
"Tidak Tuan, jangan batalkan kerja sama dengan perusahaan ku Tuan, aku minta maaf Tuan, Tuan silakan kembali, saya mempersilakan Nona itu bersama Anda di pesta ini, Tuan mohon terima permintaan maafan ku!" ucap papa Rossa berlari mengejar Zeiro dan ia tanpa malu-malu memegang kaki Zeiro.
"Tuan, maafkan saya, ini kesalahan saya Tuan, saya mohon jangan batalkan kerja sama ini," ucap papa Rossa menangis sesenggukan memeluk erat kaki Zeiro seakan tak mau melepaskannya.
"Aku datang karena hanya kita kerja sama dan menghargai mu sebagai pegang saham di perusahaan ku, itu pun karena aku kasihan pada perusahaan mu yang sebenarnya perusahaan ku tidak memerlukan pemegang saham, tapi kau malah berlagak di depan ku, jadi terima saja atas perbuatan mu, aku bukan orang yang berbaik hati dan sabar untuk kau singgung. Jef lepaskan dia," perintah Zeiro kepada asistenya.
"Baik Tuan." angguk Jef. Ia segera menarik papa Rossa untuk menjauh. Rossa dan Mamanya juga ikut menangis dan berlutut di hadapan Zeiro.
"Tuan, tolong maafkan kami, kami tau salah dan tidak akan mengulanginya lagi, kami mohon Tuan," ucap Mama Rossa mengatup kedua tangannya memohon sambil menangis. Jika tidak ada Tuan Zeiro sebagai menopang perusahaannya siapa lagi yang akan menerima perusahaan mereka, bagaimana hidup mereka nanti, rasanya belum siap untuk hidup miskin.
Jef menariknya dengan kuat sehingga papa Rossa terlepas dari kaki Zeiro dan Zeiro pun masuk ke dalam mobilnya.
"Tuan, aku mohon jangan putuskan kontrak kerja sama kita, aku mohon," ucap papa Rossa menangis sesenggukan.
Zeiro tidak mempedulikannya, dan mobil pun terus melaju kencang di jalanan.
__ADS_1
"Kemana kita akan pergi Tuan?" tanya Jef.
"Ke restoran ku," ucap Zeiro.
"Baik Tuan." angguk Jef.
"Jef, kirimkan uang 2 milyar ke rekening Pak Toha dan kirimkan surat kontrak itu ke rumahnya," perintah Zeiro.
"Baik Tuan." angguk Jef.
Dewi melihat ke arah Zeiro. "Kamu melakukan ini apa tidak apa-apa dengan nama baik mu?" tanya Dewi sedikit khawatir.
Dewi terdiam lalu menundukkan kepalanya.
'Haruskah aku mengatakan jika aku adalah Dewi pembunuh yang sesungguhnya,' batin Dewi mengigit bibirnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa termenung begitu? terpukau dengan kehebatan ku?" tanya Zeiro menyengir.
Dewi yang tadi merasa sedikit tersentuh hatinya mendadak jadi manyun mendengar keeksisan Zeiro.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan restoran milik Zeiro.
"Ayo keluar," ajak Zeiro. Mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
"Tuan, saya akan langsung mengantar berkasnya," ucap Jef.
"Baiklah." angguk Zeiro.
Jef mengirim sejumlah uang ke rekening papa Rossa.
Tririt! Tririt! Tririt!
__ADS_1
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel milik pak Toha dan ia melihatnya.
"Sial!" teriaknya membanting ponselnya hingga retak.