
Hanny berdiri dari duduknya dan menatap lurus pada pesona pagi yang sangat cerah. Ia berfikir bagaimana untuk menjalani rumah tangga ini. Ia sama sekali tidak bisa dan tak tahu cara meluluhkan hati suaminya.
Sejenak Hanny terdiam, Ia mengingat beberapa hal yang kini menjadi ganjalan hatinya. Gambar wallpaper itu mengingat kan Hanny dan menjadikan Hanny ragu akan sikap Saga.
'Kalau di perhatikan, gambar wallpaper itu, bukankah ... Oh Tuhan, Apakah, apakah Mas Saga dan Zahra Sekertaris nya itu punya hubungan? dan aku adalah orang ketiga ?' bathin Hanny seraya memegang kepalanya yang kini terasa sakit dan tak percaya. Ia mondar-mandir di dekat jendela dengan terus mengingat semua sikap Saga, semua kemungkinan yang Hanny simpulkan kini harus Hanny buktikan.
'Hanny, lepaskan jika ia sudah memiliki wanita lain, kau jangan jadi orang ketiga, meskipun kaulah yang berhak atasnya, karena kau adalah istri sahnya, tapi ... Hanny, dia yang pertama kali memiliki hubungan itu dengan Saga,' bathin Hanny
'Sekarang buktikan Hanny, buktikan semua ketakutan mu, datanglah keperusahaan suamimu, semoga kau bisa menemukan petunjuk di sana' bathin lagi Hanny yang kini melepaskan jas putihnya dan langsung meraih tasnya dan keluar dari ruangan itu.
"Sus, Jika ada yang mencariku, sampai kan aku keluar sebentar " ucap Hanny pada seorang suster
"Baik, dok" ucap Suster itu
Hanny segera berlalu dari rumah sakit tempatnya bekerja, Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 9, Hari terlihat cerah namun panasnya tak terasa menyengat. Hanny membawa mobilnya menyusuri jalan, dengan hati yang tak karuan. Alasan apa yang akan ia buat untuk masuk kedalam perusahaan suaminya. Sejenak Hanny memikirkan alasan itu, sehingga ia memiliki satu alasan.
"Bunda, semoga bunda belum mengabari Saga perihal ajakan makan malam nanti" gumam Hanny sendiri seraya terus membawa mobilnya menuju ke perusahaan Saga. Tak butuh waktu yang lama, Hanny sudah sampai. Ia turun dari mobilnya dan berjalan mendekati perusahaan itu. Sejenak Hanny terdiam pada kedua penjaga itu, Ia sudah merasa gugup jika di pertanyakan, tapi ternyata ... Hanny salah, kedua penjaga itu malah menunduk hormat pada Hanny.
"Selamat datang, Nona." ucap penjaga itu
"Mmmm ... Terimakasih pak, Apakah Tuan Saga ada di tempat ?" tanya Hanny
Beliau ada Nona, silahkan masuk" ucap penjaga itu membukakan pintu masuk perusahaan.
"Terimakasih, Pak" ucap Hanny yang kini sudah masuk kedalam perusahaan itu.
Hanny menuju ke resepsionis, dan menanyakan ruangan Saga, dan dengan ramahnya mereka mengantarkan Hanny.
__ADS_1
"Ruangan paling ujung itu adalah ruangan Tuan Saga, Nona" ucap karyawan itu dengan tertunduk
"Terimakasih ya ?" ucap Hanny
"Sama-sama Nona" karyawan itu pun pergi setalah mengantarkan Hanny. dengan perasaan yang tak menentu, Hanny melangkah mendekati ruangan Saga, yang Mana ternyata ruangan itu tidak tertutup rapat. Ya ... Saga dan Zahra baru selesai mengadakan pertemuan dengan Taun Herman.
"Maafkan, aku. Aku telah membuat masalah untukmu lagi" suara gadis yang terisak di ruangan itu, mengurung kan niat Hanny untuk mengetuk pintu itu.
"Bukan salah mu, Zahra! ini salahku ... seharusnya aku bisa menahan emosiku, kau jangan menangis lagi, Aku akan mengatasi semuanya, Kau jangan cemas atau memikirkan kejadian semalam" ucap Saga dengan mengusap air mata Zahra.
Deg ... Deg ... Deg
Apakah hubungan atasan dan sekertaris bisa sedekat itu?
