
"Ada apa ini kenapa tiba-tiba gelap?" tanya mereka kebingungan.
Dewi melepaskan beberapa orang dan mereka langsung buru-buru keluar dari pada pingsan karena mencium bau busuk.
Dewi meninggalkan 2 orang yang ia percayai lalu mendekatinya.
"Kalian berdua, apa sangat mengenali cara aku melakukannya dan melepaskannya kan? Jadi bagaimana menurut kalian?" tanya Dewi mengintrogasi.
"A-Anda seperti Dewi pembunuh, jangan bilang Anda masih hidup?" tanya anak buahnya gagap.
__ADS_1
"Apa yang sudah Andika lakukan pada kalian?" tanya Dewi. Ia berjongkok mendekatkan wajahnya ke wajah mereka berdua.
"Di-dia bilang jika Dewi pembunuh sudah meninggal, ja-jadi dia akan mengambil harta itu dan akan membagi-bagikan kepada kami asalkan terus mengikutinya," ucap mereka.
"Lupakan tentang harta itu, suatu saat nanti mendapatkannya kembali, tidak perlu aku bersusah payah mengambilnya. Tapi jika Dewi pembunuh masih hidup apa kalian akan setia padanya?" Dewi menatap kedua anak buahnya yang pernah menjadi pengikut setianya.
"Jika dia masih hidup kami pasti akan setia, mengikuti Andika karena terpaksa, karena di nyatakan Dewi pembunuh meninggal dia semua mengambil alih, bukan hanya hartanya, ia juga mengambil kekuasaan Dewi pembunuh, semua pengikutnya sangat marah akan hal ini, tapi ada sebagian juga mereka mengikuti Andika secara suka rela demi mendapatkan harta Dewi."
"Kami di ancam, apabila kami pergi ia akan membunuh kami dan para pengikut Andika siap melakukan apa saja asal mereka bisa mendapatkan harta, dan jadi seperti inilah kami," jawab mereka bersedih.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, akan aku katakan pada kalian." Dewi mendekati ke wajah mereka berdua sambil melihat ke kiri dan kanan.
"Karena kalian adalah pengikut setia ku, maka dengarkan aku baik-baik, aku katakan sejujurnya jika aku sebenarnya adalah Dewi pembunuh, meskipun aku di nyatakan meninggal, tapi aku masih hidup. Tapi kalian jangan katakan pada siapa pun tentang masalah ini, cukup kalian berdua yang tahu, aku minta pada kalian cari tahu siapa pembunuh yang membunuhku, bisa jadi yang melakukannya adalah orang terdekat ku, kalian periksa semua dan beri aku informasinya. Dan juga dari kalian, aku ingin membalas dendam atas penghianatnya padaku, aku ingin dia menderita secara perlahan-lahan bersama istrinya, apa kalian mengerti?" bisik Dewi.
Mereka masih terdiam terpaku, rasanya tak percaya jika wanita di depan mereka adalah Dewi pembunuh, karena wajah dan tubuhnya sangat jauh berbeda.
"Kalian harus percaya itu, apa kekuatan ku dan semua aku lakukan apa belum bisa mempercayai kalian?" tanya Dewi melipat tangannya.
"Kami percaya pada mu, semua itu sudah cukup membuktikannya, tidak akan ada orang seperti Anda, aku juga ingin punya kebebasan agar tidak mengikuti Andika lagi, dia yang baik di hadapan Dewi tapi sebenarnya sangatlah kejam, sekarang harapan kami hanya ada pada Anda, jadi apa yang harus kami lakukan?" tanya mereka.
__ADS_1
"Kalian pergilah letakan alat penyadap di kamarnya, sisa kalian hanya beri aku informasi lainnya, jika aku sudah tau siasatnya maka itu akan mempermudahkan ku untuk bergerak, berjanjilah kalian akan setia pada ku, suatu saat nanti kalian akan mendapat kebebasan yang pernah aku berikan pada kalian seperti masa kejayaan ku," ucap Dewi sungguh-sungguh.