
"Hm, kau sangat baik, tadi aku hanya ingin mengatakan jika minta izin untuk Dewi saja, tidak perlu mengisi absennya begitu, sepertinya kau sangat senggang," ucap Zeiro datar, tapi itu sangat mengintimidasi rektor hingga keluar keringat dingin.
"Eh itu … saya harus apa Tuan?" tanya rektor menyeka keringatnya karena takut.
"Tidak apa-apa, cukup isi absennya saja, sudah itu saja," ucap Zeiro memutuskan panggilannya.
"Huff! Selamat," ucap rektor itu mengelus dadanya lega.
"Aku sudah meminta izin kepada rektor, jadi untuk 5 hari kedepannya temani aku saja di sini untuk mengurus bisnis ku ya," pinta Zeiro.
Dewi diam dan tidak menyahutinya.
"Karena kau diam berarti aku menganggapnya setuju," ucap Zeiro tersenyum.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di kantor pemerintahan Negera E.
"Mari ikut saya," ucap Key. Mereka pun mengikuti Key masuk ke dalam. Karena sebelumnya Key sudah mengonfirmasikan kepada yang lain atas penghargaan yang harus di dapatkan Dewi dan sang pilot dan Co-pilot.
"Mereka Tuan yang sudah saya konfirmasikan tadi," ucap Key kepada kepala pemerintahan Negera E.
__ADS_1
"Baiklah, karena kalian sudah menyelamatkan nyawa banyak orang, jadi kami Negara E akan memberikan sebuah apresiasi kepada kalian bertiga, jadi saya memberikan ini," ucap Kepala pemerintah Negara E memberikan sertifikat yang tadi secepatnya mereka ketik dan sebuah medali kepada ketiga orang yang menurut mereka sangat pantas mendapatkannya.
Setelah berfoto dengan kepala pemerintahan, Dewi dan Zeiro pun kembali ke mobil dan mereka kembali ke tempat rapat Zeiro tadi.
Zeiro pun masuk ke ruangan sambil menggandeng Dewi.
"Untuk apa kau membawa ku masuk?" tanya Dewi.
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin jauh darimu saja," ucap Zeiro tersenyum, ia mengambil sebuah kursi dan meletakkan di samping kursinya.
Mereka pun berbisik-bisik. "Sepertinya wanita itu tidak boleh kita singgung. Lihatlah, Tuan Zeiro saja mau mengambilkan kursi untuknya, dia kah wanita yang akan di nikahi Tuan Zeiro?" bisik mereka.
"Baiklah kita lanjutkan rapatnya," ucap Zeiro. Mereka kembali melanjutkan rapatnya hingga rapat itu selesai.
"Ayo kita ke hotel," ajak Zeiro setelah selesai rapat.
"Lalu besok apa yang kau lakukan lagi?" tanya Dewi saat mereka sedang menuruni anak tangga.
"Besok ya rapat lagi, sampai selesai, jadi selama itu kau harus menemani ku ya," ucap Zeiro tersenyum.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Mau ke mana Tuan?" tanya asisten Zeiro.
"Langsung ke hotel saja," jawab Zeiro.
Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan tempat rapat tersebut. Mereka segera menuju hotel di mana tempat Zeiro menginap.
Setelah sampai di sana, Zeiro membawa Dewi masuk ke dalam hotel, karena Zeiro memilih kamar VVIP, jadi tentu saja tempatnya istimewa.
Kamar hotel itu ada balkon tersendiri yang menghadap ke arah matahari terbenam.
Zeiro membawa Zeiro masuk ke dalam kamarnya dan duduk di kursi dekat balkon.
"Indah tidak?" tanya Zeiro.
Dewi mengangguk saat melihat matahari yang sudah hampir di ufuk barat itu. Karena rapat tadi memakan waktu lama.
"Jika kau suka aku punya satu rumah yang ada di pantai dan sekali Gus menghadap ke matahari terbenam, jika kau suka kau bisa mengambilnya," ucap Zeiro.
__ADS_1
"Terserah kau saja," jawab Dewi.