
Teman pria itu melihat ke arah suara tembakan itu, mereka berpikir jika itu dilakukan oleh temannya dan mereka santai saja.
Pilot dan co-pilot terpaksa menurunkan pesawatnya meskipun mereka belum sampai di tempat tujuannya. Mereka berpikir bagaimana caranya agar mereke semua selamat. Pilot memberikan sinyal penanda jika mereka kan mendarat di sebuah bandara negara E dan pemerintah negara E mengizinkan.
Dewi berdiri dan mengarahkan senjata apinya ke arah para pria itu.
"Lepaskan mereka atau aku akan membunuh kalian!" ancam Dewi.
"Mereka sangat terkejut karena seorang wanita cantik yang mengarah senjata api ke arah mereka.
"Heh! Membuatku terkejut saja. Hey kau wanita cantik, lebih baik jangan bermain senjata api jika sayang dengan nyawa mu, bagaimana jika temani Abang saja," ucap mereka tertawa.
"Benar, kau hanya gadis kecil, tidak cocok memegang senjata api, bagaimana jika malah mengenai mereka, maka kau sendiri yang tanggung akibatnya," ucap pria yang lain.
"Oh begitu ya, kalau begitu aku ingin mengetes dulu pada kalian, siapa yang lebih pantas memegang senjata api ini," ucap Dewi.
Dor!
__ADS_1
Sebuah tembakkan mengarahkan ke arah pergelangan tangan pria yang memegang senjata api itu membuat senjata apinya terlepas dan tangannya berdarah.
"Aduuuuuh! Sakit sekali!" teriak pria itu memegang tangannya.
"He-he-he, ayo mau bermain tembak-tembakan dengan ku ayo," ucap Dewi tanpa rasa takut.
"Sial! Kau ingin bermain-main ya, ayo aku temani gadis nakal," ucap temannya itu mengangkat senjata api yang kali ini lumayan besar.
Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan itu mengarah ke arah Dewi. Dewi dengan tubuhnya yang lentur membuat ia bisa menghindari peluru itu.
Dor!
Sebuah tembakkan lagi membuat peluru itu mengenai sayap pesawat dan mengeluarkan api. Merek yang ada di dalam terluntang lantung karena pesawat tidak seimbang.
Mesin pesawat mendadak rusak dan lagi pesawat menukik ke bawah karena ingin mendarat.
__ADS_1
Dewi berpegangan kuat dengan kursi pesawat dan ia membidik tangan pria yang memegang senjata api itu di saat goncangan kuat.
Dor! Dor!
Dua tembakkan dan mengenai kedua tangan pria itu agar ian tidak bisa menggunakan senjata apinya.
Sebelum pesawat mendarat, Dewi menyempatkan membidikkan tangan pria yang satunya dan menembak kaki pria itu juga agar tidak bisa kabur.
Dor! Dor! Dor! Dor!
Alhasil para penumpang yang tidak kuat mereka kebanyakan pingsan dan pilot berusaha keras agar mereka mendarat dengan selamat meskipun api di sayap pesawat berkobar.
Pemerintah Negara E memanggil ambulan dan pemadam kebakaran dan juga sudah meyiapkan tentara untuk segera mengevakuasi orang-orang yang ada di dalam.
Pesawat terbanting keras di bandara dan melaju dengan kecepatan, sebisa mungkin pilot membuat pesawat berhenti dengan aman.
Akhirnya pesawat pun berhenti. Terjadi lagi ledakkan yang dahsyat menghanguskan sebagian badan pesawat. Para tentara yang lain langsung masuk ke dalam menyelamatkan Orang-orang yang ada di dalam. Dewi keluar membawa seorang anak kecil keluar dar pesawat tersebut.
__ADS_1
Setelah beberapa lama mengevakuasi, akhirnya mereka pun bisa di selamatkan semua meskipun sebagian dari mereka ada yang terluka cukup parah, akan tetapi tidak ada yang memakan korban jiwa.