Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 71


__ADS_3

Sekuat apapun Hanny berusaha bertahan, tetap saja air matanya mengalir begitu deras, apalagi di saat Ibunya memberi dukungan pada Biru, ibu yang paling Hanny sayangi, satu-satunya orang tua yang Hani miliki, kini berpihak pada biru yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya. Entah apa alasan ibunya mengambil keputusan itu Hany juga tidak tahu.


Tanpa menjawab pertanyaan Biru, Hanny berklau dari rumah sakit, bahkan ia meninggalkan kopernya di sana, Tentu Biru hendak mengejar Hanny, namun... Ibunya Hanny mencegahnya.


''Plak''


Sebuah tamparan melayang di pipi Biru, Betapa terkejutnya Biru saat melihat sosok yang begitu ia hormati seperti bundanya, kini menampar wajahnya. Biru memegang pipinya seraya menatap pada arah Ibunya Hanny.


''Itu tamparan karena kau sudah menyakiti putriku, Apa kurangnya dia, jika kau tak ingin lepaskan dia jangan sakitu dia, Biru! Semenjak kematian Ayahnya, Hanny menjadi wanita yang kuat dan tegar, sebesar apapaun cobaan yang menimpanya, ia selalu bertahan dan tidak pernah mengeluh apalagi menangis, Tapi saat ini, aku... menyaksikan putriku menangis dengan hati Hanny terluka, Aku ingin mendukung keputusannya untuk bercerai denganmu, tapi apa? lagi dan lagi aku di. kalahkan. oleh janji almarhum suamiku untuk memberikan Hanny pada keluarga Wilantara, Aku ibunya, aku nbisa merasakan apa yang dia rasakan, Aku kecewa denganmu, Biru, " ucap Ibunya Hanny seraaya terduduk kelas di kursi panjang yang ada di belakangnya.


"Jika ku tahu kau tidak. menginginkan Hanny ku, sudah kupastikan tidak menikahkan dari awal, tapi anakku saat ini_


"Ibu, " panggil seseorang yang ternyata adalah Hana


"Tidak ada gunanya menjelaskan pada lekaki yang egois seperti dirinya, Ibu. Apa dia fikir kakakku tudak laku, jika kakakku mau, dia bisa mendapatkan pria sepuluh kali lipat lebih baik darinya, Jika kau ingin kembali padan kakakku, maka jadilah pria sejati, putuskan hubungan mj degan wanita itu, " ucap Haa sinis pada Biru, Padahal.. Hana selama ini sangat menyukai Biru, Tapi cintanya pada kakaknya lebih besar dari rasa kagum itu.


Disisi lain, Hanny menerima telfon dari seseorang.


"Hallo, " ucap Hanny seraya mengusap air mata nya.


"Hallo Nona Hanny, sepertinya kisah rumah tangga Nona Hanny sangat lah menarik, banyak hati yang tersakiti, iya kan? Lihatlah kearah sampingmu, dan kemarilah, aku Asisten Tuan Arsel, karena pernikahan mu, masa depan seseorang terancam, '' ucap Assisten Arsel seraya melihat kearah Hanny, begitu juga dengan Hanny, Hingga terlihat Asisten Arsel mengangkat tangannya pada Hanny.


''maksudnya tuan apa,? saya tidak mengerti,'' ucap Hanny


''Datanglah dan kau pasti akan tahu, ini tentang Zahra dan Jigar, '' ucap Asisten Arsel yang tentu bisa meyakinkan Hanny.

__ADS_1


Perlahan Hani melangkahkan kakinya menuju mobil di mana asisten Arsel sedang menunggu. iya penasaran dengan apa yang ingin dibajak arti bicarakan olehnya tentang jigar dan juga Zahra karena kedua nama itu adalah orang yang terpenting dalam masalah rumah tangganya. Hani tidak ingin terjadi masalah lagi setelah semua masalah yang terjadi.


'' Masuklah nona Hani, Tuan Arsel sedang menunggu, Anda,'' ucap asisten Arsel Seraya membukakan pintu mobil untuk Hany


Tentu Hanny percaya karna Hanny pernah bertemu dengan Arsel dan Asisten nya, Ia juga mendengar kabar bahwa Archer adalah musuh bebuyutan Biru.


