
"Kamu harus hati-hati, sekali pun kamu kuat jika mereka punya senjata api kamu belum tentu selamat," pesan wanita yang berbaju hijau itu.
"Tenang saja, aku bisa mengatasinya, kalian justru harus melindungi nyawa kalian," pesan Dewi.
"Baiklah, jika kau perlu bantuan kami panggil saja," ucap mereka. Dewi mengacungkan jempol.
Mungkin jika dirinya sendiri ia bisa menghajar mereka tanpa khawatir, tapi masalahnya ada beberapa nyawa orang yang harus ia selamatkan.
Dewi pun keluar dengan tangan yang pura-pura di borgol agar menurunkan kewaspadaan mereka.
"Mana teman-teman mu yang lain?" tanya pria itu.
"Mereka ... mereka sudah...." Melihat ada senjata api yang menggantung di celana pria itu, Dewi langsung mengambilnya dan menembak di kepala pria di depannya.
Melihat temannya mati seketika mereka juga mengambil senjata apinya dan menembak ke arah Dewi, Dewi melompat dan berputar seolah-olah sedang menari di udara.
Dor! Dor! Dor!
Dewi menembak mereka dan seketika mereka mati. Dewi mendekati mereka untuk memastikan jika mereka semua mati.
Para wanita itu berlari ke arah Dewi dan memeluk Dewi bersorak kesenangan.
__ADS_1
"Oke! Oke! Lepaskan aku dulu, aku ingin barang-barang ku dulu," ucap Dewi berjalan masuk ke dalam kapal dan mengambil barang berharganya dan ponselnya dan kemudian ia pun keluar.
"Sudah, kalian pergilah ke kantor polisi, biar nanti kalian di pulangkan ke Negara Q, bawa mereka juga sebagai bukti jika kalian di culik dan katakan pada mereka jika kalian yang menghabisi mereka," ucap Dewi.
"Kenapa kamu tak ikut bersama kami juga?" tanya mereka Sedih.
"Tidak bisa, aku masih banyak urusan yang harus kerjakan dan selesaikan, kalian pergilah, selamat tinggal," ucap Dewi melambaikan tangan meninggalkan mereka. Meskipun rasanya tak rela, mereka juga harus merelakan kepergian Dewi.
Dewi masuk di salah satu mobil milik para pria yang ia bunuh tadi dan melajukan mobilnya di jalanan. Meskipun ini adalah Negara A, tapi ini sangat jauh dari kediamannya menempuh beberapa jam perjalanan karena ini beda wilayah.
Malam itu Dewi mengendarai mobil sendirian, berharap agar cepat sampai karena ia melaju dengan kecepatan tinggi.
"Setelah sampai nanti aku lebih baik tidak pulang dan menginap di hotel saja untuk melepaskan lelahku, 2 hari ini aku tidak makan banyak membuat tubuhku kurus, aku masih lapar," ucap Dewi.
Dewi pun memilih untuk mampir sebentar untuk mengisi perutnya, jika menunggu sampai ke tempat ia tinggal bisa-bisa ia kelaparan.
Dewi pun menepi mobilnya dan memarkirkan di depan ruko penjual itu.
Dewi keluar dan masuk tempat penjual nasi tersebut dan duduk di kursi.
"Nona, mau pesan apa?" tanya pemilik kedai nasi itu.
__ADS_1
"Aku mau 2 porsi nasi dengan lauk rendang dan ayam goreng, jus mentimun dan selasih 2 gelas," ucap Dewi.
"Baik Nona tunggu sebentar," ucap penjual itu menuju tempat penjualannya.
Di sana ada beberapa orang pria duduk di kursi melihat ke arah Dewi.
"Dia sendirian tuh, seperti orang kaya," ucap temannya dengan suara pelan.
Dewi melihat mereka dan mereka kembali ke posisi duduknya sambil kode-kode.
"Silakan Nona," ucap penjual itu meletakkan pesanan Dewi di atas meja.
Dewi pun melahap makanannya tanpa peduli dengan orang di sekitarnya.
Mereka kembali melihat ke arah Dewi dan punya niat jahat.
Setelah Dewi selesai makan, Dewi pun membayar makanya lewat rekening, karena ia tak punya uang tunai.
Dewi pun masuk ke dalam mobil dan tiga 3 pria itu juga naik motornya dan mengikuti mobil Dewi dari belakang.
Saat di tempat sepi, ketiga motor itu melaju dengan cepat dan mereka pun menyalip mobil Dewi lalu berkendara di depannya.
__ADS_1
Mereka pun memelankan motornya membuat mobil Dewi juga pelan.