Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 129


__ADS_3

"Terserah mu saja, aku mau istirahat dulu, sampai bertemu 1 Minggu lagi," ucap Dewi.


"Baiklah, istirahat yang cukup ya," ucap Zeiro. Dewi pun memejamkan matanya dan ia pun tidur.


***


Di mana hari ini adalah Dewi pulang kembali ke negara A. Dewi pun bersiap-siap menuju bandara.


Dewi menggunakan taksi untuk menuju ke sana. Setelah sampai ke sana dan menunggu beberapa saat. Pesawat pun lepas landas, Dewi duduk di samping jendela dan melihat Negara Q dari jauh.


'Selamat tinggal Negera ku yang penuh kenangan, jika datang pun aku hanya akan datang untuk kompetisi saja, meskipun sebagian dari Negara ini adalah hasil kerja keras ku dan sebagian uangku, tapi rasanya tidak ada arti lagi bagi ku. Sayang sekali aku tidak bisa kembali ke masa lalu, yang saat ini yang bisa aku lakukan adalah hidup dengan semestinya dan tidak ingin seperti dulu lagi. Mulai hari ini, apa pun terjadi pada mereka yang aku kenal dulu, aku tidak akan peduli lagi,' batin Dewi memalingkan wajahnya dan tidak ingin melihat Negara Q yang kini sudah menjauh.


Seorang pramugari membawakan minuman. "Silakan Nona," ucap pramugari itu tersenyum ramah. Dewi mengambil satu botol minuman soda.


Dor!


Terdengar suara ledakan senjata api membuat para penumpang menjerit ketakutan.

__ADS_1


Dewi melihat ke belakang yang ternyata ada 3 orang pria memakai baju kaos biasa, yang satunya memegang senjata api yang ia angkat ke atas.


"Bagaimana bisa dia lolos dari pemeriksaan ?" tanya Dewi menekuk alisnya.


"Jika tidak ingin mati di tembak maka semuanya menunduk. Serahkan barang berharga kalian semua!" teriak pria yang memegang senjata api.


Para pengunjung semua ketakutan dan mereka mengikuti perintah pria itu.


"Untuk para pramugari semua, kalian di tugaskan untuk mengumpulkan barang berharga," perintah pria itu lagi. Dengan tangan gemetaran, pramugari yang ada di samping Dewi terpaksa berdiri. Dengan mata berkaca-kaca ia pergi mengumpulkan tas dan barang-barang lainnya, begitu juga dengan pramugari yang lain.


Duk!


Lemparan Dewi mengenai kepala salah satu pria perampok itu.


"Aduh! Siapa yang melempar botol ini! Siapa! Siapa! Akan ku bunuh kalian semua!" teriak pria itu marah.


"Sudahlah, fokus para perampokan kita. Karena hanya botol soda itu tidak akan membuat mu mati," ucap temannya.

__ADS_1


Pria itu tampak mendengus kesal. Mereka pun berjalan melihat-lihat para penumpang itu. Dewi mendengar suara orang mendekat, ia menundukkan tubuh nya di kursi pesawat.


Saat pria itu lewat, Dewi menarik kaki pria itu hingga ia terjatuh.


"Hey! Apa-apaan ini!" teriak pria itu. Dewi langsung mendekap mulut pria itu lalu memutar kepalanya hingga terdengar suara tulang yang patah.


Kratak!


Teman-temannya yang tadi menyadari jika teriakkan pria tadi melihat ke arah datangnya suara pria itu. Tapi karena terlihat Adam ayem dan tidak terjadi apa pun mereka pun tidak mempedulikannya, karena mereka tau jika temanya itu memang pemarah.


Dewi mengetesnya masuk ke bawah kursi dan memeriksanya dan ia mendapatkan sebuah senjata api di saku pinggangnya.


Dewi mengambilnya dan ia duduk di kursi tersebut.


Dor!


Sebuah tembakan mengarah ke atas membuat mereka menjerit ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2