Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 85


__ADS_3

Polisi itu membawa tempat di mana Joshi berada.


Terlihat Joshi heran dengan kedatangan Dewi, tapi lebih terkejut lagi melihat Zeiro datang, ia menghirup jeruji besi itu.


"Ada apa kalian ke sini?" tanya Joshi menekuk alisnya.


"Tentu saja untuk melihat mu," jawab Dewi tersenyum.


"Aku tidak mengenalmu," jawab Joshi datar.


"Ya, kau tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu, aku bahkan mengenalkan mu lebih dari aku mengenal seorang teman. Tidak menyangka polisi gercep juga menangkap mu?" Dewi tersenyum sambil memegang jeruji besi itu.

__ADS_1


"Kau! Siapa kau sebenarnya?" tanya Joshi menekuk alisnya tak mengerti.


"Kau dan Bram berteman di belakang Dewi pembunuh ya? Sangat hebat, tapi cukup sampai di sini ya, kau boleh berhenti melakukan apa pun, jadi cukup melihat saja dramanya ya," ucap Dewi menepuk-nepuk pipi Joshi.


"Katakan! Siapa kau sebenarnya! Dan kau Zeiro! Kita tidak pernah bersinggungan apa pun, kenapa kau ada di di sini bersamanya! Apa semua ini?" tanya Joshi tak mengerti.


"Ehem ... sebenarnya dia adalah adik angkat Dewi pembunuh, tapi hanya saja apa yang di katakan olehnya aku tidak menyangka jika kalian bersekutu di belakang Dewi pembunuh, entah apa yang kalian inginkan?" ucap Zeiro menatap Joshi. Zeiro mengeluarkan sapu tangannya dari saku jasnya lalu menyeka tangan Dewi yang memegang pipi Joshi.


"Kau jangan sembarangan pegang orang, nanti tangan mu kotor," ucap Zeiro menatap tajam Dewi.


"Heh! Sekarang Dewi pembunuh sudah mati, apa lagi yang bisa kalian lakukan," ucap Joshi mengejek.

__ADS_1


Dewi dekati Joshi dan berbisik. "Yang membunuh Bram adalah aku, tapi kamu jangan bilang-bilang ya." Dewi tersenyum meletakkan jari telunjuk di bibirnya dengan mengernyitkan sebelah mata.


"Sial! Kau menjebak ku!" teriak Joshi geram.


"Em ... em ... tidak! Kau menjebak dirimu sendiri, siapa suruh kalian bersekutu, seharusnya jika kau bersekutu dengan musuh mu kau harus terima akibatnya, yang menyuruh membunuh Dewi pembunuh adalah kau kan? Di tambah Bram juga tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Sudah di beri makan malah meminta emas. Dasar ular piton! Dan kau selamat mendekam selamanya di penjara, setidaknya sekali dayung aku bisa melampaui 2 pulau. Tidak hanya itu, aku juga bisa lempar batu sembunyi tangan, jadi kamu terima saja ya," ucap Dewi menyeringai.


"Kau hanya adik angkatnya, kenapa kau tahu semuanya, kau juga tidak pernah terlihat sebelumnya, lalu kenapa Dewi pembunuh mati kau tiba-tiba hadir!" teriak Joshi.


"Tentu saja, karena aku memang di sembunyikan untuk menemukan para pengkhianat yang tidak setia itu, jadi selamat tinggal dan carilah pengacara yang hebat sana. Tapi jika kau bisa lolos, aku punya perangkap lain, jika tak mau kau hukuman mu bertambah berat jangan melakukan apa pun," ucap Dewi menatap tajam Joshi. Dewi pun mengajak Zeiro untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, terlihat wajah Dewi sangat kesal.

__ADS_1


"Kau sudah menemuinya, lalu apa lagi yang kau kesal kan?" tanya Zeiro.


"Andika dan Joshi berada di tempat yang sama, aku hanya takut saja jika mereka nanti di penjarakan di tempat yang sama dan membuat aliansi untuk membuat mereka bebas dan membuat rencana baru, rasanya aku tidak ingin pergi dari Negara ini sebelum masalah selesai," jawab Dewi.


__ADS_2