
Mereka semua duduk di satu meja yang sangat besar, dengan makanan dan minuman berbagai varian rasa tersedia di atas meja.
"Baiklah semuanya, di hari pertemuan kita yang berbahagia ini tentu saja membawa keberkahan seluruh hidup kita, semoga senantiasa selalu di beri kesehatan dan umur yang panjang agar kita bisa terus berkumpul seperti ini lagi setiap tahunnya. Meskipun Dewi pembunuh sekarang tidak ada di dunia ini lagi, tapi acara ajang kompetisi ini tetap akan berlangsung untuk selamanya, sebagai tanda penghormatan kepada Dewi, kamu sudah bersepakat untuk membuat patung Dewi pembunuh," ucap kepala kompetisi.
Di atas panggung di bukakan penutup kain putih dan terlihatlah patung Dewi pembunuh, itu terbuat dari emas ratusan kilo gram, dan juga gelang yang biasa di pakai Dewi pembunuh terbuat dari berlian dengan setiap manik-manik nya seberat 1000 karat.
'Hm … benarkah aku itu? Kenapa tidak terlihat seperti diriku saat di jadikan patung. Dari pada mereka membuang emas dengan membuat patung lebih baik mereka pajang saja foto ku itu lebih terlihat mirip dari patung yang jelek ini,' batin Dewi mendengus kesal.
__ADS_1
Mereka semua berdiri dan bertepuk tangan dengan bangga, patung itu tingginya sekitar 3 meter dengan berat 1 ton lebih.
"Kami harap semuanya bisa mengingat Dewi jika wanita nomor satu itu ada di dunia ini, saya juga berharap suatu saat nanti ada seseorang yang bisa menyamai kekuatannya agar tidak habis di telan zaman. Baiklah semuanya mari kita makan-makan dulu untuk memulai acara besok," ucap kepala kompetisi.
Mereka pun sibuk mengambil piring yang ada di hadapan mereka, Dewi mengambil steak daging sapi dan menarik ke hadapannya.
Zeiro mengambil piring Dewi memotong dagingnya lalu kembali menyerahkan kepada Dewi.
__ADS_1
"Kenapa? Kau cemburu?" tanya Dewi menyengir.
"Tentu saja aku cemburu, kau adalah orang yang ku bawa sendiri dan kau malah melirik pria lain," jawab Zeiro memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya sambil melihat orang-orang yang sedang sibuk makan.
"Kau sudah kenal lama dengannya, menurut mu bagaimana dia jika di luar tanpa ada Dewi pembunuh?" tanya Dewi mengigit steaknya.
"Dia itu, pria yang membosankan, sejak pacaran dengan Dewi dia terlihat songong! Hanya saja Dewi pembunuh tidak tahu sifat aslinya jika dia ada di luar, bahkan Dewi pembunuh meninggalkan pun dia masih saja berlagak, bangga dengan identitas Dewi pembunuh, pria yang otaknya cuma secuil dan tidak melihat dunia luar ya seperti itulah, Dewi pembunuh benar-benar bodoh sudah memilih dia," ucap Zeiro mengambil minuman dan meneguknya sambil melihat Andika makan dan berbicara dengan petinggi yang lain sambil tersenyum senang.
__ADS_1
Jleb! Berasa kayak di tusuk pisau mendengar ucapan Zeiro jika dia bodoh. Apa memang selama ini dia memang salah memilih orang? Andika adalah pria yang di kenalkan oleh adik sepupunya kepada dirinya, waktu itu dia sangat culun. Karena Andika selalu ada untuknya dan terus menemaninya setiap ia latihan, dia sangat baik dan penurut, karena kasihan Dewi pun berpikir untuk menjalani hubungan dengannya.
"Kenapa dengan wajah mu? Kau tidak terima aku mengatainya?" tanya Zeiro menyengir.