pada Saga.


"Tidak apa-apa, Mas Saga benar, meninggalkan Nona Zahra disini, juga tidak baik" balas Hanny seraya tersenyum.


"Kalau begitu, aku kedalam duluan Ya, Mas. Mari Nona Zahra" Hanny tersenyum seraya berlalu meninggalkan Saga dan Zahra tanpa ada fikiran apapun selain atasan dan bawahan. Di saat Hanny masuk, Bundanya Saga dan Ibunya mendekati nya.


"Hanny, dimana Saga?" Rahayu Bundanya Saga


"Mas Saga_"

__ADS_1


"Aku disini, Bunda" jawab Saga dengan berusaha tersenyum.


"Ah, Saga, Bunda khawatir nak, Bawalah istirahat Hanny, dia sangat kelelahan " Bundanya menyentuh pundak Saga dan menatap nya dengan tatapan yang penuh harapan, seolah ingin berkata, jangan sakiti Hanny di malam pertamanya dia dirumah.


"Bunda, Ibu, ada hal yang ingin Saga katakan pada kalian, Besok ... Saga akan membawa Hanny kekediaman kami, aku sudah menyiapkan rumah untuk kami sendiri " ucap Saga yang membuat Hanny langsung melihat kearahnya.


"Loh, Kok secepat itu kalian mau keluar dari rumah ini?" ucap Bunda tak terima


"Kami hanya ingin belajar mandiri dari sekarang Bunda, Tidak apa-apa kan Hanny?" Rahayu Saga yang tak melihat kearah Hanny


"Aku akan ikut kemana pun suamiku pergi, Bunda, Ibu" jawab Hanny yang membuat kedua wanita itu tersenyum.


"Saga, Bunda berharap, Kalian bisa berada dirumah ini untuk beberapa hari kedepan, tapi ... jika itu sudah menjadi keputusan kalian, Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung kalian, tapi ingatlah Saga, Jantung keluarga adalah Istri. Jika sang Istri merasa tersakiti, maka kematian yang merupakan duka akan selalu berdatangan" ucap Bundanya Saga. Membuat Saga tersenyum meskipun itu sangat di paksakan.


"Baiklah, Bunda, Ibu, Kami keatas dulu, selamat malam" ucap Saga memberi kode pada Hanny agar mengikuti langkahnya. Hanny pun mengikuti langkah Saga.


"Kalian juga istirahat lah, "ucap Bunda nya Saga saat melihat Agam dan Alina turun


"Alina akan pulang, Bun. Jadi Agam akan mengantarkan nya" ucap Agam


"Tidak Bunda, Alina dan Mas Agam hanya 3 hari disini, Jadi ... waktu tiga hari, Alina akan manfaatkan untuk berdiam dirumah, hehehhe" jawaban Alina membuat kedua Bunda itu tersenyum.


"Baiklah, Agam hati-hati," ucap sang Bunda


"Baik, Bunda, Mari bu" ucap Agam pada Ibunya Hanny


Langkah demi langkah telah di arungi, Gelisah sudah terlewati. Saga dan Hanny kini saling membisu, sehingga bunyi hembusan angin seakan nyaring di telinga.


Setelah Hany membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Ia melihat Saga yang masih diam mematung, sekaan.banyak beban yang ia pikirkan saat ini. Hanny ingin memulai percakapan, mungkin sebagai pemecah kesunyian di ruangan ini.


"A_"


"Tidurlah, dan jangan bicara denganku jika bukan di hadapan orang tuaku" ucapan Saga lagi dan lagi tak bisa Hanny mengerti. Apa salahnya ... ? ia mengerti jika Saga tersiksa dengan perjodohan ini, tapi ... setidaknya beri waktu dan ruang untuk mereka saling mengenal, Jika masih tidak ada kecocokan, barulah bisa di akhiri, begitulah pikiran Hanny.


