
"Huh! Sana turun, kalau kau hanya numpang tenar lebih baik pulang sana!" teriak penonton yang tidak menyukainya.
"Benar, jangan sok jago seperti Dewi pembunuh! Memang kamu siapa? Tubuh kecil begitu ingin menantang ratusan orang, yang adanya kau malah mengantar nyawa!" teriak para penonton.
"Turun sana, dasar wanita tidak tahu diri! Ini acara besar dan kau malah membuat onar!" teriak yang lainnya.
Zeiro berdiri dan mendekati Dewi lalu mengambil mikrofon dari tangan Dewi.
"Kau serius ingin melakukan ini?" tanya Zeiro sedikit khawatir.
"Iya, tangan ku sudah gatal ingin menghabisi mereka semua, di tambah lagi aku sedang tidak baik-baik saja, agar hatiku tenang inilah satu-satunya cara," jawab Dewi melihat Andika dengan tatapan geram.
"Baiklah, kau jaga dirimu baik-baik, jika kamu sudah tak sanggup lagi angkat tangan mu, aku akan membantumu," ucap Zeiro tersenyum.
"Iya," angguk Dewi.
"Karena ia ingin menantang para peserta jadi kalian silakan maju," ucap Zeiro melalui mikrofonnya.
__ADS_1
"Ha? Apa yang di pikirkan Dewa Zeiro? Kenapa dia malah membiarkannya?" tanya para penonton.
"Aku percaya padanya, jadi kalian turut permintaannya," ucap Zeiro.
"Karena ia ingin babak belur ayo kita hajar dia," ucap peserta negara C.
"Ayo kita maju," ucap mereka, berdiri dan menuju panggung pertandingan.
Andika menatap Dewi dengan menyipitkan matanya. 'Kenapa aku merasa kenal dengan tatapan mata itu ya?' batin Andika.
"Baiklah apa kalian siap?" tanya Zeiro.
"Siap!" jawab mereka serentak.
"Kamu sudah siap Dewi?" tanya Zeiro lembut.
"Ya, aku siap," jawab Dewi dengan tangan yang bergetar karena geram.
__ADS_1
Zeiro keluar dari lingkaran itu dan meninggalkan Dewi, terlihat dari wajahnya, Dewi menyimpan dendam yang teramat dalam dan ingin ia lampiaskan di pertandingan ini.
MULAI!
Para peserta mendekati Dewi lalu mereka menyerang secara setempat, Dewi melompat meringankan tubuhnya berputar-putar di udara lalu ia terjun ke bawah dan menendang wajah mereka dengan kuat membuat mereka terjungkang. Dewi mendarat di panggung pertandingan dan berjongkok seperti laba-laba.
Datang lagi mereka berlari ke arah Dewi, Dewi bangun lalu berlari menyerbu balik, ia melompat ke bahu salah satu peserta itu lalu memutar tubuhnya menendang mereka yang ada di bawah, melakukan gerakan pitingan leher dan menangkap kepala peserta itu lalu melemparnya ke arah peserta yang lain.
Pertandingan terus berlangsung, sebagian dari mereka sudah memilih untuk mundur karena wajah mereka bonyok dan sebagian hidung mereka ada yang berdarah hingga patah tulang hidungnya. Mereka yang masih bertahan terus maju ingin menumbangkan Dewi dan mereka juga mengulur waktu menunggu Dewi lelah karena melawan mereka sebanyak itu pasti akan capek.
Hanya saja mereka tidak tahu siapa yang ada di dalam tubuh mungil itu, dia adalah jiwa yang kuat dan tangguh.
Peserta dari Negera Q hanya menyerang kecil saja dan bermain cantik, mereka membiarkan para peserta yang lain untuk menyerang Dewi, akan tetapi Dewi lebih tau tentang pengikutnya, mereka pasti menyimpan tenaganya dulu sebelum melakukan serangan besar.
Dewi menerobos kerumunan itu lalu menyerang peserta negara Q dengan membabi buta.
"Beraninya kalian berkhianat dan memilih mengikuti orang lain dari pada setia mengikuti aturan yang sudah di buat Dewi, aku akan menghabisi kalian!" teriak Dewi mengajar mereka.
__ADS_1