
Di buka lagi lemari yang satunya, berisi perhiasan dari kalung, gelang, anting-anting, jepit rambut, jam tangan.
Ia membuka laci dan di sana tertata rapi peralatan hias.
"Baiklah, karena kamu sudah berbaik hati dengan setulus hati aku akan memakainya," ucap Dewi mengambil beberapa baju dan mengetesnya.
Dan Dewi pun memilih baju berwarna hitam bercampur putih, rasanya baju itu menggambarkan karakternya saat ini. Wanita jahat tapi baik, wanita baik tapi jahat.
Ia duduk di kursi hias dan menghias wajahnya dengan riasan tipis. Ia memoleskan lipstik berwarna pink yang mendekati merah lalu merapikannya.
Dewi memakai kalung dan mengambil tas berwarna merah darah, memakai heels hitam dan menggerai rambutnya yang lurus dan memakai jepit rambut.
Setelah merasa penampilannya sempurna, Dewi pun keluar dari kamar.
Zeiro tertegun melihat penampilan Dewi dan langsung berdiri.
"Dewi, kau kah itu?" tanya Zeiro mendekati Dewi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Lalu? Apa kau pikir aku hantu?" tanya Dewi menatap Zeiro sayup.
"Bukan, kau terlihat berbeda," jawab Zeiro kagum.
"Kau juga terlihat berbeda jika memakai make-up," sahut Dewi tersenyum.
"Ah, sudahlah, ayo kita pergi," ajak Zeiro menggandeng tangan Dewi. Dewi melihat tangannya di gandeng ia ingin tersenyum.
'Pria ini, sungguh tak bisa di lawan. Sudah ku marah kan, tetap aja nggak ada kapoknya,' batin Dewi.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Zeiro pun melajukan mobilnya menuju sebuah tempat.
Zeiro memberhetikan mobilnya di depan hotel, ada 3 orang datang membukakan pintu mobilnya dan mereka pun keluar. Mobil pun di parkiran oleh pengawal tersebut di tempat aman.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Dewi melihat sekeliling.
"Hm tadinya aku mau bawa kamu ke restoran, tapi aku mendadak dapat undangan ke sini, jadi sekalian bawa kamu dan sekalian memperkenalkan kamu," ucap Zeiro.
__ADS_1
"Hm … memperkenalkan aku untuk apa?" tanya Dewi menekuk alisnya.
"Memperkenalkan jika kamu adalah kekasih ku," ucap Zeiro tersenyum. Dewi menatapnya sayu, tapi kalian ini ia membiarkannya.
Mereka pun masuk ke dalam dan hotel itu sangat luas yang sudah hampir di penuhi tamu undangan, makanan sudah tersusun rapi di meja dan sangat menggugah selera.
Para tamu sedang berbincang ria sambil minum jus dan beberapa orang mencicipi makan yang sudah di sediakan.
Melihat Zeiro datang, para tamu undangan yang sedang berbincang mereka mendatangi Zeiro dan bersalaman dan sudah mulai mengeluarkan kata-kata indah bak mutiara untuk menarik perhatian Zeiro.
"Wah, Tuan Zeiro hari ini tampan sekali, dan juga pasangan Anda bak tuan putri dari kayangan, kalau boleh tahu siapakah pasangan Anda ini? Mau kah Tuan memperkenalkan kepada kami?" tanya mereka cengengesan.
"Dia adalah kekasih ku, namanya Dewi," jawab Zeiro.
"Wah, nama yang sangat indah, nama dan orangnya memang seperti Dewi," puji mereka mengangguk-angguk sambil tersenyum.
Dewi menatap mereka dengan menyipitkan matanya, sungguh sangat terlihat dengan jelas jika mereka hanya menjilat dengan pujian-pujian palsu.
__ADS_1
'Dasar sampah, kata-kata yang menjijikkan untuk di dengar, dia ini malah mau meladeni mereka!' batin Dewi menatap Zeiro yang tersenyum pada mereka semua.