Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 51


__ADS_3

"Lalu bagaimana? Apa ingin membereskan mereka?" tanya Dewi yang tangannya sudah gatal untuk bertarung lagi.


"Kau tidak lelah setelah menghabisi ratusan orang itu dan sekarang kau ingin bergelut lagi?" tanya Zeiro mengangkat alisnya.


"He-he-he karena untuk menghapus segala rintangan mu," ucap Dewi menyengir.


"Bilang saja jika hobi mu bergelut, jangan buat alasan jika ingin melindungi ku," ucap Zeiro manyun. Dewi cengengesan.


"Bagaimana jika mereka membawa senjata api, aku tidak membawa baju Anti peluru."


"Kau sungguh meragukan kemampuan ku ya." Dewi memelankan mobilnya lalu masuk ke sebuah jalan yang sedikit sepi.


Mobil yang mengejar mereka tadi juga mengikuti mobil Zeiro juga masuk ke dalam jalan kecil itu.


"Mereka sudah datang, kau sembunyilah," ucap Dewi.


"Kau tetap harus hati-hati, aku tidak akan membiarkan mu kenapa-kenapa, aku akan menghubungi pengawal ku segera," ucap Zeiro mengeluarkan ponselnya.


"Tidak perlu, aku saja yang membereskan mereka," ucap Dewi berjalan mendekati mobil yang baru saja datang itu.


"Minggir kau wanita! Jika tidak ingin mati lebih baik kau pergi," ucap pria itu menatap Dewi lekat.


"Bunuh saja dia, bisa jadi dia adalah wanita Zeiro," ucap salah satu temannya.


"Benar juga," ucap pria itu menarik tangan Dewi lalu meletakkan tangannya di leher Dewi.

__ADS_1


"Hey Zeiro jangan bersembunyi kau! Keluar dan hadapi kami langsung, jangan kau jadikan wanita sebagai tameng mu, jangan menjadi pria yang pengecut!" teriak pria itu.


"Cih! Kalian sungguh tidak menganggap aku ada di sini ya," ucap Dewi menarik tangan pria itu lalu memutar kebelakang membuat tubuh pria itu berputar dan terpental.


Para pria itu langsung menodongkan senjata apinya.


"Kan sudah ku katakan, mereka pasti membawa senjata api," ucap Zeiro.


Dewi menendang pergelangan tangan pria yang menodongnya senjata api itu ke arahnya membuat senjata apinya terpelanting, Dewi menyalurkan kekuatannya ke arah kakinya memusatnya lalu menendang pria itu, saking kuat tendangannya membuat pria itu terbang dan nyangkut di pohon.


Mereka sangat terkejut, karena mereka baru pertama melihat wanita strong setelah Dewi pembunuh.


"Karena dia ada di pihak Zeiro cepat bunuh dia!" teriak pria yang lain, mereka pun menembak ke arah Dewi


Dor!


Dor!


Teman-teman pria yang lain juga datang menembak ke arah Dewi, dengan lincah Dewi menghindari peluru itu berusaha mendekati para pria itu, meringankan tubuhnya melompat ke atas, dan dari atas Dewi mendarat di kepala pria itu lalu menghantamnya, saat temannya yang lain ingin menembak Dewi, Dewi berpindah berlindung ke tubuh pria itu sehingga ia menembak temannya.


Dewi membuat temannya itu sebagai tameng dan saat sudah dekat, Dewi langsung menghajarnya, mengumpulkan kekuatannya di tinjunya dan langsung meninju wajah pria itu hingga tulang tengkoraknya retak, seketika ia tumbang. Ada seorang pria yang membidik Dewi dari arah belakang lalu menembak ke arah Dewi.


Dor!


Pria itu mati di tempat, karena sebelum sempat pria itu menarik pelatuknya, ia di tembak duluan oleh Zeiro.

__ADS_1


Zeiro keluar dan memutar senjata apinya mendekati Dewi. "Kita impas," ucap Zeiro.


"Heh! Tanpa kau menembak pria itu aku bisa menghindarinya, bilang saja kau tidak ingin berhutang pada ku takut jika aku peras." Dewi memanyunkan mulutnya.


"Jika kau jadi istriku aku akan berpikir untuk memberikan semua hartaku pada mu," ucap Zeiro tersenyum.


"Hentikan candaan mu yang tak bermutu itu, salah satu di antara mereka pasti masih ada yang hidup yang di atas pohon itu, apa kau tidak ingin menyederanya?" tanya Dewi melihat pria yang pingsan di atas pohon.


"Aku akan menelpon pengawal ku, biar mereka yang membereskannya," ucap Zeiro mengambil ponselnya dan menelpon pengawalnya untuk segera datang.


"Menjadi penjaga mu tidak mudah, kau banyak sekali musuh mu, kapan kau akan hidup tenang?" tanya Dewi.


"Sampai tidak ada yang iri dengan kekuasaan ku, saat ini aku sudah menyiapkan pasukan khusus, mereka akan menjadi mata-mata setiap perusahaan yang berani ingin menjatuhkan perusahaan ku," ucap Zeiro.


"Kau membicarakan hal ini padaku tidak takut jika aku sebarkan keluar?"


"He-he-he untuk apa aku takut, kita ada di perahu yang sama," jawab Zeiro menyengir.


"Bagaimana jika kau berkhianat?"


"Kau akan menyesal karena mengkhianati ku, lihat saja nanti," ucap Zeiro percaya diri.


"Oke! Kita lihat nanti," angguk Dewi.


Tak lama kemudian, para pengawal Zeiro datang dan segera menghampiri Tuannya.

__ADS_1


__ADS_2