
Zahra kini menatap langit-langit kamarnya, mengingat semau kejadian yang baru saja terjadi, bahkan tamparan dari Jigar masih sangat ia rasa. Ini pertama kalinya ia merasakan seseorang menampar nya, Tapi ... Zahra memaklumi apa yang sudah Jigar lakukan, ia juga merutuki dirinya sendiri, Kenapa ia membela Biru dengan sebegitu nya, Jelas - jelas apa yang dilakukan Biru memanglah salah, Apakah benar dirinya masih sangat mengharap kan Biru, Dan lagi ... ia bahkan tak menolak dengan pelukan yang Biru berikan.
'Zahra, Kau salah ... Jika kau tak membuka pintu, maka pria itu tidak akan masuk, kau masih memberinya harapan, Ra ... Stop!jangan mau lagi bicara dengannya,' bathin Zahra
'Tapi, kau tak bisa membohongi dirimu sendiri, bahwa kau juga masih sangat mencintai nya, kau bahkan sampai pindah dari pekerjaan mu hanya untuk bisa menghindar darinya, Bukankah itu kau masih sangat mencintai nya, Zahra ' bathin Zahra lagi
'Kau sudah mengalah, dan bukan salah mu jika Biru masih mendekatimu, ' bathin Zahra lagi
'Sakit hatiku, Mas. Apa yang harus aku lakukan ? Kenapa ... dan mengapa?' tangis Zahra pecah, Ia menutup wajahnya dengan bantal, menangis dan berteriak, beruntung nya adiknya sudah tidur sejak sebelum kejadian Jigar datang. Padahal ... sebelum itu, Adiknya masih di pangkuan Biru.
'Aku harus pergi beberapa waktu, untuk menenangkan diri dan menghindari Mas Biru, Ya ... kebetulan, besok adalah hari libur untuk adik, aku bisa libur, biarlah di pecat sama tuan Arsel, dari pada aku selalu di datangi sama Mas Biru,' bathin Zahra seraya . melihat saldo di aplikasi birunya. Ia sangat terkejut saat ada transferan masuk beberapa jam yang lalu, dan ternyata itu adalah dari Biru.
[ Itu untukmu dan adikmu, Maafkan aku karena aku Jigar menampar mu, Aku masih sama , Aku masih Biru mu, Zahra] pesan itu bersamaan dengan masuknya saldo di rekening Zahra.
Perasaan Zahra makin gak tenang, Bagaimana jika Hanny tahu akan transferan itu, seperti cerita-cerita di novel yang mana istri pertamanya memergoki suaminya mentransfer uang selingkuhannya dengan jumlah yang tidak sedikit, Zahra cemas akan kemungkinan itu.
'Oh Tuhan ... Bagaimana ini?' bathin Zahra
'Aku kembalikan saja pad Mas Biru, Ya ... kembalikan saja, lalu ... apa yang harus ku tulis, Jika pesan ku yang baca malah Nona Hanny, bukankah itu akan menambah masalah?' bathin Zahra kebingungan sendiri, Hingga jam sudah menunjukkan pukul tengah malam.
...****************...
"Assalamualaikum, Mas ... sudah lam datangnya ? Loh ... bibir dan pipimu kenapa, Mas?" tanya Hanny cemas, Ia langsung mengambil kotak P3K untuk suaminya.
"Tidak apa-apa, Tadi ... tadi aku bantu ibu-ibu yang kecopetan, Ya ... terjadi lah aku di pukul sama copetnya, Heheheh maklumlah ... mereka banyak, tapi aku bisa kok ngalahin mereka," ucap Biru seraya menatap wajah Hanny yang kini berada di depannya, Sambil mengobati luka dan lebam di wajahnya Biru.
__ADS_1
"Sudah makan?" tanya Hanny
"Belum, Bunda bilang kau masak masakan yang enak jadi aku sengaja tidak makan di kantor, Kau pasti membawakan aku masakanmu kan?" tanya Biru Seraya tersenyum pada Hanny.
tentu Hani sangatlah bahagia mendengar kalimat itu meski hanya makanan yang ditunggu biru tapi itu sudah cukup membuktikan bahwa biru memang benar-benar sedang membuka hati untuk dirinya.
