
''Bagaimana keadaan Bunda, Biru minta maaf, Biru salah dan tidak tegas dengan hubungan Biru, Tapi Biru janji akan memperbaiki semuanya, Maafkan Biru, Bunda, '' ucap Biru seraya mencium tangan bundanya
''Biru, Bunda yang ingin minta maaf, Nak. Dari awal... kau susah menolak hubungan ini, tapi kami yang egois dengan tetap menjodohkan mu dengan Hanny, Bunda akan selalu mendukung mu, Nak. Karena kami, kehidupan mu menjadi seperti sekarang, '' ucap Bunda nya Biru
"Bunda, Biru ingin bertahan, beri sekali saja kepercayaan pada Biru, Biru janji tidak akan mengulang hal yang sama,'' ucap Biru
''Lakukan sayang, Bunda sekarang akan selalu mendukung mu, " ucap Bunda nya Biru.
''Doakan Biru, agar apa yang Biru usahakan bisa terwujud,'' imbuh Biru
...----------------...
''Zahra adalah gadis yang baik, Aku benci dengannya, bukankah akan sangat lucu jika sku menikahinya,? " ucap Jigar seraya tersenyum pada Hanny
''Kau jahat sekali, Kenapa harus menikahinya, Ibu menyuruh ku untuk memberi kesempatan sekali lagi pada Tuan Biru, jadi kau tak perlu menikahinya, dia tidak akan mengulang hal yang sama, '' ucap Hanny.
__ADS_1
Awalnya Hanny akan tetap dengan pendiriannya untuk berpisah dengan Biru, tapi melihat Jigar yang sudah serius ingin menikahi Zahra, Hanny menjadi berubah pikiran.
''Jigar, Bukankah lebih baik kita yang menikah, bukan kau dan Zahra,'' ucap Hanny untuk kedua kalinya.
''Lalu bagaimana dengan hatimu yang sudah mencintai Biru, perjuangkan... jangan sampai kau menyesal, Cinta adalah anugerah, aku bersyukur karena bisa mencintai wanita seperti mu, tapi terkadang kita tidak di jodoh kan dengan wanita yang kita inginkan, ''ucap Jigar.
Hanny tidak tahu harus berkata apa lagi, agar Jigar mengurungkan niatnya untuk menikah dengan Zahra, Hanny bukannya egois, tapi ia hanya takut jika Zahra dan Jigar akan lebih terluka lagi.
''Maafkan aku, aku yang salah disini, '' ucap Hany tertunduk
Malam ini Jigar dan Hanny menghabis waktu bersama, Seolah-olah kantuk tak sudi untuk menyapa merek, suara tawa dan canda mereka terdengar begitu bahagia, Ibunya Hanny meletakkan cemilan di dekat dua anaknya yang saling berbagi cerita.
''Bibi, Terimakasih, '' ucap Jigar
''Seharusnya bmBibi yang berterimakasih padamu, Karena selalu ada untuk menguatkan hati anakku, Jigar... semoga kau selalu bahagia, Nak'' ucap Ibunya Hanny
__ADS_1
''Terimakasih Bi, '' hanya kata itu yang keluar dari mulut Jigar, pada sosok yang begitu ia hormati setelah ibunya.
Setelah itu, Ibunya Hanny pun berlalu dan meninggal kan keduanya.
''Kapan akan aktif kerumah sakit, ?'' tanya Jigar
''Entahlah, aku masih izin sama ketua, Aku tak ingin masalahku malah mengganggu pekerjaan ku, jadi ... aku memilih untuk libur dulu,'' ucap Hanny
''Iya juga sih, Nanti kau slaah ngasih obat kan jadi ribet lagi masalahnya, hahahahah,' tawa Jigar pecah, membayangkan Hanny salah memberi obat pada pasiennya.
Malam semakin larut, hingga tanpa sadar kini jam sudah menujukkan pukul 1 Dini hari.
''Jigar, kau bermalamlah di sini, Maaf... mengajakmu main kerumah dan menahanmu disini, '' ucap Hanny.
''Tak masalah, Kau juga seharusnya istirahat, karna menamaniku bicara kau malah belum istirahat,'' ucap Jigar yang sudah melihat mata kantuk Hanny. Keduanya saling bertatap dengan begitu lama, hingga tawa datang dari kedua nya secara bersamaan.
__ADS_1
Cinta tak harus memiliki, cukup melihat orang yang kita cintai bahagia itu sudah lebih dari cukup.