
Acara yang paling Saga tidak inginkan akhirnya tiba juga, Kini Saga dan Hanny sudah di hias, Tidak bisa di pungkiri, Saga juga takjub dengan kecantikan Hanny. Dia lelaki normal,hanya saja kekecewaan nya kini menggelubungi hatinya.
"Mas, aku tahu, Mas tidak setuju dengan perjodohan ini, Maafkan aku, dan maafkan almarhum Ayahku, Tapi ... bisakah nanti di hadapan semua orang, Mas tersenyum, meskipun bukan untukku, atau bukan demi ku, Bisakah mas lakukan demi Bunda dan Ayah " ucapan itu sangat sesak saat Hanny mengutarakan, Ia mengatakan hal itu dengan kepala menunduk, Menahan segala rasa yang ia sendiri mengapa sesakit ini.
Hanny tidak pernah berinteraksi dengan pria manapun kecuali dalam hal pekerjaan dan teman sekerja nya, Dan saat ini ia di hadapkan dengan kenyataan pernikahan yang menurutnya sangat mendadak, Mereka tak saling mengenal, tentu Hanny berfikir, bahwa Saga hanya kecewa dengan perjodohan, Tanpa Hanny tahu ... Saga bersikap seperti itu karena hatinya sudah ada yang memiliki, Andaikan Saga jujur pada Hanny dari awal, mungkin Hanny akan menggagalkan pernikahan yang menurutnya akan menyakiti tiga hati. Tapi Hanny yang polos dan lugu, tidak tahu alasan itu.
"Kau pintar juga, Ku kira kau bodoh dan hanya bisa mengikuti perintah orang tuamu" cebik Saga seraya melihat kejam yang melingkar di tangannya
"Besok kita akan tinggal dirumah kita sendiri, Disana kita bisa menjalankan hidup kita masing-masing, Hidupku dan hidupmu berbeda" ucap tajam Saga tanpa melihat kearah Hanny.
Hancur
Apakah ada yang tidak sakit hatinya saat mendengar ucapan itu, Mereka baru di pertemukan hari ini, dan Sah menjadi sepasang suami-istri, Tapi ... sudah dua kali Saga mengatakan hal yang membuat hati Hanny hancur.
Hanny tersenyum seraya mengusap air matanya yang bisa saja merusak riasannya.
"Tentu, aku tahu apa yang harus aku lakukan, Mas. Bersiaplah, kau haru selalu tersenyum beberapa jam kedepan" ucap Hanny yang kini melangkah kehadapan Saga. Tanpa di sadari, Pintu kamar itu terbuka, dan mereka melihat kedekatan dan tatapan keduanya yang begitu indah. Mereka berfikir itu adalah tatapan penuh cinta, kenyataan nya itu adalah hal yang tak bisa mereka bayangkan.
'*Mas, aku akan membuat mu jatuh cinta padaku, Meskipun aku tidak tahu caranya dan tak tahu caranya jatuh cinta, Tapi aku sudah berjanji akan mengabdikan hidupku padamu, jadi aku akan memenuhi janji dan sumpah ku itu' bathin Hanny seraya terus menatap Saga dengan tajam
__ADS_1
'Hanny, aku tidak tahu, apakah ucapan ku tadi sudah menyakiti mu, tapi aku harus lakukan itu, agar kau cepat-cepat pergi dari hidupku, Hanny, aku tahu kau wanita baik, dan sangat beruntung Lelaki yang mendapat kan dirimu, hanya saja, hatiku menginginkan wanita lain, Wanita yang sudah bersinggah di hatiku, Semoga kau bisa mengerti dengan apa yang ku lakukan, Dan aku harap, kekasihmu datang dan mengambil mu lagi dariku' bathin Saga seraya membalas tatapan tajam itu*.
Hem ...
Sebuah deheman terdengar, sehingga membuat Hanny dan Saga sama-sama sadar akan setiap tatapan itu.
"Cie,Saga ... Saga, aku tahu, kau tak akan bisa selalu menghindar dari wanita secantik Hanny, Tapi sabarlah, waktunya bukan sekarang kau menerkam nya, Sekarang ayo kalian keluarlah, Semua para tamu undangan sudah hadir." ucap Alina kakak ipar Saga yang memang mudah akrab dengan siapapun.
