
"Lihatlah, sekarang si cupu itu malah jadi primadona para kampus, mungkin akan lahir Cinderella di kampus kita?" ucap salah satu mahasiswi sambil mencibir.
"Bener, nanti primadona kampus malah akan tergeser kan, mungkinkah posisinya saat ini tidak akan aman lagi?" tanya temannya.
"Aku hanya tidak menyangka saja, dia yang sering di bully oleh adiknya kini malah jadi wanita kuat, apa mungkin selama ini dia pura-pura lemah dan bisa membalaskan dendamnya?" tanya yang lain.
"Entahlah, sudahlah memikirkannya membuat aku kesal," ucap mahasiswi itu menyandang tasnya dan keluar dari ruangan.
Dewi berdiri di depan pagar kampus, ia saat ini sedang berpikir, mana dulu tujuannya.
"Oke, aku akan beli rumah dulu," ucap Dewi berjalan keluar kampus dan ternyata di depan gerbang sudah ada mobil mewah yang terparkir, seorang pria yang ia kenali keluar dari mobil.
Dewi menatapnya datar saat pria itu mendekatinya.
"Ayo masuk mobil, kau ingin pergi kemana aku antarkan," ucap Zeiro tersenyum. Ia menarik tangan Dewi dan membawanya masuk ke dalam mobil, Dewi pun masuk meskipun ia kesal.
__ADS_1
"Mau ke mana?" tanya Zeiro.
"Kan sudah aku katakan, kau tidak tidak perlu menjemput ku, aku ada urusan sendiri," ucap Dewi memasang wajah tidak sukanya.
Zeiro membetulkan posisi duduknya dan melihat ke luar jendela, ia terlihat kecewa karena Dewi tidak menerima ajakkannya.
"Ya sudah, pergi ke tempat penjual perumahan, aku mau beli rumah," ucap Dewi. Wajah Zeiro kembali berubah, ia terlihat senyum menatap Dewi.
"Kamu ingin beli rumah? Hm ... aku tau rumah yang mewah tapi murah," ucap Zeiro bersemangatnya.
"Baiklah, aku mau lihat keadaannya dulu," ucap Dewi mengangguk pelan setuju sambil mengangkat alisnya. Ia melihat ke arah luar jendela.
Mobil pun melaju di jalan, Zeiro senyam-senyum, memikirkannya saja sudah membuat ia senang.
"Memangnya berapa bajet yang sudah kamu siapkan untuk membeli rumah?" tanya Zeiro.
__ADS_1
"Hm … aku punya 100 juta," jawab Dewi ngasal.
"Oke, akan aku cari rumah yang seharga 100 juta," jawab Zeiro mengangguk.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah milik Zeiro. Mereka pun turun dari mobil.
"Ini rumahnya?" tanya Dewi melihat rumah yang mewah itu, rasanya mana mungkin rumah itu senilai 100 juta.
"Ayo masuk lihat-lihat dulu," ajak Zeiro.
Dewi pun ikut masuk ke dalam rumah itu dan benar saja jika rumah itu bukanlah seharga 100 juta. Dari platformnya aja senilai 100 juta, belum bangunannya, lukisan, rak pajangan kaca, sofa, ranjang, tv super lebar. Belum lagi ada kolam renangnya, taman mini, tempat ngejim, bioskop mini, dan lain-lainnya. Mungkin harga rumah itu senilai puluhan triliun.
Dewi menatap curiga ke arah Zeiro dan Zeiro mengangkat alisnya.
"Ada apa?" tanya Zeiro.
__ADS_1
"Rumah semahal ini tidak mungkin harganya 100 juta kan? Pasti ada apa-apa dengan rumah ini," ucap Dewi.
"Ehem! Memangnya ada apa dengan rumah ini? Rumah ini sangat bagus dan sangat layak di tempati," jawab Zeiro mengangkat bahunya.