Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 115


__ADS_3

"Tuan Zeiro, terimalah kue pertama dari ku," ucap Rossa tersenyum dan mengangkat piring itu ke hadapan Zeiro.


"Kenapa kau memberi kue pertama mu kepada ku?" tanya Zeiro mengengam erat tangan Dewi.


'Dia ini kenapa sih? Melihat ke arah wanita itu malah mengengam tanganku,' batin Dewi menatap sayup Zeiro.


"Karena Anda adalah tamu terhormat di hari ulang tahunku, Tuan adalah orang yang aku dambakan," ucap Rossa menatap mata Zeiro dengan penuh harap.


"Kenapa kamu tidak memberikan kepada kedua orang tua kamu terlebih dahulu? Saya hanyalah tamu, tapi kedua orang tua mu lah yang sudah bersusah payah untuk menyiapkan pesta ini, seharusnya mereka orang yang pertama kamu berikan, bukan aku," ucap Zeiro datar, tapi menusuk.


Rossa melihat ke arah wajah papa dan mamanya. Mereka tersenyum. "Rossa hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Tuan Zeiro, sebagai tamu terhormat kami," ucap papa Rossa.


Rossa melihat Zeiro berharap jika Zeiro akan menerima kue pertamanya.

__ADS_1


Rossa menyendok kan satu sendokkan dan ingin menyuapi Zeiro. Zeiro terdiam dan tidak membuka mulutnya.


Hap!


"Hm … sangat enak," ucap Dewi melahap kue itu.


Terlihat Rossa menatapnya dengan kesal, tapi ia tetap mempertahankan keanggunannya.


"Apa! Aku di bilang tikus? Kamu nggak lihat diri kamu yang kerempeng seperti kecoak itu! Sudah tahu tubuhnya kerempeng begitu, pakai pakaian terbuka, kecoak saja lebih gemuk dari mu," ucap Dewi manyun.


Semua orang yang hadir itu tertawa mendengar celotehan Dewi.


Wajah Rossa memerah karena malu. Papa Rosa pun turun dan langsung menghadap Zeiro.

__ADS_1


"Maaf Tuan Zeiro, pasangan Anda malam ini sedikit keterlaluan, tidak sama dengan pasangan yang seperti yang Anda bawa sebelumnya. Mereka terlihat elegan dan baik-baik dan sangat berbeda dengan yang satu ini. Untuk menyenangkan hati anak saya di malam istimewanya, jadi kami tidak menerima pasangan Anda ini untuk masuk ke dalam ruangan ini, tapi Anda tenang saja, anak saya ini akan menjadi pasangan Anda," ucap papa Rossa tersenyum.


Zeiro merangkul pundak Dewi mengajaknya berbalik badan dan pergi tanpa berkata apa pun.


"Tuan! Tuan! Tunggu dulu, kenapa Anda juga pergi," ucap papa Rossa menghalangi Zeiro.


"Masukkan namaku dalam black list di pesta mu, dengan begitu aku tidak perlu datang lagi dalam hal undangan apa pun dari mu," ucap Zeiro datar.


Semua mata tertuju ke arah mereka. Ada yang membelalakkan matanya, ada yang menutup mulutnya karena mereka tak menyangka ucapan seperti itu keluar dari mulut pria yang paling di cari seluruh negara itu. Itu menunjukkan jika Zeiro marah dengan cara halus.


"Tuan … Tuan … apa maksud Anda? Saya sama sekali tidak mengusir Anda, saya hanya mengusir pasangan Anda malam ini saja, Anda bisa datang pun kapan saja yang Anda mau ke rumah saya atau di mana pun saya berada, apa pasangan Anda ini sangat penting?" tanya papa Rossa melihat ke arah Dewi.


"Mengusir dia sama saja mengusir ku, aku merasa tersinggung dalam hal ini, jadi kerja sama di antara kita terpaksa saya batalkan, masalah kompensasi akan saya kirimkan 2 milyar padamu nanti," ucap Zeiro. Zeiro pun membawa Dewi keluar dari hotel tersebut.

__ADS_1


__ADS_2