Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 132


__ADS_3

Pria itu terus menatap Dewi. Ia adalah pria muda yang bekerja di pemerintahan Negara E. Sepertinya dia menyukai Dewi.


Sebuah mobil mewah mendekati bandara dan seorang pria berjas lengkap berlari masuk ke dalam tempat penerbangan. Ia pun melihat di tempat keramaian dan terlihat Dewi sedang bersama seorang pria.


Zeiro berlari mendekati Dewi dengan nafas tersengal-sengal.


Zeiro tersenyum lega melihat Dewi dan ia pun langsung memeluknya.


"Syukurlah kamu baik-baik saja, ayo ikut ke perusahaan ku," ajak Zeiro.


"Tunggu dulu, bukankah Anda Tuan Zeiro," ucap pria yang ada di samping Dewi akan tetapi Zeiro tidak mempedulikannya.


Zeiro melihat ke arah pria tersebut. "Oh Anda ya rupanya, maaf saya tidak mengenali Anda tadi Tuan Key," ucap Zeiro mengulurkan tangannya dan Key membalas jabatan tangan Zeiro.


"Kalian berdua saling kenal?" tanya Key.


"Dia kekasih ku," ucap Zeiro yang langsung merentangkan tangannya merangkul pundak Dewi.


"Begitu ya, baru saja aku mau melirik ternyata sudah ada yang punya," ucap Key tersenyum getir.

__ADS_1


"Dan barang siapa yang berani melirik dia, maka akan jadi musuh ku," ucap Zeiro tersenyum yang punya arti mendalam yaitu senyum membunuh.


"Ya sudah, ayo ikut saya," ajak Key.


"Mau kemana?" tanya Zeiro menekuk alisnya melihat ke arah Dewi.


"Bukan apa-apa, hanya ingin memberikan penghargaan kepada Nona yang di samping Anda karena sudah menolong para penumpang pesawat," ucap Key tersenyum.


"Wah sayang, kau sekuat itu, he-he-he aku tahu kau adalah wanita yang terkuat di dunia," ucap Zeiro tersenyum dengan penuh bangga dan mesra dengan niat hati agar Key sadar diri untuk menjauhi Dewi.


Key menaikan sudut bibirnya, ia melihat jika Zeiro bermesraan itu, apa ingin pamer kemesraannya di hadapannya?


Key berjalan terlebih dahulu dan mereka mengikuti dari belakang.


"Ada apa? Jangan bilang di adalah saingan cinta mu," ucap Dewi.


"Mana ada begitu, dia itu pria licik, jika tidak bagaimana mungkin di bisa jadi pejabat negara E," ucap Zeiro membawa Dewi masuk ke dalam mobilnya.


"Dari mana kau tahu jika dia licik?" tanya Dewi.

__ADS_1


"Aku sudah lama di dunia bisnis, dia sebelum menjadi pejabat juga berada di dunia bisnis, dia juga pernah jadi saingan bisnis dan kalah dari ku, akhirnya ia memilih menjadi pejabat saja, tadi aku pura-pura tidak kenal saja, malas meladeninya," ucap Zeiro manyun.


"Mau kemana kita Tuan?" tanya Asisten Zeiro.


"Ikuti mobil Key," jawab Zeiro.


"Baik Tuan." angguk asistennya. Perlahan-lahan mobil pun melaju mengikuti mobil Key dari belakang.


"Kamu di sini saja sampai aku pulang ya," pinta Zeiro memegang tangan Dewi.


"Tapi bagaimana dengan kuliahku?" tanya Dewi.


Zeiro mengambil ponselnya dan segera menelpon rektor kampus.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo Tuan Zeiro, ada yang bisa saya bantu?" tanya rektor sedikit ngeri jika Zeiro yang menelpon, karena sangat jarang Zeiro menelpon dirinya, itu jika ada hal penting saja.

__ADS_1


"Beri waktu cuti untuk Dewi Larasati," ucap Zeiro datar tapi memerintah.


"Baik Tuan, saya akan pastikan absen Dewi Larasati juga tetap terisi hadir," jawab rektor itu gugup.


__ADS_2