"Aku bawa, Bentar ... aku hidangkan, Setelah itu makan dan minum obatnya," ucap Hanny seraya meninggalkan Biru dan melangkah menuju ke arah dapur. Mengambil beberapa wadah untuk masakan yang sudah ia bawa.
Biru terus menatap Hanny dengan tatapan bersalah, Salahkah jika ia serakah? mengharap ... Ia tetap memiliki Hanny tapi masih bisa bersama Zahra.
...****************...
"Katakan pada Biru, jika hanya ingin menyakiti Hanny, bisakah ia lepaskan Hanny? Ayah ... Biru masih bersama Zahra, bahkan malam ini pun ia ada di rumah Zahra," ucap Jigar yang sudah tidak tahan menahan sakitnya
JEDDAR ...
"Maafkan aku Ayah, aku mengakui ... Jika aku menyukai Hanny, tapi aku tidak ada niatan untuk mengambil Hanny dari Biru, Kau adalah paman yang sudah aku anggap sebagai Ayahku sendiri, Hatiku sakit jika melihat orang yang aku cintai di khianati Ayah, Aku mohon ... Katakan lah pada Biru, untuk menjaga perasaan Hanny, " ucap Jigar menundukkan kepalanya, Alamat terasa sekali sakit hati yang Jigar rasakan.
Sebagai seorang Pria, Jigar seakan tlemah dan tidak punya keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya pada Hanny, Jigar bukannya tidak bisa, Tapi ia tak sanggup jika harus melihat Hanny terluka, bahkan meneteskan air mata nya Pun Jigar tak mampu melihat nya.
Terlihat Ayah nya Biru menundukkan kepalanya, Merasakan apa yang di rasakan
Jigar.
"Paman tahu, Ayah akan urus semua itu, Tapi bisakah Ayah mencari bukti lain untuk meyakinkan Ayah mu ini,?" tanya Ayah nya Biru
__ADS_1
"Baiklah, Ayah ... Aku sudah lega mengatakan ini, Maafkan aku, jika aku mencintai menantu mu," ucap Jigar seraya mengusap matanya yang hendak meneteskan air mata.
"Kau anak yang baik, Kau pasti akan mendapatkan jodoh yang baik pula, Biru akan menerima balasan setiap sikap yang sudah ia ambil," ucap Ayahnya Biru
Setelah mengeluarkan semua unek-unek di dalam hatinya, akhirnya Jigar pun keluar dari ruang kerja ayahnya Biru.
...****************...
"Jika Mas masih sakit, kita batalkan saja bulan madunya," ucap Hanny saat melihat biru keluar dari kamar mandi
"Ah, tidak apa-apa ... ini sudah jauh lebih baik, kau adalah dokter hebat, kau pasti bisa menyembuhkan segala rasa sakit," ucap Biru seraya duduk di samping ranjang dan mencium kening Hanny.
Hani memejamkan matanya saat menerima ciuman itu di keningnya.
"Tiketnya sudah aku siapkan mulai dua hari yang lalu, Kita akan menikmati masa pacaran kita setelah menikah, Apakah rasanya akan sama ?" tanya Biru
"Aku belum pernah merasakan pacaran, Kau pertama laki-laki yang dekat denganku, dan kau yang pertama masuk dalam kehidupan ku," ucap Hanny
"Lalu, Jigar? Apa kedudukan dia dalam hidup mu, Aku perhatikan dia sangat perduli dengan mu,?" tanya Biru
"Jigar,. dokter Jigar terkenal memang sangatlah baik, dan cepat akrab dengan semua orang, jadi dia bukan hanya baik padaku, bukan hanya perduli denganku, dia perduli pada semua orang," ucap Hanny
"dan kedudukan nya dalam hidup mu,?" tanya Biru lagi
"Dia senior dan sahabat bagiku, " ucap Hanny membalas tatapan Biru
__ADS_1
"Apakah kau tak pernah merasakan hal aneh padanya,?" tanya Biru
"Hal aneh? tidak ada," jawab Hanny dengan polos, membuat Biru merasa gemas dengan expresi wajah Hanny.