"Baiklah, Kak. " ucap Saga seraya mengalihkan pandangannya.
Alina pun membuat Hanny dan Saga bergandengan, yang mana tangan Hanny merangkul lengan Saga. Di sana Alina membawa Sang dan Hanny untuk turun menemui para tamu undangan. Saat mereka sudah berada di tangga, Semua mata menatap kearah Saga dan Hanny. Takjub, itulah kata yang tepat untuk pasangan kali ini, Jangankan yang lainnya, Zahra juga terkejut dan kagum, melihat keserasian antara Saga dan Hanny. Zahra tersenyum seraya mengusap air matanya yang sudah mengalir di pipinya.
"Sayang, Tidak semua cinta bisa bersatu, Kau lihatlah siapa bidadari yang kini ada di samping kak Saga, dia adalah malaikat mu,lewat tangannya kau bisa sembuh, Dia Dokter Hanny sayang, Kak Saga menikah dengan wanita hebat itu, Bukankah kau juga harus senang dan bahagia untuk itu,?" ucap Zahra seraya tersenyum pada adiknya, beruntungnya gadis seusia Adiknya Zahra tidak mengerti dengan apa yang sudah Zahra katakan. Sejenak Adiknya Zahra menatap ke arah pengantin itu.
"Ayo kita kasih selamat untuk Tian.Saga dan Nona Hanny" ajak Zahra saat melihat beberapa rekan kerjanya sudah pada naik untuk memberikan selamat pada Saga dan Hanny.
Langkah kedua wanita yang beda generasi itu tak.luout dari sorotan Tuan Tara. Ia sedikit menyunggingkan bibirnya saat melihat senyuman dari Zahra, wanita yang begitu putranya cintai.
"Selamat Tuan " ucap Zahra saat berjabat tangan dengan Saga, Namun ... Saga menahan tangan Zahra sehingga pandangan mereka saling bertemu, ingin mengungkap kan kerinduan lewat tatapan itu .
__ADS_1
"Selamat Nona Hanny, dan Terima karena sudah menjadi Dokter yang sangat baik terhadap adikku," ucap Zahra melepaskan pegangannya dari Saga dan segera berjabat tangan dengan Hanny.
"Sama-sama, Terimakasih.juga karena sudah hadir"ucap Hanny ramah pada Zahra. Wanita yang kini menjadi pusat perhatian Saga, Namun ... masih belum Hanny sadari.
"Kak Dokter sangat cantik, Tapi ... Kak Saga sud_"
"Kalau begitu kami pamit turun dulu, semoga kalian bahagia selalu" selang Zahra menghentikan ucapan adiknya yang mungkin bisa saja menjadi senjata yang akan membunuh nya nanti.
Hanny tersenyum lalu mengusap kepala adiknya Zahra dengan lembut. Saga terus mengekori langkah Zahra. Zahra terlihat menikmati hidangan yang tersaji. Dan tentu Agam bisa melihat semua kejadian di atas.
''Pilihan yang sangat sulit, mereka sama-sama baik, ah ... hanya saja aku harus ada di pihak Hanny, Karena Ayah mertua begitu menyukai ya'' ucap pelan Alina pada Agam.
"Zahra pasti sudah di datangi oleh Ayah, aku tahu bagaimana Ayah akan bertindak" ucap Agam seraya menikmati minuman yang ia pegang.
"Kasihan juga ya, Itukan bukan salah Zahra atau Saga bahkan Hanny juga tidak tahu apa-apa, Tapi aku yakin, jika Hanny tahu akan hubungan Zahra dan Saga, Dia pasti _"
"Pasti akan membatalkan perjodohan ini" sambung Agam yang terus menatap kedua mempelai di atas. Benar saja,Saga selalu menampilkan senyuman pada semua orang.
Hanny menjadi wanita yang tercantik dengan luka hati yang paling perih dan dalam. Saga menjadi pria yang paling tampan dengan sikap dingin dan kejamnya.
__ADS_1
Akan kah Hanny mampu meluluhkan hati sang suami, Meskipun suatu saat Hanny tahu kenyataan yang sebenarnya?