
Dewi terus melihat ke arah Andika. Zeiro juga melihat Andika lalu ia melihat wajah Dewi. Dari wajahnya sangat jelas jika Dewi dendam pada Andika.
Zeiro mengendongnya lalu membawanya keluar dari gedung dari pada Dewi membuat keributan membunuh Andika, bisa-bisa nanti ia di penjara di negara Q, di tambah lagi sejak Andika menjadi pacar Dewi pembunuh ia sudah menjadi orang terhormat. Jadi Zeiro berpikir ia akan membantu membalasnya dengan cara lain.
"Tunggu! Kami ingin mewawancarainya dulu!" teriak para reporter.
Di dalam gedung sangat heboh atas kemenangan Dewi, dan juga siaran langsung itu kembali menggemparkan dunia, mereka menyebut-nyebut Dewi pembunuh terlahir kembali.
Karena para reporter itu mengejar Dewi, Zeiro membawanya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari tempat kompetisi itu. Zeiro mengambil ponselnya lalu menelpon ketua kompetisi.
Tuuut
Tuuut
__ADS_1
Tuuut
"Halo, Zeiro kemana kau bawa dia?" tanya ketua kompetisi, terlihat ia tidak sedang karena Zeiro membawanya tanpa berkata apa-apa.
"Aku minta maaf karena membawa Dewi pergi tanpa persetujuan Anda, hanya saja, kesehatan peserta ku lebih penting, karena keadaan Dewi saat ini sedang tidak stabil, aku membawanya ke rumah sakit untuk segera di periksa, aku takut setelah melawan semua peserta dia mengalami cedera di tangannya, aku meminta maaf hal ini," ucap Zeiro sopan.
"Baiklah, jika ini alasannya aku tidak punya hak untuk menghalangi mu, periksa dia dengan baik, dia adalah penerus unggul yang kita nantikan," ucap kepala kompetisi.
Sesampainya di pantai, di sana sepi dari pengunjung yang biasanya sangat di penuhi orang-orang, karena hari ini adalah hari pertandingan besar, semua warga berduyun-duyun ke gedung pertandingan.
Zeiro membuka pintu lalu turun, ia mendekati pintu di mana tempat duduk Dewi lalu membukanya.
"Ayo Dewi turun, aku khusus hari ini membawamu ke sini, jika kau tidak mau turun aku akan mengendong mu lalu melemparkan mu ke dalam laut," ucap Zeiro tersenyum.
__ADS_1
Dewi menurunkan kakinya menginjak pasir menatap jauh ke arah laut yang luas tak bertepi.
Zeiro memegang tangan Dewi dan membawanya ke tepi laut dan duduk di sana.
"Cobalah kau hirup udara sini sangat segar kan? Coba kau hirup dan tenangkan pikiran mu, pejamkan matamu," ucap Zeiro.
Dewi menarik nafasnya dan memejamkan matanya lalu menenangkan pikirannya.
"Jika kau ingin balas dendam, kau jangan gegabah, pikirkan cara untuk bermain dalam, jangan membunuhnya, tapi buat hidupnya menderita, itu adalah cara yang bagus untuk membalasnya," ucap Zeiro.
Dewi menarik nafas lalu membuka matanya dan kembali melihat laut.
"Ya, aku terbawa suana karena kemarahan ku yang ingin menghancurkannya saat itu juga hingga aku lupa identitas ku saat ini, akan aku pikirkan caranya untuk menghancurkannya pelan-pelan. Sebenarnya aku tidak seperti ini, aku selalu memikirkan cara-cara terbaik untuk membalas orang yang menyakiti ku. Dan kamu tidak perlu membantu ku, biar aku sendiri yang menyelesaikan masalah ku," ucap Dewi yakin, ia mengengam erat tangannya.
__ADS_1