Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 50


__ADS_3

"Ya sudah bersantai lah dulu, menjelang kamu makanannya turun ke perut," ucap Zeiro.


"Kau tidak membawa pengawal mu?" tanya Dewi yang baru menyadari jika mereka hanya datang berdua. Jika di ingat saat pertama kali bertemu dengan Zeiro dia tidak membawa pengawalnya dan akhirnya ia hampir saja di bunuh oleh musuhnya, jika ia tidak ada saat itu, Zeiro yang terkenal itu hanya tinggal nama saja.


"Kau kan pengawal ku, kau harus ada setiap saat, kau harus menemaniku dalam bisnis keluar negeri dan keluar kota," ucap Zeiro.


"Tapi aku harus kuliah, mana bisa ngikutin kamu ke mana-mana."


"Tenang saja, aku adalah penanam saham terbesar di kampus itu, jadi kau bisa meminta izin saat aku perjalanan bisnis."


"He-he-he, kalau begitu aku akan meminta para dosen untuk menaikkan IPK ku dan menyebut atas nama mu, bagaimana menurut mu." Dewi memajukan wajahnya sambil menyengir.


Zeiro mendorong jidat Dewi dengan telunjuknya. "Itu tergantung performa mu, apa kau layak mendapat IPK tinggi atau tidak, jika ingin mendapat nilai yang tinggi berusahalah."

__ADS_1


"Cih! Sungguh menyebalkan," ucap Dewi manyun.


"Sepertinya makanan mu sudah turun ke seluruh perut mu, kalau begitu kita kembali ke penginapan," ucap Zeiro berdiri. Ia pergi membayar makanannya dan Dewi berjalan terlebih dahulu ke arah mobil dan masuk ke dalam.


Setelah membayar, Zeiro berjalan dan mendekati mobilnya. "Kau yang menyetir," ucap Zeiro. Dewi pindah ke kursi pengemudi dan Zeiro masuk ke dalam duduk di samping Dewi di kursi penumpang.


Perlahan-lahan mobil pun berputar lalu meninggalkan restoran tersebut dan melajukan mobilnya di jalanan.


Di seperempat perjalanan, ada 2 buah mobil mengikuti mereka dari belakang, hanya mereka berpikir jika mobil itu hanya pengendara biasa.


Mobil itu menyalip mobil Zeiro dan mereka memelankan mobilnya agar mobil Zeiro juga ikut memelan.


"Astaga! Mobil di depan itu sungguh menyebalkan!" keluh Dewi yang senagaja memberhetikan mobilnya agar mobil mereka menjauh.

__ADS_1


Akan tetapi mobil yang mengikuti mereka juga berhenti. Terlihat 4 orang pria memakai penutup kepala berjalan mendekati mobil Zeiro.


"Mereka ini ya, ada masalah apa dengan mu?" tanya Dewi.


"Mungkin musuh ku mengikuti ku sampai ke Negera Q," jawab Zeiro. Dewi menginjak pedal gas mobilnya dan bersamaan menginjak rem mobil hingga menimbulkan asap pekat karena gesekan antara ban dan aspal.


Saat para pria itu mendekati mobil mereka, Dewi melepaskan pijakan rem mobilnya dan mobil itu melaju sangat amat kencang dan saat mendekati mobil para penjahat itu, Dewi memanfaatkan mobil mereka sebagai tempat mobil itu terbang ke atas.


Mobil Zeiro berputar-putar lalu mendarat di jalanan dengan anggun lalu melaju dengan kecepatan tinggi.


"Sial! Ayo cepat kejar mereka," ucap pria itu tergesa-gesa. Mereka masuk ke dalam mobil dan tancap gas mengejar mobil Zeiro.


"Apa yang mereka inginkan dari mu?" tanya Dewi penasaran.

__ADS_1


"Cap resmi ku, pas mereka mengincar itu, saat ini aku sedang ada bisnis, aku membeli tanah di bagian Utara, di sana tempatnya sangat strategis, banyak pengusaha lain yang menginginkan tanah itu, tapi tetap saja, yang berduit lah yang menang," jawab Zeiro bangga.


__ADS_2