Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 107


__ADS_3

Kedua pasangan sudah sama-sama. menerima takdir yang sudah Tuhan tuliskan.


Tantangan kehidupan bagi setiap orang itu tentu berbeda dan silih berganti sudah menjadi tugas kita untuk senantiasa menjalinnya dengan berlapang dada. cobaan dan ujian mungkin membuat kita berpikir panjang dan logis terkadang akhirnya dan membuka lembaran baru dapat menjadi salah satu jalan yang terbaik.


Untuk memulai kehidupan yang baru banyak pula tantangan yang harus kita hadapi, sebab memulai sesuatu yang baru itu butuh proses yang beradaptasi bagi siapapun yang melakukannya. Namun bukan berarti itu adalah hal yang mustahil untuk kita lakukan, tetap yakinkan diri untuk menghadapi segala tantangan hidup di depan mata.


''Bagaimana kerja samanya? Apakah berlanjut atau malah batal?'' Tanya Hanny ketika ia dan Biru sedang sarapan pagi.


''Belum ada kabar dari mereka, Aku berharap kerjasama ini Batal jika hanya akan merugikan orang lain apalagi warga kecil yang begitu membutuhkan dana,'' ucap Biru


''Ituu jauh lebih baik, karena kita sudah memiliki banyak uang namun mereka sangat membutuhkan uang, lalu apa gunanya kita untuk mengambil hak mereka,'' imbuh Hanny.


''Apalagi lahan yang akan kalian ambil adalah satu-satunya mata pencaharian mereka,'' ucap Hanny.

__ADS_1


''Kenapa mas rusak gunakan sungai saja untuk jalan, Mas bisa membangun jembatan tentu jembatan yang kokoh untuk orang lewat, jika sawah yang mas ambil, lalu mereka akan bekerja apa?'' Tanya Hanny.


''Itu juga bisa mengurangi dana yang keluar loh, Mas. Sawah warga itu luas-luas, uang 200 juta kurang untuk mereka bertahan hidup, apalagi bagi yang memiliki banyak anak, Mas'' ucap Hanny. Biru terdiam, karena ide dari Hanny sangatlah bagus dan cemerlang.


'' Kenapa aku tidak kepikiran ke arah situ, ya, ?''Ucap Biru membuat Hanny tersenyum.


''Terimakasih sayang, kau memiliki stile. untuk berbisnis, sayang, '' ucap Biru.


"Sama-sama, Mas, '' jawab Hanny seraya membalas senyuman Biru.


Kediaamn Biru dan Hanny langsung sepi keykan mereka semua sudah keluar.


*******

__ADS_1


''Kenapa sakit begini?'' Tahya Zahra pada diri sendiri ketika ia hendak mau turun dari ranjangnya.


''Eh, kau mau kemana? Udah disitu saja, kau kesakitan?'' Tanya Jigar ketika ia harus aja kekuar dari kamar mandi, dngan langkah cepat keduanya saling bertatapa.


''Aku ingin menyiapkan kebutuhanmu, Mas, '' ucap Zahra.


''Udah jangan repot-reopot, biar bibi saja yang melakukamnya, kau sekarang adalahh seorang nyonya muda, '' goda Jigar eoraya menahan Zahra agar tidak turun dari ranjangnya.


'' Mas kau tahu kalau aku kesakitan?'' tanya Zahra.


''Tebtu tahulah, sayang. Apa kau mau buang air kecil?''tanya Jigar, yang mana Zahra langsung menganggukkan kepalanya. tempat berbicara jika langsung menggendong tubuh Zahra menuju ke kamar mandi, bahkan jika membantu Zahra untuk membersihkan tubuhnya.


''Nanti malam lagi ya?'' bisik Jigar seraya berulang kali mengecup punggung tubuh Zahra', tentu Zahra merasakan geli akan deru nafas Jigar.

__ADS_1


''Aku rasa aku akan candu dengan tubuhmu, sayang'' bisi Jigar di telinga Zahra.Tentu Zahra bahagia mendengar pujian itu. Laki-laki adalah tulang punggung wanita, namun saat ini banyak sekali, wanita yang juga menjadi tulang punggung berdampingan dengan laki-laki


__ADS_2