Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 67


__ADS_3

Mencintai adalah hal yang terkadang sangat menyakitkan bagi dir kita. Seperti Hanny yang saat ini mulai jatuh hati pada sang Suami, tapi si suami masih terikat dengan masa lalu.


Langkah Biru semakin mendekat, sedangkan Hanny memalingkan tatapannya.


Ia masih teringat dimana ia melihat Biru memeluk Zahra saat itu.


"Hanny, Maafkan aku" ucapnya saat jarak antara dirinya dan Hanny semakin dekat


"Semua tidak seperti yang kau lihat, Han. Aku bisa jelaskan semuanya," ucap Biru

__ADS_1


Seketika Hanny melihat kearah Bunda nya.


Hanny hanya diam, ia ingin meluapkan kemarahannya tapi ia menyadari, ada Bundanya disini.


"Bunda, Hanny keluar dulu ya, Bun." pamit Hanny seraya menatap Biru, Tanpa menunggu jawaban Bundanya, Hanny langsung ke luar dari ruangan Bundanya Biru, Tentu Biru langsung mengejar langkah Hanny.


"Aku mencintaimu, Hanny" ucapan itu mampu membuat Hanny menghentikan langkahnya.


''Malam itu aku memang mendatangi Zahra, bahkan mengajaknya untuk melanjutkan hubungan kami, tapi.... di menolak dan aku tahu akan hal itu, aku hanya mengujinya, meski rasa sakit tetap aku rasakan, aku datang padanya, bingung memastikan apakah aku sudah mencintai mu apa belum, Aku ingin meyakinkan hatiku, apakah aku masih berdebar saat bersama Zahra, rasa itu sudah tidak sama, Hanny, Karena saat ini sudah ada kamu, tapi Jigar datang di saat tidak tepat, dan saat di Bandara... dia ingin pergi karena masalah malam itu, ia tidak enak bahkan ia ingin pergi jauh, aku mendatangi nya karena aku melihat adiknya, kami tidak janjian, itu benar-benar pertemuan yang tidak di sengaja, aku memeluk nya sebagai tanda perpisahan kami, Maafkan aku Hanny, saat ini... namanya sudah hancur, karena ada seseorang yang menviralkan kejadian itu, semua ini salahku, bukan salah nya,'' ucap Biru, Hanny tersenyum mendengar semua ucapan Biru, dari panjangnya ucapan Biru, intinya Biru tidak ingin ada yang menyalahkan Zahra, itu saja. Ia hanya memperpanjang kata agar terdengar begitu indah dan menyentuh.

__ADS_1


''Hanny, dengarkan aku... aku minta maaf, kembalilah, Hanny, ''' pinta Biru seraya menyentuh pundak Hanny, Namun.... Hanny langsung menghindar, ia melangkah kan kakinya.


''Keputusan ku sudah bulat, Mas. Aku ingin kita bercerai,'' ucap Hanny seraya menengadahkan kepalanya menahan air matanya yang akan jatuh.


''Dari awal pernikahan ini emang sudah retak, Mas. Kita tidak bisa bertahan dengan hati yang terluka, Aku tahu... Nona Zahra tidak bersalah, dia wanita yang baik, bahkan sangat baik aku akui itu, Karena itu seorang Biru jatuh hati dan sulit melupakan nyanya, aku tidak menyalahkan Nona Hanny, sama sekali tidak menyalahkan nya, '' ucap Hanny menahan sesak di dadanya.


"Hanny, jangan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa, bukankah kita sudah berjanji akan mencoba membina rumah tangga ini, Hanny... ku mohon, tataplah aku walah sesaat, aku tahu... diantara kita sudah saling ada rasa, Ku mohon.. tataplah Bunda dan Ibu, mereka begitu bahagia dengan pernikahan ini,'' ucap Biru


''Merekan bahagia, tapi tidak dengan kita, Mas'' ucap Hanny

__ADS_1


''Setiap saat kita akan merasakan apa yang di namakan tersakiti, Kita bukan anak kecil lagi, Mas. Kita sudah dewasa, pernikahan bukanlah hanya sebuah permainan, tapi kita sudah mempermainkan pernikahan itu, Mas. '' ucap Hanny seraya berbalik menatap Biru dengan deraian air mata.


__ADS_2