
Waktu dimana makan malam itu telah tiba, Hanny pulang lebih awal dari rumah sakit, Yaitu pulang jam 3 Sore, Ia juga sudah bertanya, adakah makanan yang ia inginkan, Hanya saja ... Saga mengatakan, Masaklah apa yang ia masak, Saga bukanlah sosok pemilih makanan.
Tentu Hanny bersemangat, Ia berfikir ... suaminya suka semua masakan yang ia masak.
Acara makan malam ini, juga bersamaan dengan acara ulang tahun teman Hanny, Namun ... ia lebih memilih untuk menemani acara sang suami, dan itu adalah salah satu jalannya agar bisa membuka hati dengan sang suami.
3 Jam lebih Hanny berkutat di dapur sendirian, beberapa masakan sudah ada yang selesai, Hanny bukan hanya membuat masakan saja, ia juga membuat kue chake kesukaan nya, berharap teman-teman suaminya menyukai nya juga, Setelah semuanya merasa selesai, Hanny masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri, Karena sang suami sudah mengatakan ada di perjalanan bersama teman-temannya.Hanny hanya memakai baju dress selutut dengan rambut terikat ke atas, menambah kecantikannya terpancar, Leher jenjangnya tampak begitu halus, Tangan lentiknya tidak ad yang menyangka bahwa bisa membuat masakan sebegitu enaknya.
Mendengar suara bel berbunyi, Hany bersemangat turun dan membukakan pintu, Hal yang pertama kali ia tangkap adalah tawa lepas suaminya, Apakah teman-temannya adalah sumber kebahagiaan suaminya, pikir Hanny
Beberapa teman Hanny takjub dengan sosok istri Tuan Sagara, Hanny mencium punggung tangan suaminya, dan Saga hanya diam.
"Mari silahkan masuk" ucap Hanny dengan ramah dan senyum yang mampu membius semua yang ada di hadapannya,begitu juga dengan Zahra.
Kalian duduklah langsung di meja makan, aku ingin ganti baju sebentar" ucap Saga pada teman-temannya.
"Kau temani mereka " ucapan itu tertuju pada Hanny, Hanny mengangguk kan kepalanya dengan bibir yang terus tersenyum.
"Mari, semoga kalian suka" ucap Hanny seraya mempersilahkan mereka duduk di meja makan.
"Ini semua kakak ipar yang masak, Wah hebat!" puji Bima saat melihat banyak masakan di depan matanya
"Selain cantik, istri seorang Saga juga pintar masak, Dokter lagi, sungguh sangat sempurna" puji Dito
Hanny hanya tersenyum menanggapi pujian dari teman-teman suaminya. Zahra dan sekertaris Dito tak bisa memungkiri itu juga.
Tidak butuh waktu yang lama, Saga turun dengan pakaian santainya, Ia duduk di meja utama meja makan.
__ADS_1
"Kau duduklah juga" ucap Saga pada Hanny,
Sisi kanan Saga Hanny duduk, Sisi kiri Zahra yang duduk, bagaikan suami yang menikahi dua wanita dan Saga saling menatap keduanya dengan bergantian, tentu itu tak luput dari pandangan ketiga orang lainnya.
"Silahkan dimakan, Kalian susah bekerja keras seharian ini, Terimakasih" ucap Saga pada teman-temannya.
"Kami tidak akan sungkan lagi, Saga" ucap Bima
"Zahra, Makanlah!" ucap lembut Saga pada Zahra, yang mana Zahra sedari tadi menatapnya tanpa suara
"Baik Tuan " jawab Zahra.
Mereka semua pun menikmati masakan Hanny, dan tak salah, mereka memuji masakan Hanny, Namun ... saat pujian itu keluar dari sekertaris Dito, Suara batuk Zahra membuat Saga menghentikan gerakan tangannya,
Uhuk ... uhuk ...uhuk..
"Apa kau bisa masak! Kenapa kau malah melukainya! Hanny , kau seorang Dokter bukan? Kenapa kau tidak bisa membedakan kalau ini masakan terlalu banyak sambalnya, Kau tahu ... Zahra memiliki riwayat paru-paru, dan kau telah membuatnya kesakitan seperti ini, Kalau tidak bisa masak, seharusnya kau mengatakan dari awal" Teriak Saga membuat Hanny terpaku di belakang tubuh Zahra yang masih terus batuk, Jangankan Hanny, ketiga orang lainnya juga terkejut dengan apa yang Saga katakan pada Hanny.
