
[ Assalamualaikum, Bu. Jangan cemaskan Hanny, Apapun kabar yang Ibu dengar dari keluarga Mas Biru, Ibu iya kan saja. Ibu pura-pura lah tidak tahu, Hanny ... baik-baik saja dan berada di tempat yang Nyaman, Jika keaadan Hanny sudah membaik, Hanny akan cerita pada Ibu,] begitu lah pesan dari Hanny.
Hanny selalu begitu, Ia tak ingin ibunya cemas, Karena ia tahu ... besok atau lusa, Ibunya akan tahu masalah nya.
'Kalian keterlaluan, Kenapa kalian menjadi kan aku orang jahat, Jika kalian mengatakan, aku pasti dengan senang hati mundur, Aku sudah ingin mundur tapi kalian meyakinkan bahwa kalian tidak akan pernah ada hubungan lagi, Kalian sudah mempermainkan aku, Jika dulu kalian mengatakan, aku tidak akan jatuh cinta pada Mas biru, Kalian sudah keterlaluan,' bathin Hanny seraya menayao luar jendela pesawat yang ia naiki saat ini.
Hatinya hancur, Mungkin ... sebagian mengatakan ia terlalu ke kanak-kanakan , Karena ... pergi di saat masalah datang.
Tapi percayalah ... hati Hanny sangatlah hancur hingga ia sendiri tak sanggup untuk berdiri, Biru cinta pertama baginya.
'Sudah Hanny, udah stop ! jangan nangsi lagi, Kenapa kau cemen seperti ini,' baghin Hanny pada diri sendiri.
__ADS_1
Ponsel yang sudah ia.mayikan, telah sedikit memguatnya tenang, Rasa lelah hati dan fikitan serta fisik yang sudah lama menangis, Kini telah membuat Hanny tertidur.
...****************...
"Ah sial, Mengapa jadi seperti ini, Kenapa Hanny melihat semua ini ... " pekik Biru dengan frustasi, Sedangkan Zahra hanya bisa diam, berdiri dengan di temani adiknya.
"Apa yang harus kita lakukan, semua maat sudah menatap kearah kita," ucapan Zahra seketika menyadarkan Biru, bahwa masih ada wanita lain yang sudah ia sakiti hatinya.
Zahra yang sudah ketakutan hanya bisa memeluk sang adik dari belakang.
"jangan slaahkan kakakku, Kakak ku tidak bersalah, Kak Biru yang mendatangi kakakku, Kami akan pergi tapi kak Biru yang menahan kami, dan membuat hati dokter cantik sakit, lalu pergi," ucap adiknya Zahra yang kini menggenggam tangan Kakaknya.
__ADS_1
"Kau sangat mengecewakan Ayah, Biru. Kau tahu ... Bundamu sekatang terbaring di rumah sakit saat melihat kelakuan mu ini, Apakah aku sudah puas? Apakah kau sudah puas menyakiti banyak wanita, Hanny pergi dan menggugat cerai dirimu, dan Bundamu ... Jika terjadi sesuatu pada Bundamu, Papa tidak akan pernah memaafkan mu, Biru ...," ucap Ayahnya Biru seraya menatap Biru dan Zahra bergantian.
Beberapa saat suasana menjadi hening, Biru tidak menyangka ... Jika semuanya akan menjadi runyam seperti ini.
"Berbahagia lah kalian, Tapi mulai saat ini ... Kau bukan anakkku lagi, kau bebas menentukan jalanmu, pergilah bersama nya, bahagia kan wanitamu," icao Ayah nya Biru, setelah itu ia pun pergi dengan membawa sakit di hatinya, Anak kebanggaan nya telah membuat hatinya hancur. Seketika tubuh Biru langsung terjatuh, Ia kini benar-benar sudah melukai hati Ayahnya.
Melihat Biru yang hancur, Zahra tidak tega meninggalkan nya sendirian. Biar bagaimanapun Ia juga bersalah dalam hal ini.
"Mas, sabarlah ! Kita cari Nona Hanny, dan kita jelaskan semuanya, Aku yakin ... Nona Hanny akan mengerti lalu memaafkan mu, Aku yakin ....dia wanita bijka, dia pasti memahaminya" ucap Zahra seraya menahan tangisnya.
"Dia sudah menggugat cerai, Zahra. Sudah tidak ada jalan lagi, Dia sudah terlalu sbaar dalam menghadapi ku yang masih mencintai wanita lain, Dia sydah banyak bersabar akan hal itu, Aku yang sudah terlalu .. aku sadar, aku salah, Maafkan aku Hanny," litih Biru dengan tetesan air matanya.
__ADS_1
Zahra ikut sakit hati dengan kejadian ini, di tambah Biru yang mengatakan bahwa ia merasa bersalah pada Hanny.