Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 94


__ADS_3

Mereka memberhetikan motornya membuat mobil Dewi juga ikut berhenti.


Ketiga orang pria itu turun dari motornya dan menghampiri mobil Dewi.


Tok! Tok! Tok!


"Buka pintunya," ucap salah satu pria yang memakai jaket kulit warna hitam. Dewi membuka kaca jendela dan melihat ke arah pria itu.


"Mau apa kalian?" tanya Dewi datar.


"Ayo cepat, tangkap dia," perintah pria jaket kulit itu kepada dua temannya.


Pria itu pun memasukkan tangannya dari jendela yang terbuka untuk membuka pintu dari dalam, tapi Dewi meraih tangan pria itu lalu mematahkannya.


Krak!


"Aaaaaaaa!" teriak pria itu kesakitan dan mengeluarkan kembali tangannya dan berguling-guling di aspal.


"Hey! Ada apa dengan mu?" tanya pria berjaket kulit itu heran dengan perilaku temannya itu.

__ADS_1


"Tangan ku! Tangan ku patah!" teriak pria itu memegang tangannya.


Pikiran temannya itu dia bohong dan mempedulikannya, ia pun ingin membuka pintu mobil Dewi secara paksa, tapi lagi-lagi Dewi menarik tangan pria itu dan mematahkan menjadi dua bagian.


Krak! Krak!


"Aaaaaaaa!" teriak pria berjaket kulit itu kesakitan dan juga terguling di aspal. Melihat teman-teman kesakitan, pria yang memakai baju hitam seperti baju anak metal itu menghampirinya.


"Hey! Apa yang terjadi pada kalian?" tanyanya panik.


"Tolong! Tanganku! Tanganku patah!" teriak mereka, sedangkan temannya yang satunya sudah pingsan duluan.


"Heh! Jika ingin menculik lihat-lihat dulu siapa orangnya, jangan sembarangan menculik orang ya, bahkan aku bisa mengalahkan kalian tanpa keluar dari mobil," ucap Dewi melajukan mobilnya meninggalkan mereka. Lagian untuk apa di tolong, temannya masih ada satu untuk mengurus mereka, palingan temannya itu jika nggak sanggup mengasuh mereka ya pergi meninggalkannya.


Dewi memilih hotel yang menurutnya enak di pandang mata, dan ia pun berhenti di sebuah hotel yang di depannya ada patung emas.


Dewi masuk ke dalam dan pegawai hotel menghampirinya.


"Selamat datang di Z hotel, apa Anda ingin menginap?" tanya pegawai hotel itu tersenyum ramah.

__ADS_1


"Iya, berikan aku satu kamar VIP," pinta Dewi.


"Baik Nona, mari saya antarkan untuk mendaftar dulu," ucap pegawai itu.


Dewi pun mendaftar dan di berikan sebuah kartu, pegawai itu pun membawa Dewi menuju ruang VIP.


Dewi pun masuk ke dalam kamar. Dewi masuk ke dalam kamar mandi untuk segera bersih-bersih, dua hari ia tak mandi selama di perjalanan di kapal membuat keringatnya menempel dan lengket.


Dewi pun berendam di bak air panas sambil memejamkan matanya.


Triring! Triring! Triring!


Ponsel milik Dewi berdering, tapi dia tidak mendengarnya karena ia tertidur di bak mandi.


"Cepat lacak nomor Dewi sekarang!" perintah Zeiro yang sudah tak sabaran, karena selama ini ia menelpon tidak aktif. Tentu saja tidak aktif, karena Dewi ada di tengah lautan.


Mereka pun melacaknya dan menemukan keberadaan Dewi saat ini.


"Tuan, ini sangat mengejutkan, Nona Dewi ada di hotel Anda di jalan sekuntum," ucap peretas profesional Zeiro.

__ADS_1


"Baiklah, malam ini kita berangkat sekarang juga!" ucap Zeiro bersemangat, ia mengambil jasnya dan masuk ke dalam mobil menuju bandara di mana jetnya berada.


Jet pun terbang ke angkasa malam itu juga, Zeiro sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Dewi.


__ADS_2