Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 114


__ADS_3

Seluruh para tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah.


"Baiklah, mari kita sambut pemeran utama kita, inilah Rossa anak dari Tuan Kamil," ucap pembawa acara.


Keluarlah wanita cantik bersama Papa dan Mamanya, karena hari ini adalah hari ulang tahun Rossa dari anak orang kaya sehingga mengundang para orang-orang terkenal.


Dan tak lupa mengundang artis papan atas, para reporter pun berdatangan.


"Astaga! Itu bukannya Tuan Zeiro yang terkenal itu, tidak sia-sia kita datang, ini bakal jadi berita populer," ucap mereka berbondong-bondong mendatangi Zeiro tempat pun menjadi sesak.


Pemeran utama malam itu malah di cuekin dan mereka sibuk dengan berita utama yang paling top.


"Tuan Zeiro, bagaimana perusahaan Anda saat ini?"


"Kira-kira tahun ini produk apa yang akan Anda luncurkan?"


"Berapa pendapatan Anda tahun ini?"


"Siapa wanita yang di samping Anda?"

__ADS_1


"Apa dia adalah pacar Anda?"


"Apa dia adalah wanita yang Anda pilih?"


"Apa Anda akan menikahinya atau hanya mempermainkannya?"


Bla bla bla bla bla bla bla bla bla.


Dewi menjulingkan matanya karena kesal mendengar pertanyaan reporter. Ia pun membungkukkan badan lalu keluar dari keramaian yang padat itu.


"Haishh! Bikin sesak nafas saja," keluh Dewi.


"Maaf, kali ini bukan aku pemeran utama malam ini, tapi mereka," ucap Zeiro menunjuk ke arah Rossa.


"Baiklah, aku akan menjawab beberapa pertanyaan saja, setelah itu kalian lanjutkan pekerjaan kalian untuk merekam mereka," ucap Zeiro.


"Baiklah Tuan," ucap mereka setuju.


"Pertanyaan kalian tapi aku ingin meluncurkan produk apa? Untuk tahun ini aku akan meluncurkan produk desain terbaru, yaitu paket lengkap mulai dari tas, baju, sendal dan ponsel itu akan menjadi desain terbaru yang di padukan, semua warna akan di sesuaikan dan membuatnya menjadi sebuah karya yang indah," ucap Zeiro.

__ADS_1


"Lalu wanita sepeti apa yang Anda pilih dan tipe seperti apa yang Anda sukai?" tanya reporter itu.


Zeiro melihat Dewi yang sedang berdiri di antara keramaian sambil melipat tangannya menatap ke arahnya.


"Aku menyukai wanita kasar? Tangguh dan dingin, tapi baik hatinya, dan aku hanya menyukai wanita seperti itu saja," ucap Zeiro tersenyum melihat Dewi.


"Baiklah, aku tidak akan menjawab pertanyaan apa pun lagi, karena acaranya sudah di mulai," ucap Zeiro.


Mereka terlihat kecewa, tapi mau bagaimana lagi, Zeiro juga tidak akan menjawabnya. Mereka memasang kameranya menghadap ke arah Rossa.


Zeiro datang mendekati Dewi berdiri di sampingnya lalu mengengam tangan Dewi sambil melihat ke depan. Dewi melihat tangannya di genggam, ia mengengam balik tangan Zeiro dengan erat agar Zeiro merasa kesakitan.


Tentu saja Zeiro merasa kesakitan, tapi ia tahan hingga tangannya memerah. Dewi menetap Zeiro penuh haru.


Dewi pun membiarkan Zeiro memegang tangannya sampai ia ingin melepaskannya.


"Kau membawa kado?" tanya Dewi melihat ke arah Rossa yang sedang meniup lilin.


"Asisten ku lagi membungkusnya," jawab Zeiro. Dewi mengangguk-angguk.

__ADS_1


Rossa memotong kue dan meletakkan di atas piring kecil.


"Ayo Nona Rossa, kue pertama ini ingin Nona berikan kepada siapa?" tanya pembawa acara. Rossa terlihat tersenyum dan ia pun membawa piring kecil yang berisi roti itu berjalan ke arah Zeiro.


__ADS_2