Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 27 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Suasana yang tadi tenang kini terasa mencekam, Saga terus mengarah kan pandangan nya pada Hanny yang terus membuang muka. Tentu ... Bima tahu betul, mereka masih dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Bima tidak benci akan Saga, tapi ia tidak menyukai perlakuan Saga pada malam itu, hati mana yang tak sakit jika di katakan sedemikan rupa.


"Aku baru tahu, jika seorang Doktor hebat seperti Tuan Juan, mengenali istri saya" ucap Saga menghilangkan keheningan


"Anda jangan salah faham, Taun Saga. dalam dunia kedokteran, siapa yang tidak kenal dengan istri anda, para kau lelaki sangatlah iri pada anda, yang berhasil menikahi wanita seperti Hanny Sidqia" ucap Juan dengan penuh penekanan. Ia bukan lelaki bodoh yang tak menyadari akan raut wajah Hanny dan Saga. Mereka dalam masalah saat ini, dan tentu Juan faham, karena tak mungkin jika Hanny yang membuat masalah.


"Tuan Saga, jika seorang laki-laki sudah di berikan tanggung jawab akan suatu hal, itu adalah kehormatan yang harus di jaga, menjaga dan memenuhi tanggung jawabnya, itu adalah lelaki sejati, jika tak bisa menjaga tanggungjawab yang sudah ia pikul, lebih baik di lepaskan agar sama-sama tak berat" ucap Juan, pamannya Bima


"Terkadang, bicara itu mudah, Tuan Juan Leonardo, hanya saja ... meyakinkan hati dan menata hati itu butuh waktu,tapi percayalah ... lelaki sejati pasti akan menjaga komitmen dalam segala hal, dan Bima tahu akan diriku " ucap Saga seraya menatap tajam pada arah Bima.


"Membuat kisah baru tak semudah kita menulis kata yang tak berarti, Tapi harus dengan rasa dan hati yang pasti. Aku rasa kepentingan istriku sudah selesai di sini,kalau begitu bolehkah kami pergi?"ucap Saga seraya berdiri dari duduknya.


Bima dan Juan kini ikut berdiri, mereka semua menatap ke arah Hanny yang masih terduduk, Namun ... Hanny langsung mendongak kala melihat tangan Saga yang mengukur di depannya. Seketika tatapan mereka berdua saling beradu.


Akhirnya Hanny mengalah dan berdiri dari duduknya.


"Kak Juan, Terimakasih atas undangan nya, lain kali, saya yang akan mengundang kakak" ucap Hanny seraya mengulurkan tangannya, belum sempat Juan menerima uluran tangan Hanny, Saga susah menarik tangan Hanny.

__ADS_1


Membuat Hanny terkejut dan tak mengerti dengan sikap Saga. Namun ... Hanny berusaha mengejar langkah Saga yang menurutnya terlalu panjang, dengan tangannya yang di tarik oleh Saga. Saat mereka sudah sampai di depan rumah Bima, Hanny melepas kan tangan Saga.


Membuat Saga menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Hanny.


"Drama suami-istri sudah selesai, Tuan. Silahkan anda kembali ke perusahaan anda, dan saya akan kembali ke tempat kerja saya" ucap Hanny seraya menarik nafasnya.


"Hanny, aku minta maaf, aku salah dan bahkan banyak salah, tapi aku mohon ... dengarkan aku baik-baik, mari kita bicara" ucap Saga dengan lembut.


Hanny terdiam, ia menatap Saga lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam mobilnya yang mana di ikuti oleh Saga. Saga juga ikut masuk kedalam mobil Hanny, dan meninggalkan mobilnya di kediaman Bima.


Saga menghidupkan mobil Hanny, lalu membawa nya keluar dari halaman rumah Bima.


"Hanny, dengarkan aku baik-baik, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya " ucap Saga yang kini menghentikan mobilnya di tepi jalan.


