
"Kau yakin kalau itu adalah Zahra Latifa dari perusahaan Biru?" Tanya Arsel pada Asisten nya
"Yakin Tuan, Hanya saja ... ia belum keluar dari perusahaan itu dan melamar di perusahaan kita," ucap Asisten Arsel
"Terima dia, beri dia pekerjaan yang bagus, layani dia, beri kehormatan untuk dia, Dia adalah Asisten sekaligus sekertaris Biru, bekerja dengannya Biru bisa mencapai kesuksesan yang kuat biasa, aku ingin ... mencicipi kesempatan itu untuk meraih kesuksesan dengannya," ucap Arsel yang sangat tahu akan kinerja seorang Zahra Latifa
"Dan pastinya, beri dia fasilitas yang baik," ucap Arsel. Tentu Asisten nya faham dengan arah tujuan Arsel,
"Akan saya lakukan dengan baik,Tuan" ucap Asisten itu
'Selamat datang, Zahra Latifa. Selamat bekerja sama dengan ku, Arsel' bathin Arsel' dengan senyum liciknya.
*****
"Apakah penting, Tuan" tanya Zahra
__ADS_1
"Kenapa? kau sangat sibuk kah ?" tanya balik Biru
"Ya lumayanlah, Tuan." jawab Zahra kikuk
"Letak kan saja, Ayo kita makan siang bersama, di kantin pribadi," ucap Biru
"Tapi bagaimana dengan tatapan para karyawan Tuan?" tanya Zahra'
"Bawa satu berkas saja," ucap Biru seraya meninggalkan Zahra, agar Zahra tidak lagi mempertanyakan hal yang akan membuat Zahra menolak untuk makan bersama
"Baik,Tuan" Akhirnya Zahra pun mengikuti langkah Biru yang besar.
Entah apa arti dari tatapan itu, tapi Zahra yakin .. mereka tidak mungkin akan berfikir yang tidak-tidak tentang nya.
"Duduklah," ucap Biru
__ADS_1
"Sekarang kita di luar pekerjaan bisakah jangan panggil, Tuan" ucap Biru saat mereka sudah duduk saling berhadapan.
"Lalu apa yang ingin kau bicarakan dengan ku, Apakah Bima sudah mengatakan semuanya?" Tanya Zahra
"Ya, Kenapa?" tanya Biru
"Mas, selama ini, Aku menjaga hatiku hanya demi kamu, menutup hatiku hanya untuk kamu, walau banyak rintangan di hadapan ku, aku selalu melewati nya dnegan yang sabar, banyak yang mendekati ku, tapi rasa ini tak bisa tergantikan selain kamu, jika masih ada harapan, aku hanya ingin denganmu, Tapi ... itu tak mungkin, Mas. Aku ikhlas putus dengan mu, tapi ... setiap saat aku melihat mu, Apakah hatiku sanggup? Maafkan aku .. tapi aku benar-benar ingin berhenti dari perusahaan ini, tidak apa-apa jika Mas Biru menganggap ku tidak profesional, karena sudah membawa urusan pribadi dengan pekerjaan, Tapi ini hatiku, Mas. Hatiku yang tak mampu, aku hanyalah wanita biasa, yang memiliki cinta yang tak sampai, jadi .. aku mohon, terima unduran diri ku," ucap Zahra yang kini sudah menundukkan wajahnya yang sedari tadi menatap Biru dengan berani.
"Maafkan aku, Zahra. Aku yang sudah membuat mu begini," ucap Biru
"Tidak, tidak ada yang salah di antara kita, anggap saja ... aku ingin mengasah diriku, masih sanggupkah diriku ini," Ucap Zahra seraya mengusap air matanya dengan penuh keyakinan.
Zahra memberanikan diri mengangkat wajahnya hingga tatapan kedua nya saling bertemu.
"Mas, cintai dia, sayangi dia, anggaplah ia sebagai pengganti diriku, aku tahu ... aku masih ada dalam hatimu, begitu juga dengan ku, Aku bahagia jika melihatmu bahagia, Aku mencintaimu, akan terus begitu, ku mohon ... terima pengunduran diriku," ucap Zahra dengan mimik wajah yang menyedihkan
__ADS_1
"kau sudah yakin dengan keputusan mu, Bima pasti sudah mengatakan, bagaimana Arsel',kan?" ucap Biru
"ya, Tuan Bima sudah mengatakan, tapi aku sangat yakin, kalau Tuan Arsel tidak seburuk yang kalian katakan, misal seperti itu, jadi .. aku akan langsung berhenti saat itu juga.