Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 32 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Makan malam bersama mertua sudah terselesaikan, Saga membawa Hanny kembali kerumahnya. Sepanjang jalan, Hanny tetap memilih diam, entah kenapa ... Hanny selalu teringat kejadian malam dan paginya.


"Sayang, tunggu " ucap Saga saat melihat Hanny mendahului langkahnya, Namun ... Hanny tidak mendengar panggilan Saga.


Hanny masuk kedalam kamarnya dengan menutup pintu itu.


"Sekarang, istirahat lah dan bangun lebih pagi lagi, Oke Hanny" ucap Hanny berdialog pada diri sendiri,


Hanny pun segera membersihkan diri dan bersiap untuk istirahat, ia harus menyiapkan diri untuk pertemuan besok dengan Zahra.


Malam yang sunyi menambahkan kesunyian dimalam ini, Ia tak tahu bahwa langit gelap seolah mengerti akan apa.yang menimpanya, bahkan bintang dan bulan tak bisa menampakkan dirinya di kesunyian ini.


Hingga matahari tiba dengan cahayanya, menyinari gelapnya dunia di waktu-waktu malam. Hanny sudah siap, Ia sudah menyelesaikan tugasnya yaitu masak untuk sang suami. Setelah semuanya sudah di pastikan tapi di atas meja, Hanny ingin berapa untuk mengganti pakaiannya. Namun ... baru saja ia melangkah, ada sosok yang menghadang jalan nya. siapa lagi kalau bukan Sagara.


"Hanny, tunggu" ucap Saga seraya memegang lengan Hanny.

__ADS_1


"Ya, Mas. ada apa? apakah aku me.vuta masalah lagi?" tanya Hanny


"Tidak ada, kau tidak perlu mencemaskan aku" ucap Hanny sedikit tersenyum dengan lama tidak kita ingat .


"Kau masih marah padaku? jangan diamkan aku seperti ini" ucap Saga


"aku tidak mendiami mu, Mas. hanya saja ... tidak ada hal yang harus di bicarakan, dan sekarang, makanlah ... aku akan ke kamar dan mengganti pakaian "ucap Hanny beralasan agar bisa lepas dari Saga.


"Baiklah, aku akan menunggu di meja makan, kita sarapan bersama" ucap Saga


"Kau belum sarapan,Han. aku akan tetap menunggumu, Pergilah untuk sarapan pagi: ucap Adi yang sangat spesial masakan Hanny saat ini.


Entah kenapa, Hanny malas sekali berdebat, ia.oun meninggalkan Sagara dan segera mengganti pakaiannya, Saga benar-benar menunggu kedatangan Hanny. Hanny yang sudah siap dengan pakaian rapi dan tas hitam sebagai penunjang ku, dan juga alat pemeriksaan yang selalu Hanny bawa.


Tidak mau Sagara berangkat kerja dengan perut kosong, Hanny pun menemani Saga untuk sarapan pagi.

__ADS_1


*****


jangan lah ragu dalam mengambil keputusan, Apapun yang menjadi milik kita, kita punya hak untuk memperjuangkan nya, tapi ... saat perjuangan kita susah tak ada perubahan, maka menyerah adalah jalan yang terbaik.


Suasana perusahaan Saga memang slalu terlihat tepat waktu. tak bisa di pungkiri, Sagara juga tidak pernah telat ke kantor kecuali ada kepentingan mendadak.


"Nona Zahra, Apakah Tuan Saga akan datang?" tanya kepala divisi bagian pemasaran


"Pasti akan datang, Tuan hanya memerintahkan kalian untuk menyelesaikan laporan yang sudah kalian lakukan. aku tidak akan membiarkan menjadi semangat di rumah sakit, lapar katanya" ucap Zahra


"Terimakasih, Nona Zahra" ucap karyawan itu dan Zahra kini sudah melanjutkan langkahnya menuju keruangannya .


Kebiasaan Zahra di pagi saat baru tiba, ia selalu merapikan meja Sagara, karena Sagara tidak ingin berkas-berkasnya di sentuh oleh bagian OB, jadi Saga selalu memerintahkan Zahra untuk melakukan hal itu.


Zahra melakukan nya, namun ...gerakan tangannya melambat saat ia tak lagi melihat figura di atas meja Saga.

__ADS_1


__ADS_2