Terkejut ... pasti, sakit ... sangat! Saga mengatakan kejadian semalam bukanlah hal yang harus di pikirkan, lalu ... bagaimana dengan perasaan Hanny.
"Kau sudah banyak berkorban untukku, Maafkan aku, Saga" ucap Zahra dengan terus menangis
"Tapi, mulai saat ini, Tuan Saga akan memenuhi janjinya untukmu, Nona Zahra Latifa" suara seseorang yang tiba-tiba terdengar di telinga Saga dan Zahra.
Di tambah lagi dengan pemandangan yang Hanny lihat saat ini, Saga duduk di sisi Zahra di sofa ruangan itu.
"Hanny" ucap Saga dan Zahra
Terlihat Hanny mengusap air matanya namun bibirnya tersenyum.
"Lain kali, kalau ingin bicara hal yang pribadi, Pastika pintu itu tertutup" tunjuk Hanny pada pintu yang sedikit terbuka.
__ADS_1
"Aku baru tahu, kalau ternyata ... dalam perusahaan, ruangan Presdir dan Sekertaris bisa satu ruangan, " ucap Hanny dengan masih terus tersenyum namun ... jangan di tanya bagaimana hatinya.
"Hanny, ini tidak seperti yang kau lihat" ucap Saga yang kini sudah berdiri dari duduknya.
Hanny mengangkat tangannya
"Tidak perlu menjelaskan apapun" ucap Hanny
"Nona Hanny, ini ... ini tidak seperti yang kau lihat dan kau dengar" kini Zahra berdiri dan ingin menjelaskan semuanya.
Hanny tersenyum lalu menoleh kearah Saga dan Zahra, menatap mereka berdua dengan secara bergantian, Hanny tampil kan senyuman yang entah itu apa artinya.
"Kenapa? Kenapa sampai terjadi seperti ini, jika aku tahu, kau sudah punya wanita lain, aku tidak akan mungkin mau menerima perjodohan ini, tapi kalian ... waw! hebat sekali kalian, Tuan Saga ... Nona Zahra, kalian ... telah menganggap ku bodoh selama ini, tapi maaf ... aku bukanlah wanita yang suka menjadi yang ketiga, Tuan Sagara Biru Wilantara, ceraikan aku secepat nya, dan Nona Zahra, kau sangat pandai, kalian pintar sekali, Selamat untuk kalian berdua, dan maaf sudah merusak suasana berdua kalian" ucap Hanny yang langsung berbalik dan ingin meninggalkan ruangan itu, tapi entah kenapa ... Saga malah menahan tangan Hanny.
"Tunggu, tunggu penjelasan ku" ucap Saga dengan tangannya yang masih memegang lengan Hanny
"Penjelasan apa lagi? aku sudah mendengar semuanya, dan juga ... Wallpaper ponsel mu sudah menjawab semua pertanyaan ku, kau selama ini abai padaku, berkata buruk padaku, aku diam! aku diam Tuan Saga, karena aku fikir kau marah dengan perjodohan, tapi sekarang! saat aku tahu kenyataan nya, itu lebih menyakitkan, Tuan, lepaskan dan biarkan aku pergi" ucap Hanny dengan mata memerah yang kini menatap mata Saga. Zahra makin menjadi menangis
"Hanny, aku mohon dengarkan aku, jika ayah tahu, maka Zahra yang akan mendapatkan sangsinya dan _ "
"Dan Tuan tidak ingin kekasih Tuan ini mendapat kan itu, benarkan? Tenang saja, Tuan. Aku bukanlah wanita yang suka mengadu, Kalian akan aku pastikan selamat dari hukuman Ayah" ucap Hanny memotong perkataan Saga
"Bukan begitu, Han!"
Namun ... sayangnya, Hanny sudah terlalu kecewa, Ia melepaskan tangan Saga dan melangkah pergi dari ruangan itu.
Hanny berusaha menahan sesuatu yang akan tumpah dari matanya, Ia berusaha tersenyum pada semua karyawan yang berpapasan dengannya, Namun ... langkahnya yang cepat, membuat Saga tidak bisa mengejar nya.
__ADS_1
Saga kembali keruangannya kala melihat Hanny yang sudah berlalu dengan mobilnya.
'Aaaa ... sial!