
"Ke suatu tempat," jawab Dewi merogoh kantong saku celana Zeiro di mana tangannya memegang kunci mobil, Dewi mengambilnya lalu menjatuhkan diri dari gedung tinggi itu.
"Dewiiiiiiii!" teriak Zeiro panik, ia ingin menggapai tangan Dewi, akan tetapi itu sudah terlalu jauh, tapi Dewi malah tersenyum, ia berbalik badan dan mendarat dengan selamat.
"Gadis ini, dia sungguh tau cara membuat ku panik," ucap Zeiro lega setelah melihat Dewi berjalan dengan santai menuju parkiran.
"Dia mirip sekali dengan Dewi pembunuh, hanya saja dari wajah berbeda, tapi tetep saja Dewi pembunuh tidak bisa di bandingkan dengan wanita mana pun, dia bagaikan seorang Dewi di mana fansnya. Sampai hari ini aku merasa tidak percaya jika Dewi Pembunuh benar-benar sudah pergi, aku merasa dia masih ada tapi pergi ke tempat yang sangat jauh yang tidak di ketahui orang, dia bagaikan anak perempuanku, namanya akan selalu terukir dan tak lekang oleh waktu," ucap kepala kompetisi itu menundukkan kepalanya, ia teramat sedih yang sangat mendalam.
"Aku juga menyayangkan kejadian itu dan terus menyelidiki kematiannya, aku tidak akan melepaskan orang yang sudah membunuh Dewi pembunuh begitu saja, meskipun kami tidak dekat, kami juga pernah menjadi saingan berat, aku sangat ingin bertanya kenapa orang itu bisa membunuh Dewi pembunuh," ucap Zeiro melihat ke bawah dari atas balkon itu.
__ADS_1
Dewi melaju mobilnya di jalanan seperti yang biasa ia lakukan, dia sangat hapal betul jalan itu, meskipun di sana ada kemacetan, ia bisa menyelip dengan melintas dinding pembatas jalan.
Akhirnya sampailah ia di depan rumahnya, rumah yang berdiri megah dan mewah, akan tetapi di sana ada Andika menyuruh para anak buahnya untuk membawa barang-barangnya keluar dari rumah dan itu menumpuk sangat banyak di teras, ada mobil truk juga di sana, mereka memasukkan barang-barang itu ke dalam truk.
"Apa yang terjadi?" tanya Dewi buru-buru keluar dari mobil dan menghampiri rumahnya, ia sangat terkejut karena rumah itu sepertinya akan di kosongkan.
Andika melihat ke arah Dewi sambil menekuk aslinya. "Kamu siapa?" tanya Andika heran, karena ada orang asing mendekatinya.
"Aku adalah adik angkat Dewi, dia menyuruhku untuk mengambil barangnya," ucap Dewi menatap Andika.
__ADS_1
"Kamu jangan asal mengaku adek angkatnya Dewi ya, mana buktinya jika kamu adalah adik angkat Dewi?" tanya Andika dengan membulatkan matanya.
"Bukti? Aku memang tidak punya bukti, tapi aku tau semua tentang kau dan dia, dia sering menceritakan semuanya pada ku, termasuk rahasianya," ucap Dewi.
"Kalau begitu katakan apa rahasia Dewi," ucap Andika mendekati Dewi. Dewi juga mendekati Andika dan mendekati wajahnya ke telinga Andika
"Kau sebelumnya adalah pria impoten kan? hampir saja kau berakibat mandul, namun Dewi pembunuh berbagai cara mengobati mu dan menyembunyikan rahasia besar ini dari dunia luar bahkan adik sepupunya saja tidak tahu hal ini, jadi bagaimana menurutmu, apa kau membiarkan aku mengambil barang berharga milik Dewi atau tidak?" tanya Dewi tersenyum sinis membuat wajah Andika memerah karena marah.
"Akhhh! Sana ambil sana semua! Lagian aku juga tidak butuh itu semua. Sial! Bahkan Dewi menceritakan itu kepada orang asing, sungguh menyebalkan," umpat Andika kesal.
__ADS_1