Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 33


__ADS_3

Dewi masuk ke dalam rumah yang penuh dengan kenangan itu.


'Kenapa aku rasa seperti nostalgia di rumah sendiri ya,' batin Dewi.


"Kamu jika tidak ada keperluan lagi cepat keluar!" teriak Andika.


"Berisik aja kamu, ini juga bukan rumah kamu, kenapa kau seolah-olah menjadi pemilik rumah ini," jawab Dewi sedang memeriksa rumahnya, ada satu barang yang sangat berharga baginya, yaitu kalung yang liontin ada gambar foto kedua orang tuanya.


"Heh! Dewi pembunuh juga sudah meninggal, wasiat harta juga tidak ada namamu, jadi seluruh harta jatuh ke tangan walinya yaitu aku," ucap Andika.

__ADS_1


"Hey apa maksudmu! Dewi juga tidak mewasiatkan harta ini pada mu, sejak kapan kau menjadi walinya, nikah saja belum! Kenapa perlakuan mu sangat beda apa yang di ceritakan oleh Dewi pada ku, dia bilang kau baik, perhatian dan sangat menyayangi dia, tapi kelihatannya itu semua palsu!" ucap Dewi membelalakkan matanya.


"Heh! Itu bukan urusanmu! Kau anak kecil pergi sana, di sini sudah tak ada urusan mu lagi, lebih baik kau pergi atau aku akan panggil polisi menangkap mu dan mengatakan jika kau berpura-pura menjadi adik angkatnya Dewi," ucap Andika melipat tangannya tersenyum sinis.


"Heh! Akan ku sebarkan semua rahasia mu, memangnya rahasia mu cuma satu aja, masih banyak yang di ceritakan oleh Dewi padaku," ucap Dewi bercekak pinggang.


"Mana? Kamu tidak buktinya, aku bisa melaporkan mu atas nama pencemaran nama baik," jawab Andika.


"Untung saja keterangan penyakit itu sudah aku bakar dan membuangnya jauh-jauh, memangnya apa lagi di ceritakan Dewi kepada wanita itu, tapi untung saja sudah mati!" ucap Andika mendengus kesal.

__ADS_1


Dewi melajukan mobilnya. "Sial! Kenapa aku tidak pernah menyadari jika dia sangat kasar, ada apa dengannya? Atau memang wataknya memang seperti itu? Apa aku salah mempercayai orang selama ini?" Dewi bertanya-tanya, di kepalanya ia tak habis pikir kenapa Andika seperti itu? Ia belum lagi menemukan adik sepupunya, entah bagaimana watak adik sepupunya lagi.


Tak lama kemudian, ia pun sampai di tempat kompetisi itu dan memarkirkan mobilnya.


Zeiro berdiri di pintu masuk menunggu Dewi.


"Kamu dari mana saja sih? Jika terjadi sesuatu pada mu bagaimana?" ucap Zeiro khawatir.


"Jangan memberi perhatian padaku seolah-olah kita kenal dekat," ucap Dewi menatap tajam ke arah Zeiro dan ia pun masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya.

__ADS_1


"Ada apa dengan dirinya? Padahal baru tadi malam dia tidur di rumahku. Haishh … wanita sungguh sulit di mengerti," ucap Zeiro meninggalkan kamar Dewi.


Dewi membaringkan tubuhnya ke kasur menatap langit-langit kamarnya. Andika adalah cinta pertamanya, ternyata begitulah sifatnya, apa semua pria itu hanya berpura-pura? Di depan baik, di belakang malah menghina? Lantas pada siapa ia harus percaya sekarang jika semua pria sama saja? Apa Zeiro juga sama halnya dengan Andika?


__ADS_2