
Dewi pun terbangun dan menyadari jika ia masih di bak mandi.
"Ah, aku ketiduran di dalam bak mandi ya? Tubuhku benar-benar lelah, besok aku harus ke SPA aja dulu untuk rileks dan menenangkan pikiran." Dewi berdiri dari bak mandi dan memakai baju handuknya dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer yang sudah ada di siapkan di kamar itu.
Dewi pun merebahkan tubuhnya di kasur tanpa melihat ponselnya dan memejamkan matanya.
Sekitar subuh, jet pribadi Zeiro sampai di Negara A. Zeiro naik ke dalam mobil dan segera menuju hotelnya.
"Selamat pagi Tuan," ucap pegawai itu berlari mendekati Zeiro.
"Apa ada seorang gadis yang menginap di sini?" tanya Zeiro.
"Ada beberapa, tapi yang mana satu ya?" pegawai itu balik bertanya.
Zeiro mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Dewi yang ia ambil saat di pantai dan ia jadikan wallpaper di ponselnya.
"Oh yang ini, dia ada di rumah VIP Tuan, mari saya antar," ucap pegawai itu. Zeiro bergegas mengikuti pegawainya itu menuju kamar Dewi.
__ADS_1
"Ini kamarnya Tuan," ucap pegawai itu.
"Baiklah, kau bisa pergi," ucap Zeiro. Pegawai itu menundukkan kepala memberi hormat dan pergi meninggalkan Zeiro.
"Memangnya siapa wanita itu hingga Tuan ingin menemuinya?" tanya pegawai itu merasa heran.
Zeiro menekan sidik jari ya di sebuah tempat yang terpencil, hanya ia yang bisa melakukan itu, hotelnya semua pintu ia bisa membukanya dengan sidik jarinya. Tidak ada privasi baginya.
Pintu pun terbuka otomatis bergeser ke samping tanpa suara. Zeiro mendekati Dewi dan menatap wajah Dewi yang sedang tertidur pulas dalam diam.
Ia berjongkok dan tak jemu-jemu melihat wajah Dewi sambil tersenyum.
****
Matahari sudah memancarkan sinarnya menandakan jika orang-orang sudah berlalu lalang untuk melakukan aktifitasnya.
Dewi pun terbangun dan perlahan-lahan membuka matanya, antara mata sayupnya, ia melihat Zeiro yang tertidur dengan kepala masih di atas kasur.
__ADS_1
Dewi memejamkan kembali matanya dan merasa jika dirinya saat ini sedang bermimpi.
"Aku pasti mimpi, aku pasti sedang bermimpi." Dewi duduk di kasur lalu menepuk-nepuk pipinya. Ia mengernyitkan sebelah matanya melihat ke arah Zeiro dan Zeiro masih ada di sana tak bergerak.
Dewi kembali menutup matanya dan menggeleng dengan kuat. Ia kembali membuka matanya dengan lebar dan ternyata itu benar Zeiro.
"Astaga! Ini beneran!" ucap Dewi terbelalak. Dewi mencolek bahu Zeiro dan Zeiro pun terbangun.
"Dewi," lirih Zeiro dengan mata berbinar, ia melompat di atas kasur lalu memeluk Dewi dengan erat.
"Aku pikir kamu hilang, aku pikir aku tidak bisa bertemu lagi dengan mu, aku sangat takut kehilangan kamu Dewi. Tolong jangan tiba-tiba menghilang seperti ini, tolong jangan pergi tanpa kabar. Aku benar-benar panik saat kau tanpa kabar. Dewi, aku mohon jangan pergi dari ku, tetaplah berada di sisiku." Zeiro memeluk Dewi dengan tubuh bergetar dan memejamkan matanya menenggelamkan wajahnya di bahu Dewi.
Dewi terdiam, ia berasa entah berada di dunia mana.
"Itu … bisakah kau melepaskan pelukan mu?" tanya Dewi meraih tangan Zeiro yang melingkar di pinggangnya.
"Tidak! Aku tidak akan melepaskan mu, nanti kau pasti akan pergi lagi."
__ADS_1