
"Terima kasih Dewi," ucap mereka menundukkan kepala memberi hormat layaknya mereka seperti dulu lagi.
"Baiklah itu saja, kalian boleh pergi," ucap Dewi.
"Baik Dewi," angguk mereka yang segera meninggalkan tempat itu.
Dewi juga keluar dari tempat tersebut dan mendekati Zeiro yang menunggunya sejak tadi.
"Apa pertandingan tidak di adakan lagi besok?" tanya Dewi.
"Pertandingan akan berlangsung lagi besok, tapi untuk kamu nggak perlu bertanding lagi, kepala kompetisi sudah mengatakan padaku besok kamu di panggil secara terhormat untuk memberimu penghargaan sebelum acara di mulai," ucap Zeiro.
"Hm baiklah," angguk Dewi berjalan melewati Zeiro menuju kamarnya. Zeiro memegang tangan Dewi.
__ADS_1
"Kamu lapar nggak? Aku traktir kamu makan enak," ucap Zeiro tersenyum.
ya Aku sangat lapar jawab Dewi
Mereka pun berjalan menuju mobil saat di parkiran Dewi melihat Andika dan Mei mereka sedang ingin masuk ke dalam mobil. Dewi pun memilih untuk menghampiri mereka.
Saat mendekat, Dewi langsung memberikan senyum yang manis.
"Terima kasih atas selamatnya," jawab Mei tersenyum.
"Haishh … tapi aku sangat menyayangkan sih, Dewi pembunuh mati malah pasangan pengkhianat ini malah hidup bahagia. Ya ampun sungguh malang nasib Dewi pembunuh, jika dia tau pengkhianatnya adalah pacar dan adik sepupunya dia pasti tidak akan terima," ucap Dewi menaikkan alisnya sambil melipat tangannya.
"Sudah aku duga, kau pasti tidak punya niat baik, kau itu bukan orang penting bagi kami, ini tidak ada urusan dengan mu, lebih baik kau pergi sebelum aku benar-benar marah!" tukas Andika.
__ADS_1
"Heh! Mau marah seperti apa? Mau menghajar ku? Kau yang kihajar balik, tapi ya sudahlah, toh penghianat menikah sama pengkhianat nanti juga kena batunya. Hanya saja aku kasian pada anak yang ada di perut mu itu, ayah ibunya sudah berkhianat, kira-kira dia besar nanti jadi apa ya?" Dewi meletakkan tangannya di dagu.
"Kurang ajar! Kau dari terus memojokkan kami, kau pikir aku akan termakan oleh omong kosong mu itu! Kau lebih baik pergi sekarang! Aku tidak ingin melihat mu lagi, jika berani berkata seperti itu aku akan mengatakan kepada kepala kompetisi untuk mem-black list nama mu dari pertandingan internasional!" teriak Andika geram.
"CK ck ck, memangnya kau punya ******** itu, yang berada di puncak itu aku, kepala kompetisi juga tidak akan mendengar ucapan mu karena dia lebih menghormati Dewi pembunuh dari mu, kau itu hanya pria sampah yang di pungut Dewi pembunuh lalu memeliharanya seperti anjing penurut, tidak anjingnya kini bukan hanya menggigitnya, tapi juga memakan bangkainya hingga habis, dasar peliharaan tak tau diri," maki Dewi sambil tersenyum sinis.
"Kurang ajar!" teriak Andika mengangkat tangannya, akan tetapi Zeiro menangkap tangan Andika.
"Tuan Andika, jangan main tangan, jika di lihat orang image Tuan Andika pasti akan sangat buruk," ucap Zeiro yang tiba-tiba datang mendekat.
Andika menarik tangannya dengan kuat melepaskan dari tangan Zeiro.
"Kau seharusnya jaga peserta mu dengan baik! Jangan biarkan dia beromong kosong yang tidak penting! Sungguh merusak suasana hati ku saja!" keluh Andika menatap tajam ke arah Dewi, sedangkan Dewi tersenyum menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1