
Semuanya sudah di mulai dari awal, Jigar dan Zahra memulaikehidupan mereka di luar Negeri, Sedangka Biru dan Hanny juga memulai lembaran baru dengan hadirnya janin dalam rahim Hanny. Biru yang mendengar ucapan Jigar, langsung membawa Hanny ke dokter, dan ternyata apayang Jigar katakan itu benar, Hanny saat ii sudah hamil 6 Minggu.
''Mas, nant jadwal periksa kalau mas gak bisa datang gak usah datang tidak apa-apa, Mas. Lagian tman sendiri yang meriksa,'' ucap Hanny dari balik panggilan ponselnya.
''Aku akan datang, tunggulah sebentar lagi,'' jawab Birru yang langsung berdiri dari duduknya.
''Kau tunda rapat hingga jam 1 nanti,'' ujar Birru pada asistennya seraya meninggalkan ruangannya.
''Baik, Tuan,'' jawab sang Asisten seraya menundukkan kepalanya. Dalam waktu yang dekat kakaknya Biru akan melangusngkan pernikahannya, tentu itu adalah kabar yang sangat membahagiakn bagi Birru dan Hanny, setelah mereka melalui pertunangan selama beberapa tahun, akhirnya meeka siap untuk menikah.
******
Di sisi lain, Zahra dan Jigar seang menikmati moment pacaran setelah menikah.
''Sayang, datanglah ke kampus, aku tunggu kita makan siang bersama disini,'' ujar Jigar
''Memangnya tidak apa-apa ah, mas? kalau aku kesana, aku malu sama teman-temanmu,'' ujar Zahra
__ADS_1
''Kenapa, apa karena kau terlalu cantik, makanya kau merasa malu?'' tanya Jigar menggoda istrinya.
''Mana ada seperti itu, Mas? Yang ada aku jelek di bandingka dengan teman-temanmu, karena itulah aku gak percaya diri,'' ucap Zahra mengerucutkan bibirnya.
''Kau pasti lagi manyun, iya kan?'' tanya Jigar
''Kok tahu?'' tanya Zahra seraya menyentuh bibirnya
''Hahahah, dan sekarang kau sedang memegang bibiru, iya kan?'' tanya lagi Jigar
Zahrapun tidak bisa menolak permintaan suaminya itu, entah apa yang ada dalam pikiran Jigar, sehingga ia meminta dirinya untuk datang ke kampusnya, yang mana di sana akan ada ratusan para calon dokter hebat.
''Sudahlah, kalau nantisekiranya malu-maluin, aku nagku pembantunya kali,ya?'' gumam Zahra lagi, tidak ingin Jigar menunggu lama, akhirnya Zahra-pun berangkat menuju ke kampus tempat suaminya berada..
Zahra cukup berjalan kaki kesana, karena di kota ini sangat jarang orang memaki kendaraan, dan Zahra sudah terbiasa dengan bejalan kaki seraya menikmati keindahan kota.
Hingga tanpa di rasa, akhirnya Zahra sudah sampai di depan gerbang kampus Jigar. Zahrapun mengirimkan pesan pada Jigar dan mengatakan kalau ia sudah ada di depan gerbang, tentu Jigar tersenyum dan membalas pesan Zahra, bahwa dia sudah menuju ke tempat Zahra, dengan gugup Zahra meremas ponselnya dan melihat kearah satpan yang terus mengawasinya. Zahra menganggukka kepalanya tanda memberi hormat pada satpam itu seraya menampilkan senyumannya, melihat itu satpam itupun juga tersenyum pada Zahra.
__ADS_1
''Nona nunggu siapa?'' tanya satpam itu
''Aku nung ...
''Nunggu aku pak,'' jawab Jigar seraya merangkul pinggang Zahra
''Eh tuan Jigar, kekasihnya tuan?'' Tanya satpam itu
''Iya, Pak. Kekasih halalku,'' jawab Jigar dengan senyumannya, mendengar jawaban Jigar, Zahra tersenyum seraya menatap kewajah suaminya itu.
''Baik, Pak. Kalau begitu ... Aku masuk dulu, pak,'' ucap Jigar seraya membawa Zahra masuk kedalam kampusnya.
''Memangnya boleh membawa aku ksini?'' tanya Zahra seraya berjalan berdampingan dengan Jigar
''Kenapa, kau istriku, kita bebas bersama dimanapun kita mau, '' jaab Jigar seraya mengengam tangan Zahra. Ketika mereka melewati loromg kampus, banyak mata yang menatap kearah meeka terutama arah tangan Jigar yang menggenggam tangan Zahra.
''Gawat, gawat, apakah kalia tidak tahu ... dokter Jigar yang tampan itu menggandeng tangan wanita,'' ucap salah satu maha siswi di salah satu ruangan itu.
__ADS_1
''Kau jangan bercanda, Ke ...'' ujar salah satu dari mereka denan antusias
'' Kalau kau tidak percaya, silahkan kau liat sendiri,'' ucap wanita yang bernama Keke, mahasiswi yang di juluki pembawa kabar terkini.