Transmigrasi Dewi Pembunuh

Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 131


__ADS_3

Pilot itu melapor kepada pemerintah negara E penyebab mereka mendarat tiba-tiba karena adanya perampokan di pesawat mereka.


Karena perampok tadi di tembak oleh Dewi jadi mereka tidak bisa kabur, selain terluka karena tembakan, ia juga terluka akibat terkena kobaran api besar.


Barang-barang milik penumpang rata-rata habis terbakar, termasuk barang Dewi juga terbakar, untungnya yang terbakar hanya kopernya saja. Uang, ponsel dan ATM ia simpan di dalam tas kecil yang ia sandang.


Dewi menjauh dari mereka dan ia mencari di tempat sepi. Dewi mengambil ponselnya dan menghidupkannya.


Dari WA, ada 20 panggilan tak terjawab dari Zeiro. Dewi menelpon kembali.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo sayang, kamu kenapa ponselnya mati?" tanya Zeiro khawatir.


"Tentu saja mati, aku sedang berada di dalam pesawat," jawab Dewi.


"Jadi sekarang kamu sudah sampai?" tanya Zeiro.


"Belum, pesawat kami mengalami perampokan dan pesawatnya terbakar karena tertembak di bagian sayap pesawat," jawab Dewi melihat pesawat yang tinggal setengahnya yang sedang di padamkan oleh pemadam kebakaran.

__ADS_1


"Jadi bagaimana keadaan kamu? Kamu baik-baik saja kan? Kamu nggak kenapa-napa kan?" tanya Zeiro panik.


"Aku tidak apa-apa, cuma koperku habis di lahap si jago merah. Saat ini pesawat mendarat di negara E, tidak …."


"Beneran kamu di negara E, aku juga sekarang di Negara E, aku jemput kamu ya, kamu di mana sekarang," ucap Zeiro dengan senang hati.


"Aku di bandara, bisa di mana lagi," ucap Dewi manyun.


"Kamu tunggu di sana dan jangan kemana-mana," ucap Zeiro menutup ponselnya dan meninggalkan rapatnya.


"Tuan mau ke mana? Rapatnya belum selesai," ucap salah satu peserta rapat.


"Tunda beberapa menit menjelang aku menjemput kekasih ku. Siap kan mobil!" perintah Zeiro.


Rapat pun di tunda untuk sementara waktu, Zeiro masuk ke dalam mobil.


"Mau ke mana Tuan?" tanya pengawalnya.


"Ke bandara," jawab Zeiro.


Mobil pun melaju di jalanan dan menuju bandara di mana tempat Dewi berada.

__ADS_1


"Jadi siapa yang sudah melukai perampok ini?" tanya pemerintah Negara E saat melihat luka tembak di kaki dan tangan para perampok tersebut.


Pramugari menunjuk ke arah Dewi yang sedang berdiri kesendirian yang sedang memandang ke arah langit.


"Dia?" tanyanya.


"Benar, dia yang sudah menyelamatkan kami," jawab pengunjung yang lain.


Seorang pria yang berjas hitam mendekati Dewi.


"Siapakah nama Nona?" tanya pria yang terlihat terhormat itu.


Dewi menekuk alisnya dan ia dengan ragu-ragu menjawab. "Dewi," jawabnya.


"Karena Nona Dewi sudah menyelamatkan para penumpang jadi nona akan di beri penghargaan dari negara E," ucap pria itu tersenyum ramah.


"Bukan aku yang menyelamatkan mereka, tapi pilotnya, jika salah sedikit saja kami semua bisa mati," ucap Dewi.


"Eh iya, Pilot dan Co-pilot juga akan mendapat penghargaan, mari ikut saya," ajak Pria itu.


"Hm … aku sedang menunggu seseorang, bisakah kita pergi setelah dia datang?" pinta Dewi.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu, kita akan tunggu orang yang Nona tunggu," jawab pria itu tetap tersenyum.


Para mereka yang terluka langsung di bawa ke rumah sakit, mereka para perampok itu di bawa ke rumah sakit tentara agar di rawat di sana saja.


__ADS_2