
"Heh! Aku mau bawa dia atau tidak, kau tetap tidak akan bisa mengambilnya, jangan berpikir untuk menyentuhnya, atau kau akan menderita. Pikirkan baik-baik sebelum kau ngambil hak orang. Aku peringatkan kau, agar tidak memberanikan diri untuk mengambilnya dari ku, kau akan merasa akibatnya," ucap Dewi dan langsung memutuskan panggilannya.
Bruk!
Surya benar-benar kesal, ia membanting ponselnya di lantai hingga pecah layarnya.
"Sayang, ayo duduk dulu, tenangkan pikiran mu, kita tidak akan bisa menang jika melawannya dengan dalam keadaan emosi, jadi kita gunakan dengan cara halus dan kepala dingin," ucap Lena menenangkan suaminya.
"Anak itu sungguh membuatku kesal, ingin rasanya aku mencekiknya dan menguburkannya hidup-hidup, sungguh sial aku mempunyai anak sepertinya! Setelah mendapatkan harta miliknya, aku akan membuat surat pernyataan jika aku dan dia tidak mempunyai hubungan apa pun, lihat saja kau Dewi, aku akan menghancurkan mu!" denggusnya geram.
"Kita harus punya rencana, karena kalau kita ambil begitu saja, itu akan merugikan kita, aku akan pikirkan rencananya," ucap Lena tersenyum menyunggingkan senyumnya.
Tak lama kemudian, Dewi pun sampai di showroom, ia pun keluar dari taksi dan membayar dengan ponselnya dan kemudian masuk ke dalam showroom mobil.
"Selamat datang Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai itu saat melihat Dewi datang.
__ADS_1
"Aku ingin membeli mobil, tunjukkan mobil yang cocok untuk ku," pinta Dewi.
"Mari Nona saya antarkan," ucap pegawai itu. Dewi mengikuti pegawai itu masuk ke dalam, dan di sana banyak mobil-mobil dengan berbagai pilihan.
"Silakan Nona, Anda mau pilih ya mana, mobil di sini ada mobil yang rekomended banget," ucap pegawai itu berdiri di samping mobil.
"Baiklah, aku mau yang warna silver berpadu warna hitam dan putih itu," ucap Dewi.
"Baik Nona, silakan ke kasir terlebih dahulu, kami akan mengeluarkan mobilnya," ucap pegawai itu.
Setelah beberapa jam kemudian, mobil pun siap di urus, kini Dewi sudah memiliki mobil sendiri tanpa harus menumpang lagi mobil Zeiro.
Ia pun membawa mobilnya menuju ke dealer motor. Dewi turun dari mobil dan masuk ke dealer motor itu dan melihat-lihat motor matic yang cocok buat bi Inah.
"Selamat datang Nona, Anda mau pilih yang mana?" tanya salah satu pegawai itu datang mendekati Dewi.
__ADS_1
"Aku mau yang ini saja," ucap Dewi.
"Baik Nona, mari saya antarkan ke meja kasir untuk mengisi data Anda," ucap pegawai itu.
Dewi pun mengikuti pegawai itu dan duduk di depan meja kasir, Dewi pun mengisi datanya lagi.
"Bisalah motornya di antarkan ke alamat saya sekarang?" tanya Dewi.
"Bisa Nona." angguk pegawai itu. Dewi pun mencatat alamatnya di secarik kertas dan memberikan kepada pegawai itu.
"Baik Nona, motornya akan kami antar dengan selamat," ucap pegawai itu menerima alamat yang di catat Dewi.
"Terim kasih," ucap Dewi. Ia pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya, ia ingin segera pulang ke rumah untuk beristirahat.
Akan tetapi saat di perjalanan, Dewi melihat sekelompok pria yang memakai baju hitam dan menutup dengan kepalanya, mereka menggunakan motor mengejar sebuah mobil hitam yang juga melaju di jalanan. Mobil dan motor itu saling kejar-kejaran.
__ADS_1