Hanny mengangkat kepalanya dan melihat kearah Saga. Ia juga baru sadar, bahwa semuanya memang harus di jelas kan.


"Katakan, akan aku dengarkan semua nya" ucap Hanny seraya menyendekap kan kedua tangannya di dadanya.

__ADS_1


"Aku minta maaf akan semua sikapku terhadap mu, aku tahu ... kau sering terluka karena itu, tapi aku harap kau mengerti alasan ku, kita masih baru dan masih belum saling kenal" ucap Saga yang mana ucapannya terhenti


"Ya, aku tahu itu, anda butuh waktu ... begitu juga denganku, tapi aku berusaha menata hatiku, bersikap layaknya seorang istri pada anda, tapi ... Anda tidak ada sama sekali" ucap Hanny


"Hanny, aku tahu kau marah, marahlah padaku" ucap Saga


"Awalnya aku mengira, kalau anda bersikap dingin dan kasar padaku, karena Anda tidak mau dengan perjodohan ini, tapi kenyataannya berbeda, Tuan. Anda punya kekasih, dan saya mau ... kita akhiri semua ini, sebelum menambah banyak hati yang terluka" ucap Hanny


"Tapi kenyataannya bukan begitu, Han. dengarkan aku dulu" kilah Saga


"Ya, aku dan Zahra memang saling mencintai, aku sangat mencintai nya, begitu juga dengan dia, tapi ... saat dia tahu dengan Perjodohan itu, dia ingin aku bersamamu, dia ingin aku melakukan apa yang orang tua ku inginkan, Hanny ... kami butuh waktu " ucap Saga


"Tapi aku tidak ingin jadi orang ketiga di antara kalian, jadi kumohon ... lepaskan, tidak usah menunggu sebulan" ucap Hanny seraya mengusap air matanya


"Tapi aku tidak ingin melepas kan mu, Hanny. Aku sudah mengambil sumpah janjiku di hadapan sang pencipta,Berikan aku kesempatan untuk lebih mengenali kamu, kita ada di jalan dua Atha yang berbeda, untuk menjadi satu arah .... itu masih sulit" ucap Saga


"Aku sudah berusaha masuk dalam dunia anda, tapi anda yang menutup jalan itu, aku sudah berusaha ... dan mencoba memahami semua sikap anda, tapi apa ! Apapun yang saya lakukan, malah membuat anda menghina saya di depan para teman dan kekasih anda, apakah anda memikirkan perasaan saya saat itu? Tidak! anda malah sibuk mengantar kan kekasih anda pulang, Apa yang harus saya lakukan, ? diam, dan melihat anda selalu menatap wajah orang lain dari layar ponsel anda, begitu? Tuan Sagara, anda adalah pria sempurna, dan saya bukanlah wanita yang anda inginkan, menjadi istri anda adalah keberuntungan bagi saya, dan mungkin hanya seminggu lah waktu saya menjadi istri anda, sekarang ... kejarlah cinta anda, perjuangkan cinta anda, dan kabulkan permohonan saya, ceraikan saya, Taun Sagara Biru Wilantara " ucap Hanny dengan penuh penekanan dan tatapan yang penuh dengan kekecewaan

__ADS_1


"Saya bukanlah wanita kuat seperti kisah di Novel, saya ... saya tidak kuat!" akhirnya tangisan Hanny pecah saat mengucapakan kata itu. Saga langsung memegang tangan Hanny.


"Maafkan aku, aku sudah sangat keterlaluan padamu, Hanny ... beri aku kesempatan untuk mengetahui duniamu, Maafkan aku" Saga menggenggam tangan Hanny dengan lembut. Hanny tak percaya ... dengan semua yang Saga ucapkan dan yang Saga lakukan saat ini. Tapi hatinya ... ingin memberi kesempatan itu. Hanya saja ... Hanny ingin bicara dengan Zahra. Hanny ingin tahu bagaimana perasaan Zahra, Karena Hanny tidak ingin hidup di atas penderitaan wanita lain.


__ADS_2