Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 84


__ADS_3

Banyak yang terpesona akan kecantikan Zahra, Biru yang awalnya menatap Zahra kini kembali menatap Hanny, Wanita yang kini berada di sisi Zahra.


Ayahnya Biru bisa melihat jika anaknya ingin benar-benar berubah, Namun ia tetap akan memberi hukuman pada Biru.


''Istrimu cantik, '' ucap Hanny pada Jigar, Ingin sekali Jigar mengatakan jika Hanny lah yang lebih cantik, namun ia hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Hanny. Meskipun ia tidak mencintai Zahra, namun ia tidak ingin menjadi seperti Biru, ia memiliki hukuman sendiri untuk Zahra.


Beberapa teman Jigar banyak yang tidak menyangka jika Jigar akan menikah secepat ini.


''Wah, ternyata kau bisa move on juga dari Hanny, keren kau Jigar, '' ledek teman pria Jigar.


''Wah, udah jadi suami nih, tapi isrimu cantik loh, Jigar, nemu dimana?'' goda Fani


''Emmangnya barang,'' sambung yang lainnya, Zahra hanya bisa melihat ketika sang suami di kerumunin para sahabatnya.

__ADS_1


''Mereka teman-teman kami, kau pasti sering melihat dokter Fani, dia ahli gizi dirumah sakit, kau masih ingat kan?'' tanya Hanny.


''Iya, aku masih ingat dengannya, mereka asti juga ingat tentangku yang pernah menyakitimu,'' ucap Zahra seraya tersenyum pada Hanny.


''Mereka orang-orang yang baik, mereka tidak akan menghakimi orang lain tanpa mereka ketahui kenyataannya,'' ucap Hanny


''Tapi yang menfiralkan aku adalah Jigar, tdak ada alasan bagi mereka untuk tidak percaya,'' ucap Zahra


'''Tuhan akan selalu ada bersama dengan orang yang benar, aku yakin Jigar juga akan menyesal karena telah melakukan itu, meskipun ia melakukan itu demi aku,'' ucap lirih Hanny.


Watu terus berlalu, tsemuanya menikmati pesta di kediaman Jigar, dengan langkah penuh kegagahan dan kehoramtan, ayahnya Bir mendekati Jigar dan Zahra, Zahra yang melihat itu tentu measa gugup, ia sangat takut dengan tanggaan ayahnya Biru yang juga menilai buruk dirinya.


''Kau jangan cemas sayang, kau buktikan jika kau bukan wanita seperti yang mereka nilai,'' bisik mamanya Jigar yang kini ada di samping Zahra.

__ADS_1


''Terimaksih, Ma,'' ucap Zahra, Zahra merasa sangat bahagia karena mamanya Jigar begitu perhatian padanya, disini ia merasa seolah memiliki ibu lagi, perhatian mamanya Jigar padanya sama persis seperti perhatian ibunya.


''Selamat untuk pernikahan kalian, paman minta maaf karena pernah menuduhmu yang tidak-tidak, paman harap kau memaafkan pria tua ini,'' ucap Ayahnya Biru.


''Tidak apa-apa paman, semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu juga dengan paman, saya sadar diri akan hal itu paman,'' ucap Zahra yang amna berhasil membuat Jigar menoleh kearahnya.


''Jigar, jaga Zahra baik-baik, Hanny menjelaskan kalau dia adalah wanita yang sangat baik, kau suda beruntung mendapatkan istri sebaik dia,'' ucap Ayahnya Biru


'Hanny yang mengatakan jika Zahra baik,padahal dalah yang tellah membuat hubungannya dengan Biru menjadi sperti sekarang,'bathin Jigar


Waktu terus berjalan,  malam semakin larut, para tamu sudah banyak yang pamitan untuk pulang.


''Jigar, bawa istrimu ke kamar, kasian dia sudah kecapean,'' ucap sang mama pada Jigar

__ADS_1


''Baik, Ma,'' ucap Jigar seraya menoleh kearah Zahra, memberi kode agar dia mengikuti langkahnya.


__ADS_2