''Apa yang ingin tuanmu bicarakan denganku, dan masalah Jigar dan Nona Zahra apa yang ia ketahui,?'' tanya Hani pada asisten Arsel


''Nanti Nona akan tahu sendiri, Jika saya yang mengatakan, maka Nona tidak akan menemui tuanku lagi, '' ucap Asisten Arsel, seraya tersenyum melalui spion mobil nya tampak senyumannya. Hany yang memang ingin menghindar dari Biru saat ini terpaksa mengikuti asisten Arsel. Hani tidak tahu jika ternyata Zahra kerja di perusahaan Arsel saat ini.


Sedangkan Arsel berdiri di dekat jendela. Ia tak sabar ingin bertemu denga Hanny. Tangannya mengepal, mengingat semua ucapan Zahra, ada rasa amarah di hatinya, padahak Arsel dan Zahra tidak memiliki hubungan apapun.


'Jika di biarkan, maka Jigar dan Zahra akan menikah, dan korbannya tetaplah Zahra, ' bathin Arsel.


...----------------...


''Aku akan menemui Biru, akh harus berbuat perhitungan padanya, '' ucap Bima seraya mengambil kunci mobilnya.


''Kah akan menghakimi Biru atas dasar apa, Siapa yang ingin kau bela, Hanny... apa Zahra? Bima... menghakimi tanpa tahu. kejadian yang sebenarnya ith sama saja kebodohan, datanglah bukan untuk menghakimi tapi untuk menjadi


sahabat,'' ucap Juan


''Baiklah paman, aku juga tidak berani memukul Biru, aku kan hanya emosi sesat paman, Baiklah kalau begitu Bima pergi dulu Paman,'' ucap Bima pada pamannya


''Baiklah, titip salam untuk Biru, '' ucap Juan

__ADS_1


setelah kepergian Bima Juan pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya, Iya sudah yakin dengan keputusan yang ia ambil, bahwa dia akan mundur untuk mendapatkan Hani, karena semenjak kebersamaannya dengan Hani ia bisa melihat bahwa Hanny sangat mencintai Biru, meski hatinya terluka tapi ada rasa cinta di hatinya, itu nilai yang Juan dapatkan saat kebersamaannya dengan Hanny.


'Aku hanya berharap kau bahagia, lewatilah proses nya, aku yakin kau bisa, Hanny Sidqia, ' bathin Juan.


...----------------...


''Apa, Kau mau menikah, dengan siapa, Jigar, ?'' tanya sang Mama terkejut mendengar penuturan sang anak semata wayangnya minta restu untuk menikah.


''Zahra, Zahra Lathifa, Ma,'' ucap Jigar


Seketika ruangan menjadi hening, pasalnya, Mamanya tahh siapa Zahra Lathifa itu, wanita yang tiba-tiba menjadi trending di keluarga besarnya, dan saat ini putra nya ingin menikah dengannya. Apa yang terjadi sebenarnya?


''Kau ingin berkorban sejauh itu untuk Hanny dan biru, Apakah kau tahu konsekuensi nya, ?'' tanya Mamanya Jigar


''Jigar tahu, Ma. Dan inilah keputusan Jigar, Zahra baik, bukankah Biru begitu mencintai nya, aku sangat yakin, dengan begini kami akan bisa hidup bahagia, aku bisa melupakan Hanny, Biru bisa melupakan Zahra,'' ucap Jigar


''Tapi itu tidak semudah itu, Jigar... kau tidak mencintai Zahra, mana bisa kau akan bahagia tanpa cinta,'' ucao Mamanya Jigar


''Lalu bagaimana dengan Biru dan Hanny, Ma? Bukankah mereka juga menikah tanpa adanya cinta, ?'' tanya Jigar


Jigar menatap mamanya, begitu juga dengan mamanya.


''Itu berbeda, Jigar. Hanny dan Biru menikah karena wasiat, tapi kau dan Zahra menikah karena pengorbanan, Mama. hanya tidak mau kau mengalami kekecewaan, Kau anak Mama satu-satunya, Mama ingin yang terbaik untukmu, '' ucap sang Mama.


Beberapa saat suasana menjadi hening, Jigar dan Mamanya saling diam, seakan mereka berperang dengan pikiran mereka masing-masing. Mamanya tidak menyangka jika Jigar akan berkorban begitu besar demi Hany.

__ADS_1


__ADS_2