Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 69


__ADS_3

"Dia mengatakan jika dirinya adalah wali dari Dewi pembunuh dan akan menangani semua aset Dewi pembunuh, tapi tidak kah dia sadar jika masih ada ahli warisnya yang berhak dan sah, aku sebagai ahli waris Dewi pembunuh akan menjadi hartanya dari orang yang tidak bertanggung jawab," ucap Dewi berpura-pura mengemasi surat-suratnya dan sengaja menjatuhkan selembar kertas dan di pungut oleh salah satu wartawan di sana dan ia berpura-pura tidak menyadarinya.


Mereka membacanya dan sangat terkejut dengan isinya.


"Coba kamu lihat ini," ucap wartawan itu memperlihatkan kepada temannya.


"Wah wah, ini berita besar BESTie," ucap temannya dengan mata berbinar-binar.


"Ini adalah surat wasiat yang di berikan Dewi pembunuh untukku, dia mengatakan padaku mungkin akan ada terjadi sesuatu padanya, karena akan ada pengkhianat di dalam rumahnya, jadi untuk berjaga-jaga dia memberikan surat wasiat beberapa lembar untuk aku simpan," ucap Dewi mengarang cerita sambil memperlihatkan surat wasiat itu di depan kamera.

__ADS_1


"Kenapa dia tidak ia titipkan pada notarisnya surat wasiatnya saja?" tanya wartawan itu.


"Karena tidak ada yang bisa ia percaya lagi termasuk notarisnya, bisa jadi mereka semua bersekongkol, karena aku tinggal di negara A jauh dari jangkauan orang-orang dan juga tidak mempublishkan diri ku, karena aku adalah pewaris sahnya, dia takut jika mereka akan menyakiti ku juga, aku keluar karena aku meminta keadilan untuk Dewi pembunuh dan menyelamatkan hartanya dari orang yang tidak bertanggung jawab. Bukan karena Dewi pembunuh sudah meninggal dan mereka seenaknya mengambil harta Dewi untuk kesenangan mereka, aku berjanji tidak akan membiarkan itu semua terjadi," ucap Dewi.


"Jadi bagaimana dengan rumah dan usaha milik Dewi sedangkan Nona tinggal di negara A?" tanya wartawan itu.


"Atau bisa melalui aku juga," ucap Zeiro.


"Baiklah cukup sekian dan terima kasih," ucap Dewi menundukkan kepala menandakan acara sudah selesai.

__ADS_1


Sejak berita itu sudah mulai heboh, surat yang jatuh ke lantai dan di ambil oleh wartawan itu juga tersebar, banyak berita miring tentang Andika dan Mei.


Dewi duduk di sofa milik Zeiro di dalam ruang direktur utama sambil bermain laptop milik Zeiro.


Dewi membuat akun palsu untuk menjadi kompor di sana.


Berita tentang Andika adalah pria impoten sudah tersebar luas, dan mereka mempertanyakan siapa ayah dari anak yang ada di perut Mei, karena selama ini Andika mengaku sebagai ayah dari anak yang di kandung Mei, mungkinkah Mei hamil dengan orang lain karena sang pria itu tidak bertanggung jawab dan akhirnya Andika maju untuk menjadi Ayah anak tersebut dan juga karena Andika impoten dan akan berdampak pada kemandulan dan tidak bisa mempunyai anak.


"Ha-ha-ha, aku akan menjadi pemanasnya di sini," ucap Dewi menyengir.

__ADS_1


__ADS_2