Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 118


__ADS_3

Zeiro pun melajukan mobilnya menuju ke pegunungan.


"Kita untuk apa ke pegunungan?" tanya Dewi mengkerut dahinya.


"Lihat bulan, aku sudah berjanji, jika nanti aku punya kekasih aku akan membawanya ke sana, karena di sana adalah wilayah ku dan tidak ada yang pernah datang di sana, aku sudah meninggalkan cukup lama dan ingin pergi melihat bersama mu, aku yakin, kamu pasti suka," ucap Zeiro tersenyum.


"Terserah mu saja, asal aku tidak terlambat kuliah saja," sahut Dewi menatap ke depan.


"Kamu mau terlambat atau tidak itu tidak masalah, karena aku adalah pemegang saham terbesar di sana," jawab Zeiro.


"Orang tua kamu di mana? Aku tidak pernah melihat mereka," ucap Dewi.


"Mereka di negara Z, mereka tinggal di sana."


"Jadi kenapa kamu tinggal di sini?" tanya Dewi penasaran.

__ADS_1


"aku tidak ingin tinggal bersama mereka, aku ingin mandiri dengan usahaku sendiri dan tidak terikat dengan orang tuaku, karena apa bila terikat dengan orang tua, mereka pasti menjodohkan ku dengan anak temannya atau anak rekan bisnisnya, dan aku tidak mau itu. Sekarang aku bisa bebas memilih siap pasangan hidupku," ujar Zeiro.


Dewi mengangguk-angguk. Di Duni bisnis untuk mempererat aliansi bisnisnya mereka akan menikahkan anak-anaknya meskipun itu tanpa cinta, yang penting adalah harta dan tahta, masalah pasangan mereka kadang lebih baik mencari wanita luar untuk menemaninya. Sang istri juga, mereka juga akan menjalin asmara bersama kekasih lamanya atau dengan mantannya. Lalu bermesraan di depan publik demi formalitas demi perusahaannya, tapi sesungguhnya rumah tangga mereka hancur bagai di terpa badai besar.


Saat di perjalanan, mendadak mobil mereka di hadang 4 orang pria dengan memakai penutup kepala.


"Berhenti! Berhenti!" teriak salah satu pria itu mendobrak depan mobil Zeiro.


Duk! Duk! Duk!


"Buka pintunya!" teriak mereka mengendor kaca jendela mobil Zeiro.


"Mereka ini begal ya?" tanya Dewi membuka perlahan-lahan kaca jendela mobil itu.


"Keluar! Keluar! Keluar!" perintah pria itu dengan suara kencang.

__ADS_1


Dewi mengeluarkan tangannya lalu merengkuh kepala pria itu dan langsung menghantam kepala pria itu lalu memutar kepalanya membuat tubuh pria itu juga itu berputar lalu ambruk ke tanah.


"Hey! Apa yang terjadi padanya?" tanya pria itu saat melihat temannya mendadak pingsan.


Dewi dan Zeiro pun keluar dari mobil.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Zeiro.


"Terserah kamu mau ada di mana? Dari dulu ini adalah wilayah kekuasan kami, yang berani melewatinya maka kalian harus membayarnya dengan mahal," ucap pria itu mengarahkan pentungan itu ke arah Zeiro.


"Beraninya kalian bilang ini adalah wilayah kalian! Ini adalah wilayah ku, aku membelinya dengan uang, pemerintah saja tidak berani mengatakan jika ini wilayah mereka! Kalian orang rendahan ini berani mengakuinya. Sini ku beri tahu di sini siapa yang berkuasa," ucap Zeiro maju ke depan dan menghajar para pria itu.


Dewi melipat tangannya saat melihat para pria itu menyerang Zeiro.


"Kamu sana tangkap wanita itu!" perintah temannya. Pria yang tadi ikut menyerang Zeiro berpindah dan menangkap Dewi dengan tangan di leher Dewi.

__ADS_1


"Berhenti! Jika tidak aku akan membunuh wanita mu!" teriak pria itu dan mendadak mereka yang saling menyerang itu berhenti bertarung.


Zeiro menyengir.


__ADS_2