Akhirnya Hanny mengurangkan niatnya untuk berbicara pada Saga. Hanny meringkuk di tepi ranjang king size milik Saga, karena sebelumnya Saga sudah memberi pembatas antar tempatnya dan tempat Saga istirahat.

__ADS_1


'Sabarkan , ingat Hanny ... kau sudah sering mendapatkan pujian dan kejaran dari setiap para lelaki, sekarang sudah saatnya kau yang mengejar suami mu, buat dia bisa membuka hatinya untuk mu, perlahan dan perbanyaklah sabar' bathin Hanny.


Hanny pun memejamkan matanya, meskipun ia tak bisa tidur, namun ... ia hanya ingin menghindar dari sikap sang suami yang dingin padanya. Tanpa di sadar waktu sudah berlalu, Hanny kini sudah ada di bawah bersama Bunda dan Ibunya.


"Selamat pagi, Bunda, Ibu" Sapa Hanny saat menuruni tangga.


"Loh, kok susah turun," ucap sang Bunda


"Istirahat saja, ini masih terlalu pagi" imbuh sang mertua


"Tidak terbiasa, Bunda" jawab Hanny


"Bunda dan Ibu mau minum apa? biar Hanny buatkan " ucap Hanny


"Sudah ada bibi yang buat, sini duduk sam Bunda , Saga masih belum bangun?" tanya sang Bunda


"Sudah, Bu. Biasanya Mas Saga minum apa kalau pagi,Bun?" tanya Hanny


"Memang istri yang baik, Saga tidak memintanya padamu?"tanya Bunda yang di balas gelengan kepala oleh Hanny


"Ckkk, dasar si Saga, kalau pagi biasanya ia akan minum kopi susu, kalau malam susu, dia gak suka pedas, karena dia punya asam lambung" ucap Bundanya Saga yang di balas anggukan kepala oleh Hanny.


"Baiklah, kalau begitu Hanny coba buatkan Mas Saga minuman ya, Bun"ucap Hanny yang di balas anggukan kepala oleh sang Bunda.


Setelah Hanny berlalu, Bunda Saga menatap pada arah besannya.


"kau sukses menjadikan nya wanita yang baik, dan memiliki tata Krama yang baik,"


*****


"Aku tidak meminta kau membuatkan aku minuman, dan dengarkan aku baik-baik, jam 10 kita akan pindah, di sana kita akan hidup sendiri, jadi ku mohon, jangan lakukan apapun untukku, jangan berikan aku layanan apapun," ucap Saga saat Hanny meletakkan nampan yang berisi kopi susu itu.


Sejenak Hanny menarik nafasnya dalam-dalam, lalu melangkahkan kakinya mendekati suaminya. Ia menatap lekat pada wajah sang suami, dengan tatapan yang tenang, dan meneduhkan.


"Aku tidak tahu, seberapa sakitnya perjodohan ini bagimu, sehingga kau selalu melampiaskan semuanya padaku, Ya ... kau pantas marah, tapi ... dimana salahku dalam hal ini? Aku sudah mengambil sumpah untuk menjadi seorang istri yang baik di hadapan sang pencipta, bukan hanya di hadapan manusia, Aku hanya melakukan tugasku,jika kau tak ingin, tidak apa-apa, Seharusnya kau menolak dari awal, agar tidak menjadi seperti ini," ucap Hanny yang akhirnya meluapkan sebagian keluh hatinya.

__ADS_1


"Kau ingin setahun dalam pernikahan ini, tapi aku ragu, Sebaik nya kita akhiri dalam sebulan saja, biar semuanya tidak terlalu menyakitkan " ucap Hanny yang langsung pergi meninggalkan kamar Saga. Saga tercengang, ia tahu ... kalau semua ini bukanlah salah Hanny, hanya saja ... perhatian Hanny akan membuat pertahanan nya goyah. Dan ia tidak ingin itu terjadi.


__ADS_2