
Perdebatan antara Arsel dan Zahra pun berhenti karena hadir nya adiknya Zahra.
Di sisi lain, Tangan Biru bergetar saat menerima surat perceraian dari Hanny.
''Silahkan Tuan tanda tangani surat ini, '' ucak pengacara nya Hanny
''Maaf, Tuan. Saya tidak bisa menandatangani surat ini, Karena saya tidak ingin bercerai, '' tegas Biru
''Tapi ini adalah keinginan Nona Hanny, Biarkan dia bebas dan anda bisa menjalin hubungan lagi dengan kekasih anda,'' ucuca pengacara muda itu.
Pengacara Hanny sebenarnya adalah Ayahnya, Hanya saja... sang anak meminta untuk mengantarkan surat perceraian itu pada Biru, Namun... yang mengurus nya tetaplah sang Ayah.
''Tuan, aku rasa kau mengerti masalah hukum, meskipun pihak suami dan sutri sama-sama setuju untuk bercerai, hakim saja menyarankan untuk berfikir dulu, mereka tidak langsung memutuskan suatu hal yang namanya bercerai dan aku masih ingin bicara dengan istriku, Kami masih butuh komunikasi, untuk memutuskan hal yang besar ini, '' ucap Biru
''Bukankah anda sudah tahu konsekuensi dari setiap perbuatan, Jika anda bermain api makan bersiaplah anda akan terkena panasnya, '' ucap pengacara muda itu
''Anda tidak tahu kebenaran nya tapi seolah anda sudah tahu semua nya, Sayan tegaskan... tidak akan ada perpisahan antara saya dan istri saya, '' ucap Biru menatap tajam pada pengacara itu
__ADS_1
''Kau sangat egois Tuan Biru, Apakah kau berniat memiliki dua wanita sekaligus, ingatlah! serakah malah akan. membuat kau rugi sendiri, setidaknya pilih salah satu dan tinggal kan satunya, " ucap pengacara muda itu.
"Saya rasa tidak ada lagi pembahasan yang harus kita bicarakan Tuan, kalau begitu... saya permisi, dan ingat! saya tidak akan berpisah dengan istri saya, tidak akan ada perceraian antara saya dan istri saya" ucap Biru yang kini telan berdiri dari duduknya.
Lelaki memang egois itulah sifat yang tak bisa kita pungkiri.
Pengacara muda itupun menarik nafasnya dalam-dalam, seharusnya ia sudah tahu akan jawaban Biru ini.
Namun, Apapun yang Biru lakukan,Ia tak bisa membuat Bundanya sembuh seperti sedia kala.
''Aku yang salah Ayah, Aku yang memiliki hati tak kuat, Zahra sudah beberapa kali menolak ku, aku yang_
"Dan malam itu, Kau rela tidak datang menjemput Hanny, hanya karena kau ada di rumah ***_*** itu, iya kan!"
"Pa, Zahra wanita baik-baik, dia bukan seperti wanita yang papa kira, " sargah Biru
"Oh, benarkah, wanita baik-baik tidak akan menemui laki-laki yang sudah bersuami di waktu malam hari, Tidak akan memeluk lelaki yang sudah beristri saat kau di hajar oleh Jigar, ceraikan Hanny, wanita sebaik Hany tak pantas denganmu, dan pergilah dari rumah, kejarlah wanitamu, aku dan Bunda sudah tak perduli dengan apa yang kau lakukan, pergi Biru... !"ucapan Tuan Wilantara tentu menjadi pisau yang menusuk tepat dijantung Biru. Bersamaan dengan itu, pintu kamar ruangan Bundanya Biru terbuka.
__ADS_1
"Bajing*an kau Kak Biru, Kau sudah membuat Kakakku menderita, Akan aku buat kau menyesal, ... !" teriak Hana seraya mengamuk pada Biru.
"Hana, tenanglah! ini tak seperti yang aku bayangkan, aku bisa jelaskan itu.. ayolah ikut dengan kakak, " Biru mengabaikan Ayahnya dan menarik tangan Hana.
"Dimana wanita mur*h*n itu, kakak sudah keterlaluan, aku benci kak Biru... ! " teriak Hana seraya menangis
"Hana, dengarkan kakak, Aku tahu... kau sudah merasakan yang namanya jatuh cintakan, Aku dan Zahra menjalin hubungan sudah memasuki 2 tahun, dan tiba-tiba kakak di nikahkan dengan kak Hanny, Kakak sudah berusaha membuka hati untuk Kak Hanny, hati kakak sudah terbuka, tapi... melupakan orang yang pertama kali kakak cintai itu butuh waktu, Hana. Kakak ingin memastikan, masih ada jalan baik untuk kakak, Kakak tidak mau melepas kan kakakmu, "
"Karena kakak bajing*n, Jika tidak... kakak pasti akan melepas kak Hanny, membiarkan dia bahagia dengan hidup sendiri, ceraikan kakakku, masih banyak pria lain yang bisa membahagiakan kakak ku, bukan hanya kak Biru," ucap Hanna dengan mata melotot.
"Jadi, jangan biarkan aku melihat kekasih kakak itu, jika gak ingin wajahnya aku cakar sampai berdarah*ah, " ucap Hanna dengan segala emosinya
...----------------...
"Seharusnya ku tahu, Jika ia akan menolak perceraian itu, dia lelaki yang paling egois yang pernah ku kenal, Hanny... tenangkanlah hati dan pikiranmu, sekarang kau pikirkan bagaimana caranya agar Biru mau menandatangani surat perceraian itu, " gumam Hanny saat masih berasa di balkon kamarnya seraya menatap
langit yang indah.
__ADS_1