Melihat air mata Hanny yang sudah meleleh, Saga masih abai dan terus membantu Zahra, tanpa peduli dengan perasaan sang istri, Bima yang menyadari itu memegang pundak Saga agar menghentikan ucapan kasarnya pada Hanny.
"Saga cukup !" bentak Bima saat sudah melihat Hanny pergi entah kemana
Tentu Saga terkejut dengan bentakan Bima, lalu melihat kearah Bima yang sudah terbakar emosi.
"Kau dari tadi menyalahkan Hanny, Hanny dan Hanny. Dimana salah Hanny dalam hal ini, Masakan Hanny tidak ada yang salah, itu masakan sudah jelas pedas dan kenapa Zahra masih memakan nya, Kau ! kau sudah keterlaluan Saga, Kau sudah sangat keterlaluan" pekik Bima
"Saga, aku tidak mengerti denganmu, Masakan seenak ini kau bilang dia tidak bisa masak, Hanya karena Zahra terbatuk ! Ckkkk, hargailah istrimu yang hampir 4 jam membuat masakan ini, Kau sudah sangat keterlaluan, Saga" ucap Dito yang notabene nya tidak pernah ikut campur
__ADS_1
Saga terdiam, Ia baru menyadari dengan apa yang sudah ia lakukan dan apa yang sudah ia katakan, Karena panik akan keadaan Zahra, ia mengabaikan perasaan dan pengorbanan Hanny.
"Maafkan aku, Uhukk ... uhuk, aku yang salah, aku terlalu menginginkan masakan Nona Hanny, Sehingga aku lupa, kalau aku tidak bisa makan makanan yang pedas, Maafkan aku, Maafkan aku" Zahra kini sudah mengalir kan air matanya. Ia tidak menyangka ia sudah mengacaukan acara makan malam ini.
"Dimana Hanny Sekarang" tanah Saga
"Kau masih belum sadar, Dia sudah pergi dari tadi, Saga ... ! Kalian sudah benar-benar keterlaluan, dan yang paling keterlaluan, Kau Saga" ucap Bima yang kini sudah menghempas kan tubuhnya di kursi meja makan. Saga melihat keluar,Benar saja ... mobil Hanny sudah tidak ada.
'Aaaa ... Kenapa aku bisa mengatakan semua itu, Oh my good, ' ucap kesal Saga dalam hatinya
*****
'Kau keterlaluan, Mas. Di depan teman-teman mu kau berkata seperti itu, Dimana kesalahanku? Aku sudah bertanya terlebih dahulu padamu kan, tentang apa yang tidak di sukai dan di sukai teman-teman mu, Tapi kau mengatakan apapun bisa aku masak, lalu dimana kesalahan ku' bathin Hanny seraya terus membawa mobilnya, entah kemana ia akan membawanya . Sakit hatinya kini terbuka kembali, teringat semua ucapan Saga dan sikap Saga,tidak ada kata dan tingkah manis yang ia terima selama ini,dan yang paling menyakitkan lagi adalah penghinaan nya di depan teman-temannya. .
Hiks ... hiks ... hiks ...
Hanny terhenti di tepi jalan, Ia meluap kan rasa sakit hatinya dan kesedihannya, Jam sudah menunjukkan pukul 9 kurang, Tiba-tiba dering ponsel Hanny membuat Hanny menghapus air matanya, Sedari tadi pesan dari Saga ia abaikan, tapi kini dari temannya, Yaitu Dokter Nina.
"Hallo, Dokter Hanny, kau benar-benar tidak bisa hadir ya,Sayang sekali ... padahal kau adalah Dokter Favorit ku" ucap Dokter Nina
Hanny mengusap air matanya, dan berusaha menetralkan perasaan nya.
"Aku baru selesai dengan acara suamiku, Apakah masih belum terlambat jika aku datang di jam segini?" Tanya Hanny
"Tentu tidak, Malah acara ku belum ku mulai, Dokter Jigar yang mengusulkan agar acaranya di mulai malam, Kalau kau mau datang, aku akan menunggu nya, Ayolah ... " rengek Dokter Nina, tentu di samping Dokter Nina ada Jigar yang mendengarkannya, Jigar tersenyum saat Hanny mengatakan kalau ia akan datang.
Ingin hadir ke acara ulang tahun, hanya untuk menghilangkan rasa sakit dan sedih serta luka yang ia rasakan saat ini.
__ADS_1