Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 88


__ADS_3

Kini Hanny memulai aktivitasnya pergi kerumah sakit, begitu juga dengan Biru, Ayahnya memanggilnya lagi ke perusahaan. Walau bagaimanapun Biruhlah yang membesarkan perusahaan itu selama ini. Ia kuha melihat keseriusan dan penyesalan diwajah putranya itu, Namun... Beberapa terakhir, Biru selalu merasakan sakit kepala yang teramat sangat.


Ia berfikir karena masalah yang datang bertubi-tubi selama ini Biru mengabaikan rasa sakit itu.


...----------------...


''Selamat datang dokter Hanny, semoga dengan kembalinya anda, bisa membuat rumah sakit ini memiliki jiwa kembali, '' ucap kepala rumah sakit.


''Sebelumnya, Saya minta maaf atas apa yang terjadi, mungkin tindakan dan masalah rumah yang agresif saya mengganggu dan menurunkan rating rumah sakit, Saya benar-benar minta maaf kepada kalian semua,'' ucap Hanny yang merasa tidak enak pada semua dokter yang ada dirumah sakit itu.


''Kami mengerti, ini juga bukan sepenuhnya salah dokter Hanny, mungkin secara media, itu merugikan nama baik rumah sakit, tapi kita susah seperti saudara, malah kami ikut prihatin dengan apa yang dokter Hanny rasakan, Kami berharap semoga dokter Hanny bisa tabah dan bisa ceria lagi, serahkan semua pada yang kuasa, '' ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


''Terimakasih dokter, terimakasih atas dukungan dan suport kalian dalam segala hal, saya akan lebih profesional lagi dalam bekerja, terimakasih sekali lagi untuk perhatiannya, '' ucap Hanny yang mana langsung di rangkul oleh sahabatnya si dokter ahli gizi.


...----------------...


''Mama... kau?'' ucap Jigar dengan terkejut.


''Apa yang kau. lakukan pada istrimu? Kau tidak lagi mengerjai dia atau menyakiti dia kan? Jigar.... katakan sama Mama, apa yang kau lakukan pada Zahra?'' tanya Mamanya Jigar.


''Apa? Kau membuat Zahra keramas? Wah.... Jigar, kau hebat sekali, Mama kira kau tidak akan menyentuhnya, tapi ternyata kau tergoda juga ya, Ah... Anaknya mama..... '' ucap Mamanya Jigar seraya mengelus pipa Jigar dengan. lembut, sedangkan Jigar sendiri menjadi bingung dengan expresi Mamanya.


''Kau mau kemana? Tidakkah kau lelah hari ini, istirahatlah!" ucap sang Mama seraya mengelus dada Jigar membuat Jigar semakin bingung.

__ADS_1


"Ma, aku ada pasien siang ini, ya sudah aku berangkat ya, Ma"ucap Jigar, namun.... selangkah Jigar baru sadar dengan expresi mamanya. .


'Oh, Jigar. Kenapa kau mengatakan hal seperti itu, sudah pasti Mamamu itu salah faham, Ia pasti mengira kalau kau sudah menghajar Zahra di ranjang, ' Bathin Jigar seraya melihat mamanya yang masih senyum-senyum.


''Ma, Bukan seperti yang Mama fikirkan,'' ucap Jigar berusaha menjelaskan namun dering ponselnya membuat ia langsung pergi dan meninggalkan Mamanya yang masih berdiam dan senyum-senyum sendiri.


'Aku yakin, Mama sudah salah faham akan kata keramas, Oh Tuhan, aku sudah terlambat, ' bathin Jigar seraya menuruni tangga dan melihat jam yang melingkar di tangannya.


...----------------...


''Selamat bergabung kembali tuan Biru, Kami disini sudah lama menunggu anda kembali, '' ucap bagian petinggi perusahaan.

__ADS_1


''Maafkan saya atas apa yang sudah terjadi ... saya sudah memberikan pelajaran yang kurang baik untuk kalian, dan maafkan karena kesalahan saya ada beberapa klien yang mundur untuk kerja sama dengan kita, saya harap kalian bisa memaafkan saya, '' ucap Biru yang mana semua ucapannya hampir sama dengan apa yang Hanny ucapkan.


__ADS_2