
"Kamu tidak perlu khawatir, aku pasti akan membantumu untuk menuntaskan segala ke khawatiran mu, jadi kita pulang saja besok dan para pengawal ku akan terus mengawasi mereka," ucap Zeiro menenangkan.
"Tapi ... ini adalah masalah ku, aku tak mau melibatkan siapa pun, rasanya hanya aku yang tahu, jadi aku yang akan memberantas mereka semua," jawab Dewi menunduk.
"Sudah, tidak apa-apa, kamu jangan khawatir." Zeiro memeluk Dewi dengan erat. Ingin rasanya ia seperti ini terus, ingin menghapus segala kesedihannya, menghapus segala ke khawatirannya, ingin memanjakannya dan bersama selalu.
Tapi Dewi belum membuka hatinya untuknya, akan tetapi tidak apa-apa, suatu saat nanti Zeiro percaya jika Dewi akan membuka hati untuknya.
"Ya udah, hari ini kamu puas-puaskan keliling kota dulu, karena besok kita harus pulang," ucap Zeiro yang melajukan mobilnya meninggalkan kantor polisi.
Zeiro membawanya keliling, meskipun seluruh kota pernah di jelajahi oleh Dewi bersama Andika. Akan tetapi kali ini, Dewi menjelajahi lagi bersama Zeiro. Apa perasaan ini sama atau berbeda?
__ADS_1
Zeiro melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, jalanan juga sepi, sangat cocok untuk ia mengebut.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di sebuah pantai yang elok, udara sejuk, angin sepoi-sepoi dan di tambah lautan biru memanjakan mata.
Dewi dan Zeiro keluar dari mobil, mereka bersama-sama menuju pantai. Dewi berdiri di bibir pantai memandang kejauhan.
Diam-diam Zeiro mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya.
Ckrek!
Ckrek!
__ADS_1
Ckrek!
Angin sepoi-sepoi itu menerpa wajah Dewi membuat rambutnya melambai-lambaikan, sangat cantik, jika Zeiro jatuh cinta juga wajar, tranformasi Dewi yang berubah total itu, para mahasiswa pasti juga akan menyukainya.
"Dewi, sekali pun kita besok pulang, kamu tolong menghindar dariku, sudah sejauh ini, apakah aku tidak boleh ada d dekat mu?" ucap Zeiro berdiri di samping Dewi yang menatap laut.
"Aku hanya ingin hidup tenang saja tanpa ada yang menggangguku, sudahlah beberapa hari ini aku sibuk dengan balas dendam ini, tapi semuanya belum tuntas, saat ini aku benar-benar berada di dalam ke khawatiran besar, meskipun satu persatu sudah aku singkirkan, tapi yang akan melawanku bukan hanya satu atau dua orang saja, rata-rata mereka sudah akan melawanku, dosa apa yang sudah Dewi pembunuh buat sehingga di antara mereka semua tidak ada yang di percaya lagi, semuanya seolah-olah berpaling. Apa mereka ingin mencari ketua baru? Bukan kah nama Dewi pembunuh akan selalu di hati mereka baik Dewi sudah mati atau pun masih hidup?"
"Setiap orang pasti akan berubah, mereka tentu saja akan mencari keutungan jika mengikuti seseorang, yang sudah tidak menguntungkan lagi ya tinggalkan, begitulah mereka, tapi meskipun begitu, kamu tetap pada pendirian mu dan lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, aku pasti akan selalu mendukungmu." Zeiro tersenyum melihat Dewi.
"Kau juga PHP, jangan berkata seolah-olah kita kenal dekat," sahut Dewi melipat tangannya.
__ADS_1
"Dewi, Antara aku dan perasaanku itu sudah menyatu dengan dirimu, aku merasa kita sudah kenal dekat dan bahkan kita sudah tidur bersama."
"Hey! Jangan katakan itu! Sungguh menyebalkan!" teriak Dewi mendengus kesal dan ingin melemparnya dengan pasir.