Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 27


__ADS_3

"Kamu lihat! Ini semua karena perbuatan mu! Aku harus bayar denda 50 juta dan terancam tidak mendapatkan pekerjaan, jadi kamu juga harus bertanggung masalah ini atau aku kapan saja bisa membuatmu hancur!" ancam kepala pembalap.


Anita sangat ketakutan dan ia ingin kabur, kepala pembalap itu menarik baju Anita lalu menamparnya.


Plak!


Di pipi yang sama saat Dewi menampar pipi Anita. Anita merasa sangat kesakitan memegang pipinya.


"Kamu harus ganti rugi sekarang atau aku akan mengadu kepada orang tua kamu!" ancam kelapa balapan itu.


"Tolong jangan lakukan itu, aku mohon," ucap Anita memohon mengatup kedua tangannya di hadapan ketua balap itu.


"Heh! Ternyata kau tau takut juga, kalau begitu kau ganti uang 50 juta, bayar biaya teman ku dan ganti rugi semua ban motor yang bocor, aku mau bab baru bukan bekas," ucap ketua pembalap itu.

__ADS_1


"Apa! 50 juta! Da-dari mana aku dapat uang sebanyak itu?" tanya Anita bingung.


"Aku tidak mau tau kau dapat dari mana, mau kau merampok atau dari mana, aku tidak mau kehilangan pekerjaan ku gara-gara kamu!" ucap ketua pembalap ketus.


Anita melihat ke arah Luna dan Karisa. "Kalian … kalian mau bantu aku kan?" tanya Anita berharap, ia mengapai-gapai kedua tangan menurutnya adalah sahabatnya.


"Bagaimana kami bisa bantu, 50 juta itu tidak sedikit Anita, inikan juga ide kamu, kamu harus tanggung jawab sendiri, jangan menyeret kami dengan kelakuan jahat kamu, kami nggak mau ikut terlibat. Ayo Karisa kita pergi," ajak Luna. Karisa dan Luna pun pergi meninggalkan Anita yang masih berlutut.


"Aku tunggu hingga malam tiba, jika tidak jangan salahkan aku datang ke rumah mu," ancam kepala pembalap itu menyimpan ponsel milik Anita dan melangkahkan kaki pergi meninggalkan Anita.


"Lihat saja kau Dewi, aku akan membunuhmu!" teriak Anita, ia menundukkan kepala dan menangis, saat ini ia sangat tertekan menggertakkan gigi.


Anita berdiri dan menuju mobilnya, ia berpikir keras bagaimana ia harus mendapatkan uang sebanyak itu, di tambah ban motor yang bocor harganya tidak main-main.

__ADS_1


Ia melihat seluruh mobil itu dan timbullah idenya. "Bagaimana jika aku jual saja mobil ini, nanti tinggal bilang saja jika mobil di curi," ucap Anita, ia langsung menuju ke showroom mobil khusus menjual dan membeli mobil bekas.


"Kau sudah makan?" tanya Zeiro kepada Dewi.


"Kenapa? Kau ingin mengajakku makan?" tanya Dewi datar.


"Iya, setidaknya kau tidak rindu dengan makanan negara ini sebelum kita pergi besok, karena besok kau akan memakan makanan asing," jawab Zeiro.


'Asing? Bah aku bahkan sudah muak karena setiap hari makan makanan negara Q,' batin Dewi.


"Yah, aku tidak cukup makan tadi," jawab Dewi melipat tangannya. Zeiro langsung membelokkan mobilnya menuju sebuah restorannya.


Mereka masuk ke dalam restoran, seperti biasa para pelayan restoran melihat Zeiro genit.

__ADS_1


"Kau tidak risih kah dengan para pegawai mu itu?" tanya Dewi saat melihat para pelayan yang mengerubungi Zeiro ramai-ramai.


"Hm … aku tidak menganggap mereka, jadi bagiku ya biasa saja," jawab Zeiro mengangkat bahunya. "Ayo masuk," ajak Zeiro merangkul pundak Dewi membawanya masuk ke rumah VVIP membuat para mata pelayan melihat Dewi dengan tatapan membunuh. Dewi menjulurkan lidahnya mengejek mereka membuat para pelayan itu sangat marah.


__ADS_2