Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 83


__ADS_3

Malam telah tiba, Zahra kini masih dihias dengan begitu cantik. Ia gugup karena tidak ada pendamping dari pihak dirinya.


Ia menatap dirinya di cermin, matanya berkaca-kaca, ia begitu merindukan orang tuanya.


'' Ibu, Ayah, Zahra sangat merindukan kalian, Apakah kalian tahu, orang tua Jigar sangat baik, itu yang menjadi salah satu alasanku untuk melanjutkan pernikahan yang tanpa adanya cinta ini, '' ucap Zahra berusaha menguatkan diri dengan berusaha tersenyum, Ia menengadahkan kepalanya agar air yang menggenang tidak terjatuh.


''Kau tak sendiri, Zahra! Disini aku yang paling bersalah padamu, karena aku kau harus menjalani pernikahan yang tidak kau inginkan, karena aku kau harus menghadapi situasi seperti ini, dan karena aku juga kau harus menghadapi kehidupan yang belum siap kau jalani, " ucap Hanny uang kininbetada tepat di belakang tubuh Zahra.


Zahra tersenyum melihat sosok itu, Meskipun apa yang dikatakan Hanny benar, tapi Zahra juga tidak bisa menyalahkan Hanny sepenuhnya. Dia hanyalah wanita sama seperti dirinya, Ia jiga akan sakit hati jika melihat sang suami memeluk wanita lain, bahkan apa yang Biru lakukan sudah melampaui batas.

__ADS_1


"Dokter Hanny, jangan menyalahkan diri sendiri, aku sudah yakin inilah jalan takdir yang Tuhan tuliskan untukku, Menurutku ini sangatlah lucu, Jigar berkorban karena terlalu mencintaimu, dokter Hanny, entah disini siapa yang dirugikan dan di untungkan, tapi aku berharap apa yang kita lalui ini akan menjadi takdir yang terindah untuk kita, " ucap Zahra.


"Kau begitu bijaksana, Zahra. pantas jika pas biru sangat mencintaimu, "ucap Hani Seraya tersenyum ada Zahra.


"Tapi saat ini aku bisa melihat cinta mata Mas biru untukmu, dokter Hani,''ucap Zahra.


Hanny tersenyum mendengar ucapan Zahra, Ia juga pernah melihat cinta itu di mata Biru namun setelah kejadian itu ia sudah tidak percaya dengan tatapan itu, ia akan mencoba menjalaninya satu kali lagi namun ketika hatinya sudah tak bisa menerima, Iya akan memutuskan untuk berpisah, Mungkin ia akan menjadi sosok yang plin-plan dalam mengambil keputusan namun ini juga demi orang tua mereka, ibunya Hani tidak ingin anaknya pisah dengan Biru begitupun dengan Bundanya Biru, meskipun Hanny tahu bahwa ia harus berkorban perasaan lagi untuk menghadapi sikap Biru.


Disini, cinta Jigar tak bisa di jelaskan dengan sebuah Kata-kata, Pengorbanannya juga tak bisa di ragukan kembali.

__ADS_1


...----------------...


''Sebesar itulah rasa cintamu pada Hanny?'' tanya Agam pada Jigar.


''Mungkin kakak sudah tahu jawabanku, Jika seandainya adik kakak- Biru tidak selingkuh dengan Zahra, mana mungkin aku akan menikahi gadis munafik itu!'' ucap Jigar.


"Sayangnya, gadis munafik itu saat ini sudah sah menjadi istrimu, istri secara agama ataupun negara, Tapi kakak yakin jika kau bisa lebih dewasa dari pada Biru dalam menyikapi sesuatu, Kakak bangga dan salut padamu, Jigar. Kakak hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kalian berdua, Zahra tak seburuk yang ada dalam pikiranmu, coba kau renungkan dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih, " ucap Agam.


Terlihat Jigar tersenyum dengan smirik-nya.

__ADS_1


''Selamat menempuh hidup baru untuk kalian, Hanny dan tunanganku saat ini ada di pihak Zahra, kasihan sekali dia, dalam hari yang istimewa baginya, tidak ada satupun keluarga yang ada di dekatnya, setidaknya kau bisa berbuat baik padanya dalam acara ini, '' ucap Agam yang di benar kan oleh Jigar.


__ADS_2